Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Sean Vs Dirly


__ADS_3

Sean baru saja akan menjawab ketika sebuah mobil berhenti dan sosok pria muda keluar dari sana dengan wajah khawatir..dialah Dirly..melihat sosok Sean membuat Dirly mengepalkan tangannya dengan kuat ia melangkah mendekati Sean yang sedang berdiri bersama dengan petugas rumah sakit..


''Paman.......'' sapa Dirly menundukan kepalanya dengan hormat, sementara petugas yang sedang menunggu jawaban Sean hanya sanggup membeku.....


''Jadi tuan adalah pamannya..'' ucap petugas itu dengan sangat terkejut, dia pikir Sean adalah suami atau kekasihnya...


Pria ini datang dengan wajah tak kalah pucat dari pasien, pasti hubungan mereka sangat dekat hingga ia begitu khawatir..


Sean mengangguk membenarkan, ia sedikit kesal entah mengapa...


''Kau benar aku adalah pamannya..bagaimana keadaannya..'' ucap Sean mengabaikan kehadiran Dirly..


''Pasien akan di rawat inab karna dokter harus memberikannya antibiotik dan sekaligus memeriksa lebih dalam lambungnya, bisakah tuan ikut aku untuk tanda tangan di bangian adminstrasi...''ucap petugas itu dengan menunduk...


Sebelum Sean pergi ia masih sempat menoleh kepada Dirly,....


''Bisakah kau pulang saja, kau sama sekali tidak di butuhkan disini.'' ucap Sean hendak melangkah..


''Serena menghubungiku paman Sean, dia menghubungiku karna aku kekasihnya...'' ucap Dirly dengan percaya diri...


Sean menoleh jemarinya terkepal dia mendekati Dirly dengan menggertakan giginya....wajahnya mengeras..


''Serena masih kecil dan aku sama sekali tidak menginjinkan dia pacaran apalagi denganmu,...''


Dirly tersenyum dengan kesal....ia balik menantang Sean..


''Bukankah paman hanyalah paman angkat, aku tidak tahan lagi mengenai ini paman, namun aku rasa paman sudah keterlaluan...kalian tidak ada hubungan darah ingat...''


Kata-kata Dirly sanggup membuat Sean meradang hingga ia berbalik dan mencengkram ujung kaos Dirly dengan tatapan tajam..


''Beraninya kau mengatakan hal itu.,...kau bahkan tidak di butuhkan...kau bukan siapa-siapa, meski aku bukan paman kandungnya namun...aku adalah walinya, Serena berada di bawah perlindunganku...apa kau dengar...''


''Sampai kapan paman....apakah ketika kau menikah kau akan terus membawanya, bagaimana dengan istrimu...apakah dia mengijinkannya paman...? karna itu menyerahlah paman Sean, aku mencintai Serena dan akan menjaganya mungkin lebih baik dari paman......''


''Sial aku akan membunuhmu........''


Namun di tengah pertengkaran seorang p


''Permisi...siapa tuan Dirly.....''


Cengkraman di leher Dirly melemah, mereka berbalik serempak....


''Ada apa...'' ucap Sean dengan tajam..

__ADS_1


''Nona Serena ingin di temani tuan Dirly...''


Ucapan sang petugas membuat Dirly menegakan tubuhnya dengan bangga, ia pun menatap Sean dengan tajam....


''Aku tak akan menyerah paman, Serena memilihku di antara kita berdua dan aku harap, berhentilah memberi perhatian lebih kepadanya, atau...semua akan berpikir aneh dengan sikapmu, mereka akan berpikir sang paman angkat menyukai keponakan angkatnya..aku yakin paman tidak seperti itu kan....aku harus menemani Serena,...kekasihku..''


Dirly melangkah menuju ruangan meninggalkan Sean yang berdiri terpaku disana, jantungnya berdegup keras merasakan nyeri..ia pria dewasa mengapa bisa merasakan ini...?


Mengapa....???


**********


Serena sudah di pindahkan ruang rawat inap kelas vvip, dan membuatnya nyaman, gadis itu baru saja menerima suntikan anti biotik di tubuhnya, dan menjadi lebih baik, perutnya sudah tidak terasa perih lagi...dan ia merasa baik-baik saja....


Dirly baru saja pulang setelah menemaninya dari ruangan di IGD sampai di ruangan, Serena tau jika sang paman tidak masuk melihatnya namun ia hanya membayar tagihan lalu pulang, mungkin menemui calon istrinya Rika..


