
Sepanjang perjalanan di isi dengan keheningan yang mengigit, Serena maupun Sean tidak banyak bicara, mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing.
Begitu mobil memasuki rumah, Serena lebih dahulu keluar dan meninggalkan Sean di belakangnya...hingga pria itu mengepalkan tangannya..
''Serena....tunggu...'' Sean keluar dari mobil dan mendekati Serena dan keduanya saling bertatapan...
''Kau bahkan mulai menghilangkan sopan santunmu...''suara Sean terdengar tajam.
Serena tersenyum dengan begitu manis, namun ia terlihat begitu dingin, lalu beberapa saat kemudian ia membungkukan badan di hadapan Sean...
''Selamat malam paman Sean, aku sudah lelah, dan aku ingin istirahat sekarang..aku harap paman bisa tidur dengan nyenyak dan mimpi yang indah.....''
Sean terdiam di tempatnya berdiri, ia hanya bisa memandang nanar ketika Serena melangkah meninggalkan ia sendirian dalam kengerian yang menyakitkan untuknya...
Serena........desah Sean benar-benar merasakan yang lain di dalam hatinya, tidak..mana mungkin karna gadis kecil ini, astaga bahkan Sean tak bisa menyukai Serena sampai kapanpun, di depan mereka ada jurang yang dalam dan tak mungkin bisa mereka sebrangi, lagipula mereka sangat berbeda, mungkin ia merasakan perasaan ini karna kedatangan Serena yang tiba-tiba dan kebetulan juga Sean sedang kesepian dan ia tergoda dan bukan berati perasaan ini serius dan bertahan lama...mungkin dia harus kembali mencari wanita lain yang baik dan akhirnya melupakan Serena..
Pria itu masih berdiri disana dengan hati yang berusaha kuat melupakan karna Sean tau...mereks tidak mungkin bersama..
Lagipula, ia tidak mungkin jatuh cinta pada seorang gadis kecil..
Sean akan membuktikan bahwa perasaan yang ia rasakan saat ini hanyalah sebuah ilusi..
*************
Sedangkan malam itu Serena juga tak dapat tidur, ia juga memikirkan bagaimana bisa ia suka pada Paman Sean yang seharusnya ia anggap seperti orang tua.. apakah perasaannya mungkin tidak normal..? karna menyukai pria yang lebih tua..? jelas Serena sudah tak bisa melakukan apapun lagi selain ia harus melupakan paman Sean, apalagi pria itu seprti menghindarinya..
Mata Serena menjadi basah...mungkin karna ini masa pubernya, dia akan gampang jatuh cinta dan menyukai walau di beri perhatian kecil. jadi..Serena pikir.,..ia harus kembali ke perasaannya yang wajar, bagaimanapun ia sudah melukai Dirly kekasihnya, mereka seumuran dan merekalah yang pantas bersama...
Serena memejamkan matanya yang basah, tapi mengapa ia masih merasakan sakit di hatinya..mengapa ia juga tak bisa melupakan paman Sean..mengapa tak bisa melupakannya....?
Serena menangis malam itu sampai ia tertidur, ia ingin sekali melupakan semuanya, agar besok pagi ketika ia bangun..perasaan ini sudah tidak ada lagi di dalam dirinya..
**************************
Pagi yang cerah...dan hari yang libur,..
Serean turun dari tangga untuk sarapan dengan wajah datarnya, para pelayan sudah menyiapkan sarapannya, ada Caleb yang selalu setia menemaninya...namun ada yang berbeda hari ini yaitu Serena ia tidak tampak ada di meja makan, hingga memunculkan tanya di benak Sean, kemana Serena sepagi ini..bahkan ini hari libur, tanggal merah..bahkan kampus juga tutup bukan, ataukah pendidikan sekarang membuat mahasiswa tetap sekolah di tanggal merah...ini masih jam 6 pagi.
''Selamat pagi tuan Sean..'' sapa Caleb menundukan kepalanya..
''Dimana Serena...''
__ADS_1
Caleb tersenyum,
''Nona Serena sedang olahraga di taman kota...''
''Apa...taman kota...?''
