Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Benar-Benar Lelah


__ADS_3

Serena sungguh tidak menyangka mendapatkan pemandangan yang mampu menyakitinya, bagaimana mungkin paman melakukannya,...bagaimana mungkin paman menghancurkan hatinya lagi setelah ia berkali-kali terluka...??


''Kau sangat cantik sayang...sangat cantik...wajahmu seperti bibi Elenamu..'' puji Sonya dengan senyuman licik..


Serena tak bisa lagi memandang Sean ia sudah terlalu sakit hati...


''Aku ingin istirahat...'' ucap Serena menunduk hormat..


Dengan langkah yang sedikit pincang ia menyeret tubuhnya menuju tangga..hal itu membuat ia kesulitan...dan Sean pun mendekatinya tanpa bicara..


Sean menundukan tubuhnya dan mengangkat tubuh Serena membawanya naik ke tangga...dan Serena hanya menatapnya dengan sorot mata dingin..ia tidak sedikitpun bicara sepatah kata...Sean membuka pintu kamar dan meletakan tubuh Serena di atas ranjang...


Serena lalu berbalik dan menelimuti tubuhnya sampai kepalanya....hingga Sean hanya menghela nafas...


''Serena...''


''Aku lelah..'' hanya suara itu yang terdengar dari sosok Serena..


Sean pikir ia akan membiarkan Seren tidur sebentar sembari mengantar pulang Sonya, dia hanya butuh Sonya untuk membuat Serena cemburu....dia tidak sungguh-sungguh akan memulai hubungan yang baru...


''Baiklah Serena....aku harus mengantar Sonya pulang setelah itu aku ingin kita bicara....''


Hening.....

__ADS_1


Serena tidak menjawab satu katapun sehingga Sean akhirnya keluar dari kamarnya..setelah Sean keluar dari kamar...


Serena mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang...


''Bisakah kau...membawaku pergi...aku sangat lelah...'' airmata Serena menetes....


***********


Sean pulang ke rumah, entah mengapa hatinya benar-benar tidak tenang sepanjang jalan tadi, sehingga ia memutuskan agar cepat kembali ke rumah karna ingin bicara dengan Serena, entah mengapa tatapan Serena yang berbeda membuat Sean tak bisa berkonsentrasi...


Begitu masuk ke dalam rumah dirinya di sambut oleh Caleb dengan membawakannya sebuah surat..


''Surat...''


''Dari nona Serena...dia telah pergi 1 jam lalu...''


''Tuan Sean....''


''Dengan siapa dia pergi...kemana, apakah Axel membawanya...''


Caleb menggeleng..


''Serena menggunakan Taxi dan membawa tas kecil...dia tidak bicara banyakm wajahnya murung dan seperti habis menangis...tuan Sean...mengapa harus menyiksa dirimu sendiri...mengapa...? sedangkan kau bisa jujur dengan perasaanmu...kalau begini apa yang akan tuan Sean lakukan selain penyesalan..''

__ADS_1


Sean memejamkan matanya segera bangkit dan menyimpan surat di saku jassnya dia menatap Caleb...


''Dia belum jauh Caleb..dia belum jauh..aku pasti akan menemukannya, bukankah dulu aku pernah menemukannya,....''


Caleb hanya menatap iba...


''Jangan sepelehkan hati wanita tuan Sean, karna jika sudah terlalu sakit maka mereka bisa menghilang seperti di telan bumi...''ucap Caleb dengan ketenangannya lalu melangkah prgi meninggalkan Sean yang berdiri sendiri dengan wajahnya yang pucat...


''Tidak mungkin....aku pasti akan menemukanmu Serena...seperti biasa aku pasti akan menemukanmu...''


Sean lalu melangkah keluar dari rumahnya dan menuju mobil sambil menghubungi Axel untuk meminta bantuan....


**********


Di sebuah ruang tunggu bandara, Serena duduk bersama seorang pria yang selama ini selalu mencintainya..


Dialah Dirly...


Saatnya naik ke pesawat...


''Apa kau sudah siap untuk meninggalkan negara ini sayangku...'' bisik Dirly menggenggam jemari Serena dengan erat...


Serena tersenyum di wajah bengkaknya ia mengangguk, membiarkan Dirly memapah tubuhnya..

__ADS_1


''Aku siap Dirly...aku lebih siap dari sebelumnya..''ucap Serena terlihat pasrah...


Selamat tinggal paman Sean,....semoga kau benar-benar bahagia tanpa aku...


__ADS_2