
Serena seakan tak percaya melihat Axel berani mengancamnya....kalau dulu ia takut maka sekarang berbeda...mereka sudah sama-sama tau jadi Serena tak akan mau mengalah..
''Kau sedang mengancamku...yang benar saja..''
Serena mengepalkan tangannya dan sekali lagi...
Bughh!!!!!
Tangan Serena memukul wajah Axel hingga pria itu mengerang....
''Aaacchh..Serena...''
''Aku akan mengadukanmu kepada paman atas apa yang kau lakukan.....'' jerit Serena keras...
Serena lalu melangkah menjauhi parkiran kampus sementara Alex hanya menatap Serena yang menjauh...
''Serena...baiklah....aku akan mencoba lagi...gadis itu benar-benar..kuat sekali...''
Axel lalu melangkah ke arah mobilnya namun sesaat ia menatap ke arah kampus..
''Yah....kau kuliah disini..bagaimana kalau kita bertemu disini..pastilah sangat indah sayang,....aku pasti akan mendapatkan hatimu..''
**********
Serena duduk di depan tv sambil menonton, sementara itu Axel pulang dan mendekatinya...Serena mengangkat wajahnya dan sedikit terkejut melihat bekas dar*h di bibir Axel...apakah dia memukul terlalu keras...?? Serena memilih fokus pada drama turky yang ia tonton..dan sebuah bucket bunga mawar putih di berikan Axel kepadanya..
Serena mengangkat wajahnya malas..
''Aku tak suka bunga,..''
''Sementara ini aku memberikanmu bunga lebih dahulu nanti akan menyusul bunga Bank..'' canda Axel hingga mata Serena melebar..
''Lucu sekali.....''
Axel menjatuhkan diri di hadapan Serena dan membuat gadis itu sedikit terkejut...
''Aku benar-benar minta maaf kepadamu Serena..mungkin kau berpikir...aku brengsek, aku jahat, aku benar-benar pria yang tidak tau malu namun Serena...aku mengakui semuanya....akulah pria itu..dan aku minta maaf...kau boleh memukulku lagi di sini di sebelah rahangku...aku tidak keberatan Serena..asal kau bisa memaafkan aku dan aku tenang...''
Serena terdiam lalu menatap Axel dengan tajam...dan akhirnya ia tak punya pilihan meski ia masih marah namun..mereka serumah lebih baik berdamai saja..toh tak ada yang di rugikan..
''Aku masih belum puas memukulmu...'' jerit Serena mengepalkan tangannya..
Axel memejamkan matanya seolah bersiap kalau saja ia akan mendapatkan pukulan lagi...ia akan menerimanya dengan senang hati...namun ekspresi Axel sungguh lucu dan membuat Serena tertawa...
''Wajahmu lucu sekali Axel...''
Axel membuka matanya dan sekali lagi terpana melihat tawa Serena yang lepas...sungguh gadis ini manis sekali....mengapa hatinya berdebar sekarang..
''Yah..kau menertawakan aku Serena,...''
''Mengapa..kau tidak puas....kau mau melawanku...'' ucap Serena bersedekap..
Axel menggeleng takut...
''Tidak...kau adalah ratuku sekarang Serena, akulah pelayanmu..'' ucap Axel menunduk sambil menyerahkan bunga dan langsung di terima..
''Aku suka mawar putih, tapi Axel kau masih dalam masa percobaan jadi...jangan pernah mengecewakan aku....''
__ADS_1
Axel mengangguk patuh,..lalu menulurkan tangannya..
''Kita berdamai sekarang....'' ucap Axel dengan mata berbinar...
Serena menganggukan kepalanya...
''Yah....kita berdamai sekarang..'' ucap Serena membalas uluran tangannya..
Dan di saat yang sama...
Sean pulang dan tak sengaja melihat Axel sedang mencium tangan Serena dan ironisnya Serena membiarkan Axel menyentuh jemarinya...
Padahal tadi pagi Serena masih begitu membencinya namun lihatlah sekarang...dengan gampangnya Serena tertawa dan memberikan tangannya untuk di cium oleh Axel...
Sean sungguh terbakar cemburu...lalu melonggarkan tenggorokannya dan masuk sengaja membanting pintu hingga menimbulkan bunyi yang mengerikan...
Serena dan Axel terkejut terutama bagi Serena...ia bisa melihat jelas jika tatapan tajam sang paman di arahkan kepadanya..
