
''Serena.....''
Suara berat itu membuat Seina membalikan tubuhnya dan..
''Aaaarrrrrgghhhttt.........''
Arden hampir jatuh mendengar teriakan Serena yang keras....
''Serena...bisakah kau memelankan suaramu.''
''Mengapa kau ada disini...kau seorang mafia kan....kau bisa membuat Dirly bangun...'' teriak Seina menuduh..
Arden sedikit tertegun karna cara bicara Serena yang berbeda..
''Aku mencarimu kemana-mana... ternyata firasatku benar kau ada disini..bukankah lebih baik dia bangun.'' ucap Arden menarik kursi dan duduk di samping Seina yang dia kira adalah Serena....
Seina melirik sedikit ke arah Arden...ternyata pria ini tidak terlalu menakutkan..berbeda dengan si Jarvis yang terlalu mengerikan...
''Serena...''
Saat itulah Seina menoleh kepada Arden...
''Bisakah kau mengembalikan pengenalku..''
''Kau masih berhutang..''
''Aku akan membayarnya....aku juga ingin memberikanmu nomor ponselku yang baru, jadi jangan menghubungiku di nomor lama..'' ucap Seina..
Arden akhirnya mengangguk patuh lalu mengembalikan kartu identitas Serena,..
__ADS_1
lalu pria itu menatap kepada tubuh Dirly yang terbaring...
''Dia tampan juga...''
''Sangat tampan...'' balas Seina menghela nafas...
''Dia kekasihmu....''
Seina menoleh dan sedikit bingung....lalu menggeleng...
''Seperti dia kakaku...bukan kekasih..''
''Tapi dari informasi yang aku dapat kau dan dia bertunangan...''
Seina menoleh dan memukul bahu Arden hingga pria itu sedikit terkejut dengan tindakan lancang Seina yang menggemaskan...
''Kau........''
''Jadi maksudmu aku tidak pintar....'' suara Arden tidak terima..
Seina tertawa...dan itu terlihat menggemaskan di mata Arden...
''Kau pintar.....'' ucap Seina ketika melihat ujung pistol yang sengaja di perlihatkan Arden untuk menakutinya..
''Ehmm....bagaimana kalau kita makan siang...''
Seina melirik jam di tangannya, kak Sean bilang akan ada satu perawat yang berjaga menggantikannya...
''Baiklah....tapi aku tidak punya uang....'' ucap Seina dengan wajah polos..
__ADS_1
''Aku yang akan membayarnya...''
''Jangan masukan di dalam hutangku...''protes Seina dengan tegas.,...
Arden langsung mengangguk...
''Baiklah...aku tidak akan melakukannya....ayo...''
Arden berdiri dan melangkah...mendahului Seina...mereka pun keluar dari ruang perawatan dan langsung di gantikan perawat jaga...
Melangkah melewati lorong rumah sakit, Seina tanpa sadar mengalungkan tangannya di lengan Arden merapat padanya dan itu ia lakukan tanpa sadar...biasanya Seina melangkah harus menggandeng seseorang agar merasa aman..dan kebiasaan itu sudah dari dulu ia lakukan....ketika berjalamn bersama teman, orangtua angkatnya dan juga sang kakak Serena...namun kali ini Serena benar-benar lupa kalau dia sedang menggandeng tangan seorang mafia...
Sementara Arden merasa hangat dan bingung ketika jemari Seina seolah bergantung padanya..ini pertama kalinya dia merasakan hal ini...hidupnya keras sebagai seorang Mafia dan sentuhan Serena yang spontan langsung menggetarkan hatinya....
Arden tersenyum...
Mereka lalu melangkah menuju sebuah restoran dekat rumah sakit dan Seina terus mengalungkan tangannya di lengan Arden.....
''Selamat datang tuan dan nyonya...kami sedang menyediakan menu baru buat pasangan suami istri seperti anda berdua silahkan..''
Deg!!!
''Suami istri...'' ulang Seina ingin tertawa...
Namun ia segera sadar ketika ia sendiri yang memperlihatkan bahwa mereka mempunyai hubungan itu...
Seina ingin menarik tangannya namun...Arden semakin menggenggam tangannya...
''Kami tidak sabar ingin menikmati menu spesial itu....'' ucap Arden dengan mata berbinar sementara Seina hanya menghela nafas pasrah..
__ADS_1
Mengapa dia melunak terhadap Arden...kakak akan membunuhnya jika tau....Seina menjadi pucat....