Sean membeku, taman kota biasanya di pakai untuk para anak muda berkumpul, ada yang pacaran bahkan ada yang menemukan pacar disana,...ada banyak pria muda disana dan,..apakah mereka akan menggoda Serena..tentu saja, dia gadis yang cantik dan sempurna bagaimana mungkin mereka tidak tergoda, sedangkan dia yang dewasa saja bisa kehilangan kendali.....
''Tuan Sean...sarapan tuan sudah siap...''
Sean menatap tajam ke arah Caleb...
''Jika dia kembali suruh dia langsung ke ruang kerjaku Caleb...''
''Baik tuan Sean.....''
Sean mengangguk lalu hendak melangkah...
''Tuan tidak sarapan....''
''Aku sudah kenyang....''ucap Sean kecut lalu melangkah kembali ke arah tangga...
Caleb hanya mampu menggelengkan kepalanya, bagaimana mungkin tuan Sean berubah dalam sekejap...ada apa dengannya...??
***********
Serena di antar oleh Dirly sampai di gerbang, mereka sudah berbaikan tadi pagi lewat pesan yang akhirnya mereka sepakat olahraga saat itu juga....
Serena tampak senang ia sedikit melupakan kesedihannya karna penolakan paman Sean,jadi Dirly benar-benar menghiburnya,....
Serena melambai pada mobil Dirly yang menjauh dan segera masuk ke dalam gerbang...namun belum sampai di pintu masuk, ia sudah di sambut dengan tatapan tajam paman Caleb...
''Jangan menatapku seperti itu paman Caleb, masih pagi untuk melihat hantu..'' Serena memutar bolamatanya dengan ekspresi lelah..
Caleb berdehem....
''Pamanmu sedang menunggumu di ruang kerjanya lagi pagi ini..''
''Hah,....aku di panggil lagi..aku tidak berbuat kesalahan paman Caleb....'' Serena mulai merengek....
Caleb mengangkat bahu,
__ADS_1
''Dia bahkan tidak sarapan karna marah....''
Serena menjadi takut...
''Bagaimana kalau aku mandi dulu....''
''Tidak ada waktu Serena...''
''Baiklah temani aku paman Caleb, bagaimana kalau paman memakanku.....''
Tatapan Caleb mengeras........
''Baiklah aku takut paman antarkan aku.....please..'' pinta Serena memohon dan Caleb tak mampu menolak Serena yang dia anggap putri kecilnya...
''Baiklah....cepat kita kesana atau dia akan semakin murka...''
Serena menganggukan kepala dengan cepat, mereka pun segera masuk menuju lantai atas ruang kerja Sean..
Pntu di ketuk dan.....
Caleb pun masuk lebih dahulu dan membuat Sean hanya menaikan alisnya sebelah...sambil bersedekap dengan tatapan membunuh..
''Caleb....jangan coba membelanya, keluar kau dan biarkan Serena yang masuk.....''
Pintu terdorng lebar dan akhirnya menampilkan sosok Serena yang semalam datang di mimpinya..
Deg!!!!
Serena sangat indah, hanya itu yang bisa menggambarkan Serena di mata Sean, dan gadis itu melangkah takut-taku sembari menarik Caleb ikut bersamanya...
''Lepaskan tangan Caleb.....'' suara dingin itu memb uat Serena membeku dan langsung melepas tangan Caleb dan berdiri menatapnya....
Lekuk tubuh Serena begitu indah terlihat ketika memakai pakaian ketat ini, kulitnya putih bersih dan sangat padat...dada Sean bergemuruh......
''Keluar Caleb...sekarang, dan tutup pintunya....'' ucap Sean dengan tatapan menekan..
''Baik tuan..''
Sesaat sebelum keluar Caleb hanya menatap agar Serena pasrah....dan pintu akhirnya di tutup, dan meninggalkan kebekuan di antara keduanya...
''Serena..........''
__ADS_1
''Aku tidak membuat kesalahan, mengapa kau selalu saja mencari kesalahanku....'' tatap Serena dengan mata berkaca-kaca...
Sean bangkit dari kursi kebesarannya dan mendekat.......