''Selamat malam paman....'' ucap Serena menunduk hormat..di ikuti Axel yang berdiri di samping Serena namun matanya menatap ke arah Serena dan membuat Sean merasa panas...
''Siapa yang menjemputmu tadi Serena..''
''Aku naik taxi....''
Axel menoleh...
''Serena...bagaimana kalau mulai sekarang kau naik mobil bersamaku saja,....aku akan mengantar dan menjemputmu...''
''Tidak...'' ucap Serena tegas...
''Ikutlah dengan Axel saja Serena,...dia juga akan kulaih di tempat yang sama denganmu jadi kalian berdua bisa bersama....'' ucap Sean dengan dingin...
Axel mengangguk senang..
''Serena...pamanku saja mengijinkan...apa kau setuju...''
''Tidak.....aku tidak mau...'' ucap Serena tajam..
Axel pun hanya mengangguk, ini masih awal...dan ia tak boleh memaksa Serena dulu....pelan-pelan ia akan mendapatkan Serena,....
Sedangkan Sean hanya diam saja lalu melangkah menaiki tangga...
Serena pun menatap ke atas tangga dengan kerutan di dahi..mengapa paman malah menyuruhnya bersama Axel...
''Serena....bagaimana kalau kita...''
''Aku baru ingat ada tugas..ya ampun dosen itu akan membunuhku..'' jerit Serena dengan tatapan minta maaf...
Axel hanya mengangguk pasrah menatap tubuh Serena yang menjauh menaiki tangga..ia tersenyum...
Serena sudah memaafkan dirinya jadi....semua masalah selesai...
****
Makan malam itu sangat tegang..sepanjang makan malam Sean tidak menguarkan sepatah katapun hingga hening yang mencekam..hanya ada suara dentingan sendok dan piring yang bergesekan..
''Paman...kapan aku bisa masuk ke kampus..''
__ADS_1
''Minggu depan Axel..''ucap Sean dengan dingin..
Axel menatap ke arah Serena,...
''Aku ingin di kelas yang sama denganmu Serena..aku ingin kita berangkat dan pulang bersama,. lalu mengerjakan semua tugas bersama..aku tidak sabar lagi Serena...''
''Ehm...Caleb apakah kau lupa mengatakan peraturan pada Axel jika sedang makan di larang bicara...''
Caleb mengernyit...bukankah selama ini jika dia dan Serena sendiri mereka makan sambil bicara...bahkan tertawa bersama...apakah ini peraturan baru...''
''Mengapa peraturannya kaku sekali paman.....''
''Jika kau tidak suka maka kau boleh pergi dari sini... Axel..''
Sean lalu menyudahi makan malamnya lalu melangkah lebih dahulu ke kamarnya...sementara Serena dan Axel saling menatap..
''Apaka pamanku adalah orang yang suka marah-marah Serena...''
Serena membeku dan berdehem...
''Entahlah...kau lebih tau pamanmu bukan..'' Serena memilih melanjutkan makannya...
*****
Serena mengetuk pintu ruang kerja Sean sembari membawa kopi untuk sang paman..
Pintu terbuka dan Serena pun masuk,....ia menjadi gugup dengan tatapan Sean kepadanya,....
''Paman...ini kopinya...''
Sean tak perduli soal kopi..hatinya panas sekali malah Serena membawanya kopi...
''Apa kau menikmati ketika dia mencium tangannya tadi Serena..''
Deg!!!!
Serena menatap Sean dan mendesah...
''Paman.......aku tidak...''
''Aku jelas-jelas melihatmu tadi..kau dan Axel...kalian......''
Kata-kata Sean menggantung ketika Serena menghambur kepadanya dan melum** bibirnya dengan panas....lidahnya menjelajah masuk dan mengul** bibir Sean yang kaku dan dingin..
Serena lantas melepaskan ciuman mereka sekaligus memadamkan amarahnya..
''Aku mencintaimu hanya mencintaimu..bisakah kau percaya kepadaku....''
Deg!!
Sean benar-benar putus asa..jelas sekali ia melihat kalau Axel tidak pernah gentar mendekati Serena bahwa jika dia terlambat maka Serena akan di rebut keponakannya sendiri...
Apa yang harus Sean lakukan..??
Sean mendekat dan melum** bib*r Serena sembari jemarinya membuka kancing atasan Serena,..
Matanya bersinar nekat...
__ADS_1