Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Keras Kepala


__ADS_3

Ketika percintaan itu mencapai puncak..tubuh Sean ambruk di samping Serena..matanya masih terpejam dengan senyuman yang begitu puas...bagaimanapun ini sangat nikmat dan berbeda dari para kekasihnya dulu..dengan Serena...dia sangat puas, dan kenikmatan itu berbeda, sensasinya indah dan membuatnya sampai gemetar..


Mungkin karna ia terlalu mencintai Serena..yah..ia terlalu cinta...


Sean membuka mata dan menemukan Serena sedang memejamkan matanya dengan kedua tangannya...pria itu lalu mendekat, menarik turun tangan Serena dan menatap wajahnya yang malu..


''Sayangku...''


''Sakit.......'' desah Serena dengan mata yang basah..''


''Kau masih merasa nyeri....'' tanya Sean merasa sangat bersalah...


''Yah....'' isak Serena tak kuasa menahan kesedihan..Serena yang malang..serena yang baru saja kehilangan kesucian dan Serena yang manis...


Sean langsung meraih tubuh Serena ke dalam pelukannya dan mengecup dahi Serena dengan sayang..sungguh ia mencintai gadis kecil ini dan tak sanggup kehilangannya lagi...


Isakan Serena semakin menggema...selain rasa sakitnya ia menjadi bingung dengan perasaannya, ia jelas masih mencintai Sean namun bagaimana dengan Dirly..ia harus berkata apa...?


Namun bersama Sean ia bahagia..seakan melupakan semua rasa sakit hatinya dahulu begitu saja...


''Aku mencintaimu Serena....bagaimanapun terimakasih kau masih menjaga kehormatanmu sampai kita bertemu...aku...akan bahagia dan menikahimu..''


Tangisan Serena berhenti begitu saja...ia menjauhkan tubuhnya dan menatap Sean yang tampak serius..


''Tidak...kita tak bisa menikah..''

__ADS_1


''Mengapa.....kita telah bersama...jangan menunda Serena..'''


''Aku telah bertunangan dengan Dirly...''


Sean menjauhkan tubuhnya...ia menatap tajam ke arah Serena..


''Lalu kau pikir dia akan menerimamu..''


Serena berdehem..


''Ayolah Sean..kita hidup di jaman apa...kesucian itu tidak penting, kita di negara yang bebas..aku yakin Dirly akan mengerti...''


Sean mengusap wajahnya dengan kasar...yang benar saja..mengapa dia yang harus mengiba..?? jaman apa sekarang..??


''Jangan lupa jika dulu kau yang menyakitiku...Dirly...dia yang mengangkatku dan menolongku...''


''Aku akan bicara padanya sesama pria..mungkin saja kau akan hamil...''


Berbicara tentang hamil...Serena baru sadar jika Sean menumpahkan benihnya di dalam rahimnya..


Oww shhiitt.....


Serena melompat hendak ke kamar mandi dan membersihkan dirinya..dan sekaligus mengeluarkan calon benih yang akan tumbuh di dalam rahimnnya..


Namun......

__ADS_1


Sean seperti bisa membaca pikiran Serena...pria itu lalu menarik tubuh Serena dan menekannya di ranjang agar dia tidak bisa bergerak...


''Sean....''


''Kau sangat keras kepala Serena...aku pikir dengan kita bercinta kau akan dengan senang hati menyambutku tapi....malah...kau semakin keras kepala...jangan bergerak...biarkan benihku tumbuh..''


''Sean...lepaskan aku....''


''Tidak manis....kau adalah milikku, jika aku tak bisa menghentikanmu maka...aku pastikan anakku akan membantuku..''


Sean hanya menahan diri ketika Serena menyerangnya, segala umpatan keluar dari bibir indah Serena namun...Sean malah menikmatinya...


Ia harus menikahi Serena apapun yang terjadi...siapapun pria di luar sana tak akan mampu menghalanginya...


Sementara Serena meronta...airmatanya menetes..


''Tidak...aku tidak mau Sean...lepaskan aku....Sean...''


''Ssst diam saja atau aku akan memasukimu lagi...''


Serena membeku dan menggeleng tegas..mana mungkin dia mau...dia sudah gila jika mau melakukannya..miliknya serasa hancur...akibat kej*ntanan Sean yang terasa penuh dan besar...


''Awas kau....Sean........'' jerit Serena kesal...


Sementara Sean hanya tersenyum menang.......

__ADS_1


__ADS_2