
Serena sungguh tak bisa mengatakan apapun lagi ia benar-benar kesal karna Jarvis tidak menyia-nyiakan waktu untuk mengajak mereka kerumahnya..
Sebuah rumah dengan konsep bergaya klasik dengan bangunan sedikit kuno dan misterius adalah rumah milik Jarvis, disinilah pria itu tinggal sendirian setelah istrinya meninggal 3 tahun lalu...
''Masuklah Serena..kau akan menyukai rumah ini..'' ucap Jarvis seolah dialah pemilik rumah ini..
Serena hanya menaikan sudut bibirnya sebagai tanda kesopanan..ia sungguh tak mengerti mengapa Dirly sangat percaya kepada kakaknya yang misterius ini..
''Ayo kita masuk sayang...'' ucap Dirly sembari memeluk Serena masuk..
Yang di rasakan Serena adalah dingin dan sedikit merinding...rumah ini terlihat sangat tua dengan semua perlengkapan di ruang tamu bergaya jaman dulu....
Sunyi dan sedikit menakutkan, seperti rumah hantu di dalam film...Serena memeluk tubuhnya sendiri....
''Nanti kamar kalian akan berada di atas...bagaimana kalau kita kesana.''ucap Jarvis menjelaskan..
Pandangan Serena naik ke lantai dua yang cukup redup di cuaca siang bolong seperti ini...apalagi malam hari..?
Dirly ingin melangkah namun ia menerima panggilan telp,
''Serena pergilah bersama kakakku lebih dahulu....aku akan menerima telp..''
Serena ingin menyela namun terlambat Dirly sudah pergi meninggalkan keheningan yang mencekam antara dirinya dan juga Jarvis...
__ADS_1
''Ayo Serena,...kita berdua saja yang pergi...'' ucap Jarvis memberi jalan Serena lebih dahulu...
Serena menghela nafas lalu melangkah bersama Jarvis menuju tangga...hening sepanjang perjalanan pendek mereka ketika sampai di lantai dua...Serena sedikit membeku ketika membayangkan disini hanya ada dua kamar...
''Ada dua kamar....'' ucap Serena terkejut..
''Di sebelahnya adalah kamarku Serena..apakah kau mau masuk..''
''Tidak untuk apa....aku akan masuk ke dalam kamar pribadiku dan juga suamiku nanti..'' Serena mengangkat alisnya...
Jarvis hanya menganggukan kepalanya..
''Baiklah terserah kepadamu....Serena...ayo kita masuk...'' Jarvis kembali mengulum senyum..
Serena membeku dan sedikit mengerang menyadari kalau kamar ini sudah di dekorasi ala kamar penganti walau pernikahan itu bahkan belum di gelar...
Jarvis mendekatkan wajahnya menghirup aroma tubuh Serena yang memabukan dari belakang gadis ini ketika Serena tidak fokus..
Betapa cantiknya gadis ini, betapa sempurnanya dia...tubuhnya....Jarvis tak mampu lagi mengatakan apapun....selain dia sangat terpana dengan kecantikan Serena...
''Serena...''
Nafas yang hangat itu membuat Serena sontak berbalik karna terlalu terkejut, dan saat itulah Jarvis segera menariknya ke dalam pelukan posesifnya hingga keduanya bertatapan tajam...
__ADS_1
''Apa yang sedang kau lakukan.....''
''Ssst...adik tersayangku pasti akan mendengarmu Serena...'
''Lepas atau aku akan berteriak.......''
Namun di luar dugaan Jarvis tertawa dengan lantang....hingga Serena menjadi merinding...
''Teriaklah lalu Dirly akan patah hati,....''desis Jarvis tersenyum..
Serena menggertakan giginya...
''Aku adalah calon adik iparmu Jarvis..bukankah kau sangat keterlaluan..bukankah kau..sedang melecehkan aku...''
''Kau sangat cantik sayangku....bukankah aku lebih baik dari Dirly,....bagaimana kalau kita berdua saja yang menikah...'' tawar Jarvis tanpa malu..
Pria ini sudah gila..bagaimana bisa dia berpikir Serena akan bersedia menikah dengannya..? Dirly...dia hanya mau Dirly dan bukan pria lain..
''Kau sudah gila.....kita tak akan tinggal bersama...aku tak akan pernah setuju tinggal di rumah ini..''
Jarvis tersenyum dingin...
Kali ini ia meraih tubuh Serena merapat dan mendekatkan wajahnya..bibirnya hampir mendarat di bibir Serena hingga gadis itu mengerang...
__ADS_1
''Jarvis.....''