Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Persiapan bertemu camer


__ADS_3

Almira di bawa ke salon dan saat ini dia sedang di make over oleh pegawai salon.


Dan saat sudah selesai make up Almira langsung di bawa ke ruangan ganti, Almira di suruh memilih baju yang dia suka.


"Ini seperti nya cantik" ucap pegawai salon memberikan dress seksi pada Almira.


"Tidak itu terlalu seksi" kata Almira menolak sebelum memakai nya.


"Bagaimana dengan ini, sangat cocok dengan warna kulit nona" lanjut si pegawai salon.


Almira melihat dress itu dan saat dia meneliti dress itu Almira melongo melihat bagian punggung nya yang terbuka.


"Ini akan memperlihatkan punggung, benar-benar mirip sunder bolong" celetuk Almira menolak.


Pegawai salon menghela nafasnya panjang mengahadapi tamu yang rese seperti Almira.


Dia memilih keluar dan memberitahu semua itu pada David.


"Maaf tuan nona seperti nya kesulitan memilih baju" jelas pegawai.


David yang menerima telpon dari Justine seketika menghela nafasnya.


"35 menit lagi saya sampai tuan" ucap David.


"Pastikan dia cantik dan tidak berpenampilan norak" Justine di sebrang telpon mengingatkan.


"Baik tuan" balas David cepat.


Lalu panggilan nya terhenti, David melihat ke belakang di mana si pegawai sedang menunggu nya.


"Dimana dia?" tanya David.


Pegawai menunjukan jalan, Almira melihat David langsung mendekat.

__ADS_1


"Kenapa anda lama sekali nona? tuan Justine akan sangat marah jika tau anda belum siap" kata David sangat prustasi.


"Dia marah? seharusnya aku yang marah dia meminta ku untuk ikut dengan mu, sebenarnya yang akan menikah denganku itu siapa, kamu atau dia" sahut Almira kesal.


David tak menjawab dia memilih menyiapkan beberapa dress dan meminta Almira memakainya satu persatu.


Setiap Almira memakai dress berbeda David memotret nya, dia tau kebiasan tuan nya yang membuat nya memilih mengirimkan foto-foto Almira pada si tuan muda.


Tring..


"Itu sangat jelek, dia terlihat kurus kering Tao terurus" isi pesan dari Justine.


David menghela nafasnya panjang, lalu meminta Almira mengganti dengan dress lain.


"Kapan ini selesai, aku cape tau" kesal Almira menatap sebal David.


"Maaf nona, tapi tuan selalu ingin wanita di samping nya memiliki penampilan perfect" jelas David.


Almira tak bisa membendung kekesalan nya lagi, Justine benar-benar pria ribet yang menyebalkan.


Hingga baju ke sepuluh Almira baru selesai berganti dan dia akan selesai dengan pilihan yang terakhir.


"Ini yang terakhir" kata Almira dengan wajah di tekuk nya.


David yang sedang membaca pesan dari si tuan muda melirik ke arah Almira, dan matanya membulat sempurna melihat penampilan Almira.


"Kenapa dia sangat cantik" batin David yang terpesona dengan penampilan Almira.


Almira mengambil minum dan meleguknya sampai habis, David melihat itu melongo karena ini kali pertama dia melihat seorang gadis minum banyak seperti Almira.


"Bagaimana? aku malas berganti pakaian lagi, apa ini bagus?" tanya Almira lagi.


Melihat David yang melongo Almira langsung memukul paha David.

__ADS_1


Plakk !


Awww !


"Kamu kerja memang suka bengong ya" Almira menatap aneh pada David.


"Ahk tidak nona, em maksud saya itu sudah bagus" jelas David kikuk.


Lalu David berdiri, dia membayar semua biaya untuk make over Almira dan setelah itu Almira di bawa ke mobil David lagi.


Sepanjang perjalanan Almira tak banyak bertanya, meski sebenarnya dia merasa bingung karena dia di bawa David tanpa tau kemana dia akan di bawa.


"Jangan-jangan aku mau di kenalkan sama keluarga nya" batin Almira yang tiba-tiba kepikiran ke arah sana.


Jika benar kenapa Almira merasa tegang, ini kali pertama dia di kenalkan pada keluarga dari laki-laki yang dekat dengan nya.


"Nona nanti jika keluarga tuan bertanya nona hanya cukup menjawab iya, dan tidak saja" jelas David memberikan instruksi.


"Kenapa?" tanya Almira.


David menghentikan mobilnya, lalu melihat Almira yang duduk di belakang.


"Sebaiknya anda tidak banyak bertanya nona, ini sebagian besar dari syarat yang sudah di tandatangani" jelas David.


Almira mangut-mangut mendengar penjelasan David.


Tapi ketegangan masih Almira rasakan, dia merasa jika keluarga Justine pasti sama seperti Justine yang menyebalkan.


"Kenapa setegang ini ya, kan seharusnya aku biasa saja lagi pula aku kan nggak benar-benar suka sama Justine dan ini semua hanya demi Livia dan pengobatan" batin Almira sambil menghembuskan nafas nya kasar.


🌹


Maaf jarang double update, akhir-akhir ini mood nulis lagi jelek😩

__ADS_1


tapi masih tetap usaha buat up meski satu atau dua, makasih yang udah dukung dan support bumil🙏


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2