
Pagi harinya seperti yang dijanjikan Almira dan Justine bangun pagi-pagi dan langsung berangkat ke bandara.
keduanya juga membawa David, asisten Justine.
Dan David merasa sedikit tidak nyaman karena sejak tadi bosnya menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam seolah ingin menghabisinya.
"Apa tadi malam mereka kembali ribut, tapi kenapa wajah bos terlihat marah padaku" batin David merasa heran.
Sedangkan Justine dia masih memikirkan kata-kata dari Almira tadi malam, di mana istrinya akan menjadikan David sebagai suami setelah menjadi janda nya.
Justine harus melihat David dari segala sisi, apa yang lebih menarik dari yang berkulit sawo matang itu dibandingkan dengan dirinya yang tampan dan berkharisma.
"Dia pasti sudah kehilangan tipe pria idealnya, lihat saja aku dan David sangat berbeda. baik dari ketampanan ataupun ke uangan" batin jugsine dalam hati.
Almira yang membuat masalah itu hanya memainkan ponselnya, Dia sedang berbalas-balasan pesan bersama Mama Gina, mertua nya yang keren.
"Berhasil Mam"
"Mam sudah menduga, semangat ya sayang untuk menaklukkan hati si bule bahlul nya"
"Siap Mam, aku juga bawa banyak lingerie, nanti di sana aku akan meminta main terus agar cepat hamil"
"Haha itu bagus, Mam sangat tidak sabar mendengar kabar baik dari kalian, semoga secepatnya ya sayangku"
"Amin Mam, doakan ya"
Justine melirik Almira yang terus tersenyum sambil memainkan ponselnya, dalam pikirnya dia bertanya-tanya siapa yang berkirim pesan dengan istrinya.
"Siapa yang sedang berkirim pesan dengan mu?" tanya Justine.
"Kepo, mau tau aja" sahut Almira menyebalkan.
"Hey aku suami mu, aku harus tau siapa saja orang yang selalu berinteraksi dengan istriku" tegas Justine sambil melirik David dengan tetapan tajamnya.
"Oke, aku berkirim pesan dengan Mam Gina, aku bilang di sana nanti aku akan membuat mode in Prancis" jelas Almira santai.
__ADS_1
Hah!
Justine tentu paham apa yang diomongkan istrinya, yang tidak lain adalah Almira ingin bermain di Prancis.
"Dia pasti punya rencana baru lagi, ya aku yakin" batin Justine merasa terus berhati-hati.
Almira melirik Justine yang terlihat sedang berpikir, dia yakin suaminya memikirkan tragedi tadi malam.
"Dasar munafik, mau masuk tapi nggak mau keluar di dalam. emang dia pikir aku apaan yang mau terus-terusan jadi budak nafsu nya saja. aku Almira aku tidak akan menjadi wanita bodoh itu" batin Almira sambil tersenyum kecut.
Tiba-tiba terbesit di pikiran Almira untuk menggoda David, dan ya itu semua untuk membuat suaminya cemburu.
"Vid nanti beli bubur dulu ya, laper" kata Almira yang sengaja berbicara dengan suara manjanya.
"Tidak, lurus saja penerbangan satu jam lagi" kata Justine tegas.
"Aku lapar, Vid kita mampir ya kamu lapar juga kan? ya udah kita makan berdua saja, biarkan Bos mu sendirian menahan lapar" balas Almira tak mau kalah.
Tadi mereka memang buru-buru sekali berangkat, bahkan David sampai di apartemen di jam 06.00 pagi, hanya saja dia harus menunggu bosnya sampai jam 06.30.
"Tidak!" tegas Justine menolak.
"Baik nona" David mengeluarkan suara nya.
"Hey siapa Bos mu di sini" kesal Justine pada asisten nya.
"Aku juga Bos nya, arti yang kamu bilang aku istrimu dan uangmu adalah milikku juga ya kan sayang" Almira menjawab dengan wajah menyebalkan nya, membuat Justine mengeraskan rahang nya menahan kesal.
Dan pada mereka memilih sarapan dulu di bandara, tentunya tidak makan bubur karena syarat dari Justine.
Almira memilih memesan fitza, Justine melihat istrinya yang nampak seperti orang kelaparan memakan fitza.
"Bisakah kau makan pelan-pelan?" tanya Justine pelan.
__ADS_1
"Tidak, ini enak" balas Almira santai.
"Cih, dasar kampungan" gerutu Justine yang di abaikan Almira dan David.
David memilih fokus makan pesanan nya, dan Almira pun nampak senang menghabiskan fitza nya sendirian.
"Kenapa mereka sangat kompak mengabaikan ku, jangan-jangan mereka ada main di belakang ku" batin Justine curiga.
Dan saat ada saus mayones di sudut bibir Almira Justine langsung mengambilkan tisue, bersamaan dengan David yang juga memberikan tisue.
Almira melihat dua tisue di depan nya, ada keinginan nya untuk melanjutkan membuat Justine kesal, tapi Almira tak seberani itu.
"Makasih" Almira mengambil kedua tisue nya karena tak mau membuat Justine marah.
Setelah selesai makan ketiganya pun akhirnya berangkat menggunakan jet pribadi milik keluarga Justine.
Almira yang belum naik pesawat ataupun jet pribadi terlihat sangat gugup, dan hal itu disadari oleh Justine yang sejak tadi ngawasi raut wajah istrinya.
"Kau takut?" tanya Justine.
Almira mengangguk sebagai jawaban.
"Pegang tangan ku, jet pribadi nya akan landas sekarang" balas Justine.
Dan Almira melakukan nya dia memegang tangan Justine dengan kencang, membuat tangan Justin sedikit kesakitan karena Almira terlalu keras memegang tangannya.
"Sial, sakit sekali" gerutu Justine dalam hati.
Tapi saat melihat wajah takut termurah Justine yang ingin marah pun tidak berani, iya malah menarik satu tangan Almira untuk mendekat ke tubuhnya.
Tanpa di duga Justine mencium Almira untuk menenangkan, dan Almira hilang setelah di cium Justine.
David yang kebetulan melihat ke samping mendengkur kesal, merasa bodoh karena berada di posisi seperti ini.
"Kenapa aku harus ikut seharusnya aku lebih memilih untuk mengurusi perusahaan, dibandingkan untuk menjadi wasit untuk pasangan pengantin baru itu" batin David menggerutu kesal karena selalu melihat hal-hal yang membuat jiwa kelakiannya meronta-ronta.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