Mata Serena menjadi panas, mengapa ia melakukan hal bodoh di depan paman dan kekasihnya...kelakuannya seperti anak-anak...Serena merasa begitu malu...sampai airmatanya menetes....


Mulai dari sekarang Serena akan menguatkan hatinya, perasaan ini teramat salah dan Serena tak akan pernah memelihara perasaan ini dan membuatnya tersiksa sendiri,...paman Sean bukanlah milikknya....bukan milikknya...


Serena segera menghapus bekas airmatanya ketika sadar ada pintu terbuka...


Deg!!!!


Baru saja ia bilang ingin melupakan namun, paman Sean malah datang dan membuat ia goyah...apa yang harus ia lakukan dengan perasaannya...?


''Serena...''


''Paman Sean....'' bisik Serena menunduk hormat..


Sean merasa ia bisa bernafas lebih baik ketika melihat gadis ini tersenyum, hatinya menjadi lega...Sean membawa makanan yang aman bagi lambung dan mendekati Serena mengapa ia menjadi gugup begini...?


''Bagaimana keadaanmu Serena...''


''Aku baik paman.....sudah lebih baik, semalam Dirly menemaniku.......''


''Yah...maaf...karna semalam bibi Rika, dia membutuhkan paman jadi....paman harus menemuinya...'' Sean memutuskan berbohong..


Yang sebenarnya adalah dia menunggu di luar rumah sakit sampai Serena masuk ke daam ruangan.....Sean ada disana dan menunggu dengan cemas, namun...Serena tak perlu tau itu...sejak semalam ia memutuskan untuk benar-benar menjaga jarak..kata-kata Dirly benar...ia tak akan bisa menjaga Serena seumur hidup dan Sean tak akan bisa memaafkan dirinya jika karna dia Serena terluka lagi....


Deg!!!!!!


Dada Serena serasa sesak ketika mendengar nama bibi Rika, yah...mengapa ia begitu cemburu,..mengapa.....??

__ADS_1


''Syukurlah paman......''


Sean mendekat dan membuat Serena menjadi gugup, pria itu meletakan makanan dan tersenyum..


''Apa kau sudah makan....''


''Belum tapi aku akan makan nanti...''ucap Serena menghindar...


Sean menggeleng lalu membuka kotak makanan,


''Kau harus makan sekarang dan jangan menunda, atau kau akan sakit lagi....paman memesan bubur spesial ini dari restoran langganan paman, kau akan menyukainya,....minum air dahulu, biarkan aku menyuapimu...''


Sean lalu mulai menyuapi Serena sementara mata mereka saling memenjara masing-masing dengan perasaannya...


Hati Serena seperti di iris, menyadari Sean mungkin kasihan kepadanya, yah..dia hanyalah gadis yatim piatu yang tak punya tempat tinggal dan berada di bawah perlindungan pria ini, ia mengutuk perasaan cintanya pada Sean yang seharusnya tidak ia rasakan....namun, semakin ia menepis perasaan itu, ia semakin di buat tidak berdaya...


Serena sungguh telah jatuh cinta pada Sean, dan menjadi sakit sendiri....ia tak tau cara melepaskan diri dari perasaannya...


Mata Serena berkaca-kaca,..ia sudah gila, perasaan ini membuatnya sungguh gila....ia tak bisa membiarkan Sean mendekat karna Serena tak akan mampu menahan perasaannnya...


''Aku akan makan sendiri...paman...'' Serena menolak ketika Sean hendak menyuapinya lagi...


''Mengapa.....kau menolakku Serena...'' tatap Sean mengeraskan wajahnya....


Serena tersenyum ketika airmatanya menetes....


''Berhentilah memberiku perhatian karna itu akan menyakitiku.....'' ucap Serena tegas,....


Sean sungguh kehilangan kata...


''Apa maksudmu...Serena,....''


''Jika kau bersikap terus seperti ini maka hatiku yang polos ini akan berpikir kau memikirkanku, kau mengkhawatirkan aku, kau tak bisa melepaskan aku, bahkan aku bisa berpikir kau mencintaiku......''


Sean mengeraskan wajahnya...


''Serena....''


''Aku akan menjadi gila paman....bukankah ini salah....jadi mari hentikan semua kegilaan ini dan bersikaplah dengan normal...'' ucap Serena dengan tegas..


Sean mengeraskan wajahnya.......


''Serena,........''

__ADS_1


__ADS_2