
Serena mulai merasakan aneh, ketika sengatan gairah itu mulai menggodanya...apakah dia sedang bermimpi...??
Memang Serena tak bisa tertidur belakangan ini karna kakak Dirly yang bernama Jarvis terus saja mengiriminya pesan dan menerornya untuk cepat menikah jadi secara otomatis Serena menjadi sedikit gerah dan kesal...waku tidurnya menjadi tidak terkendali...
''Arrrgghh..'' suara ******* kembali lolos ketika oa merasakan put*ng pa yu da ranya di sentuh dengan lidah...ada jejak basah dan sensasi geli itu semakin membuat Serena melayang....
Ohh...sentuhan yang nikmat.....
Kini ia merasakan kedua pa yu da ra nya sedang di mainkan dengan lembut,..rasanya melayang...
Tunggu,...mengapa ia harus merasakan ini..??
Serena akhirnya memutuskan membuka matanya dan,..betapa terkejutnya ia ketika melihat bibi Sean sudah berada di atas pa yu da ra nya dan sedang Menghs*p put*ng pa yu da ra nya dengan santai...
Sementara kemejanya sudah terlepas termasuk bra nya yang entah dimana, sementara...Sean sendiri sudah melepaskan tubuh atasnya,...
Serena mencoba melepaskan diri,...
''Sean....paman Sean hentikan........'
Ajaib...kata-kata itu membuat Sean menjauhkan tubuhnya dari pusat kenikmatan di dada Serena yang basah....nafas keduanya terengah-engah karna gairah yang terlanjur menyala....
__ADS_1
''Paman...jangan memanggilku paman lagi...aku bukan pamanmu sekarang karna kau adalah milikku..''
Lidah Sean kembali menjil*ti put*ng pa yu da ra Serena yang ranum..dan padat...
''Sean.....tunggu...lepaskan aku...'' jerit Serena dengan gusar,....
Namun Sean jauh dari kata berhenti..ia terus menyerang pa yu da ra Serena dan terus menghis*pnya dengan penekanan, sementara Serena merasa bingung dengan gairahnya sendiri...Sean pernah melakukannya dan ia merasa rindu dengan sentuhan Sean mau bagaimana lagi..ia memang rindu..dan terlena...
''Pria itu apakah dia pernah menyentuhmu seperti ini...katakan..'' teriak Sean setengah menuduh..
'Serena tersinggung dan mendorong tubuh Sean menjauh..sementara ia menyambar kemeja milik Sean untuk menutupi dadanya, namun kemeja berwarna putih itu malah mencetak jelas put*ng pa yu da ra nya disana dan membuat Sean semakin terbakar gairah...keduanya berdiri saling menatap dengan tajam...
''Dirly bukan pria sepertimu yang akan menyergapku kapan saja Sean...dia pria yang baik...jangan menuduhnya...''teriak Serena tidak terima..
''Bagus...kalau kau bisa menjaga dirimu Serena, karna hari ini juga aku tak akan melepaskanmu...kita harus saling memiliki dan inilah waktunya..''
Serena menggeleng gusar, ia menatap sekeliling kamar dan menjadi frustasi sendiri...
''Sean tolonglah jangan begini...'' rengek Serena mulai gugup..
Namun Sean tidak merasakan iba atau setidaknya tergoda dengan rintihan Serena kepadanya..kalau dulu ia tidak menyentuh Serena karna waktu itu Serena masih ingin memulai kulaih,...dia tak ingin merusak mood Serena dengan hubungan intim mereka...
__ADS_1
Namun sekarang berbeda...mereka bertemu dan Serena sudah bertunangan saja...tidak...jika Sean melepaskannya sekarang dan tidak menandainya maka...ia akan kehilangan Serena selamanya...yah...dan Sean tak pernah merasa seyakin sekarang..jika Serena menjadi miliknya maka dia tak akan pergi....dan Sean bisa lebih tenang..
''Kau harus menjadi milikku Serena...kau harus memilihku...''
''Tidak.......'' jerit Serena bergerak mundur dan berlari menuju pintu kamar.,..hendak membukanya dan syukurlah terbuka...
Namun tidak lama karna Sean langsung menutup pintu kamar dan menguncinya otomatis..
hingga Serena menjadi panik..
''Sean.....'' jeritnya ketakutan...
Sean menariknya ke dalam pelukannya dan pria itu menghempaskan kemeja sebagai penghalang mereka...ia tersenyum..
''Kau akan menjadi milik seorang Sean,..kau hanya akan menikah denganmu tidak dengan yang lain..''
Mata Serena menjadi basah..
''Sean...aku mohon....jangan lakukan...''
''Aku menginginkanmu sekarang Serena...'' desis Sean dengan tatapan beku...
__ADS_1
Lalu mendekatkan wajahnya...
Deg!!!!!