Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Alasan Justine


__ADS_3

Justine baru bangun dan dia melihat Almira yang sedang bermain ponsel, dan jangan lupakan rambut basah Almira yang membuat Justine kesal.


Justine kembali masuk ke dalam perangkap istrinya dan membuatnya membuang benih nya di rahim Almira.


"Kamu sudah bangun" Almira melihat Justine tersenyum.


"Belum, aku masih mengantuk" balas Justine ketus.


"Ck, kamu marah karena semalam?" tanya Almira menyimpan ponselnya dan mendekati suaminya.


Almira memeluk Justine dan mencium pipi Justine sesuka hatinya, tanpa tau jika Justine akan senang atau sebaliknya dengan perlakukan nya itu.


"Ya aku marah, kau tidak bisa memaksa ku untuk melakukan apapun yang kau tuju" tegas Justine sambil bangkit dari tempat tidur.


"Kenapa? memang nya apa tujuan ku?" tanya Almira ikut bangkit.


Justin tidak berniat untuk menjawab, dia malah akan masuk ke kamar mandi tapi sayang nya di tahan oleh Almira.


"Jelaskan apa yang kamu tau dari tujuan ku?" ucap Almira lantang.


Justine merasa ini mungkin sudah saat nya untuk dia mengatakan apa yang dia takuti dari pernikahan.


Almira masih memberikan tatapan nya yang meminta penjelasan, Justine menghembuskan nafas nya kasar lalu menatap Almira.


"Aku tidak mau kau hamil, apa itu cukup?" jawab Justine dengan wajah nya yang terlihat serius.


"Tapi kenapa?" tanya Almira mencoba untuk tak sedih.


Tapi kenapa hatinya merasa sedih karena ucapan Justine barusan, Almira merasa seperti tersayat-sayat.

__ADS_1


Justine kembali diam, dia bingung menjelaskan semuanya dari mana dulu.


Almira melepaskan tangan nya dari tangan Justine, satu tetesan air mata mewakili perasaan nya.


"Oke, aku tau alasan kamu nggak mau aku hamil, aku hanya Upik abu kampungan yang tidak memiliki pendidikan. untuk itu aku sadar, maaf terlalu banyak berharap" Almira berbalik dan mengambil ponselnya.


Almira keluar begitu saja meninggalkan Justine yang mematung dengan wajah kesalnya.


"Sial, dasar baperan. aku tidak mengatakan kata menyakitkan tapi dia sendiri yang mengatakan nya" gumam Justine yang tidak jadi ke kamar mandi dan memakai pakaian nya kembali karena saat ini dia hanya memakai boxer saja.


Almira menangis di dalam lift, dia tidak tau jika semuanya yang dia lakukan akan berakhir tragis seperti ini.


Benar apa kata Livia, Almira tidak seharusnya memiliki mimpi tinggi, dia hanya gadis tidak memiliki pendidikan dan memilki corengan nama karena memiliki pekerjaan yaitu copet.


"Livi, semuanya sia-sia Livi" Almira berjalan tanpa tujuan.


Air mata masih mengalir, dia tidak tau kemana dia akan pergi sekarang yang jelas Almira ingin menjauh dari Justine yang menyakiti nya.


Almira tentu kaget, dia melihat ke dalam mobil dan saat tidak melihat Justine Almira pun akhirnya masuk ke dalam mobil.


Sebenarnya David mengikuti Almira, dia takut Almira tersesat jadi David pun memutuskan mengikuti Almira, dia sangat yakin jika Almira sedang bertengkar dengan si bule bahlul.


"Nona ini tisue" ucap David.


Almira mengambil dan dia mengusap air matanya, tidak mau terlihat menyedihkan di mata orang lain.


"Vid bawa aku ke tempat makan, aku lapar" pinta Almira yang merasa lapar setelah bersedih.


David tak banyak bertanya dia menuruti keinginan Almira dengan membawa istri Bos nya ke restoran yang agak jauh dari hotel.

__ADS_1


Sesampainya di restoran Almira langsung di pesankan makanan oleh David, dan Almira masakan dengan khitmat tanpa memikirkan kesedihan nya.


Almira memang tipe yang mudah lupa, tapi jika di ingatkan dia akan terus berlanjut sedih meski tak terlalu lebay.


"Nona tuan Justine menelpon" ucap David tiba-tiba.


"Jangan angkat, aku sedang malas dengan bule itu" balas Almira.


"Tapi nona tuan__"


"Aku memang miskin dan tidak bisa membayar mu, tapi bisakah kau menjadi seorang kakak untuk ku kali ini saja. dia menyakiti perasaan ku dan aku tak mau melihat nya satu jam ke depan" jelas Almira yang membuat David sedikit terkejut.


"Baiklah aku akan menganggap mu adik untuk satu jam ke depan" sahut David tersenyum.


"Makasih" Almira lanjut makan dan begitupun dengan David yang makan sambil sesekali melihat ke arah Almira.


"Sebenarnya apa yang di lakukan bule bahlul itu sampai membuat Almira sesedih ini, apa dia kembali menghina nya?" batin David bertanya-tanya.


David mematikan ponselnya dia tidak peduli dengan kemarahan Bos nya, dia hanya ingin membuat adiknya nyaman untuk sesaat.


Sedangkan di tempat lain Justine menggerutu.kesal karena Almira kabur, dan David juga tidak bisa di hubungi.


"Kemana mereka, apa Almira benar-benar melakukan apa yang selalu menjadi ancaman nya" gumam Justine tiba-tiba kepikiran ancaman Almira.


"Setelah menjadi janda aku akan menikah lagi dengan David, ya dia cukup baik dan juga pekerja keras aku rasa dia mampu membuat ku hamil di bandingkan Bos nya yang mesum tapi tidak bisa membuat istrinya hamil"


Huh..


"Jika itu benar, aku akan hajar David karena Almira istriku enak saja dia mau menikahi janda ku." gerutu Justine sambil mencoba menelpon Almira dan David.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2