Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Pelukan Hangat


__ADS_3

Makan malam berakhir dengan begitu hangat dan penuh dengan candaan hingga Sean merasa bahagia, bukan karna Rika namun malam ini Serena terasa lebih ceria dari biasanya, ia makan dalam jumlah yang banyak hingga Sean merasa lebih bersemangat..


Gadis itu lebih banyak tersenyum dan sangat akrab dengan Rika calon istrinya..hingga Sean merasa ia tidak salah memilih calon istri meski mengorbankan hati dan cintanya dengan tetap melangkah pada jalur yang wajar..


Rika akhirnya pamit pulang dengan memeluk erat tubuh Serena dan membisikan sesuatu yang indah di telinga Serena, tentu saja indah karna Serena tersenyum dengan sangat manis...


Caleb juga sudah lebih dahulu pamit naik untuk tertidur, di usianya sekarang Caleb lebih cepat lelah karna faktor usia..


Sedangkan Sean dan Serena masih bermain kartu, yang kalah akan mendapat hukuman di sentil pada dahi atau di cubit...


Serena selalu kalah..hingga ia merasa gemas,...


''Aku yang menang paman...yah...aku tak akan melepaskanmu.'' seru Serena mulai mengepalkan tanggannya kali ini dia akan memberi hukuman berat..


Sean tertawa dengan lepas..dia merasa iba melihat dahi Serena sudah merah jadi Sean pura-pura kalah...


Sean memajukan tubuhnya dan memejamkan matanya bersiap menerima hukuman...


''Paman Sean...bisakah aku meminta hukuman yang lain....''tanya Serena dengan wajah serius..


Sean membuka mata dan membeku melihat wajah Serena yang begitu dekat dengannya sekarang hingga hatinya bergetar lagi dan lagi untuk kesekian kalinya...


''Katakan Serena..'' tatap Sean dengan dalam,..


Serena mengigit bibirnya merasa tidak enak mengatakannya sedangkan ekspresinya semakin membuat Sean menggila....perasaannya mulai menguasainya...


''Katakan saja...''


''Aku ingin memeluk paman...'' ucap Serena dengan senyum yang begitu manis...


''Memeluk.....'' ulang Sean tak menyangka karna Serena justru meminta pelukan kepadanya...


''Serena mengapa kau meminta pelukan...''


Serena menundukan kepalannya...ia harus segera pergi meninggalkan rumah malam ini juga namun, ia sama sekali tak bisa menjauhkan bayangan Sean dari pikirannya...jadi sebagai permintaan terakhir maka Serena hanya meminta sebuah pelukan terakhir..


Mata Serena berkaca-kaca..

__ADS_1


''Sebenarnya aku sedang merindukan orangtua,.....''


Deg!!!!


Serena membeku ketika tanpa di duga Sean langsung mendekapnya dengan begitu erat dan hangat...


Hening ketika tubuh mereka bersatu dalam pelukan hingga airmata Serena menetes....ia memejamkan matanya merindukan pelukan seorang Sean dan saat ini ia sangat lega bisa memeluk pria yang diam-diam begitu ia cintai...


''Apa kau merasa lebih baik....''


''Hmm....aku merasa hangat dan bahagia...paman, aku ingin kau tau jika aku merestuimu dengan bibi Rika..berbahagialah...aku akan selalu mendukungmu paman...''


Suara Serena berubah serak hingga Sean menjauhkan tubuhnya sebentar namun Serena tak ingin melepaskan pelukan sedikitpun hingga Sean menjadi bingung sendiri....


''Biarkan aku memelukmu sebentar saja paman...aku mohon...''


Sean membeku, semakin mempererat pelukannya dan membuat Serena semakin terisak hingga Sean harus menenangkan dirinya....


''Kau akan tetap berada di sisihku Serena, aku berjanji...'' bisik Sean dengan mata yang berkaca-kaca..


''Terimakasih paman Sean...kau baik sekali...'' bisik Serena sedih...


Serena sudah selesai berkemas, ia hanya menggunakan tas ransel kecil miliknya uyang di bawa dari asramanya dulu, tak ada satu barangpun yang di beli Sean untuknya di rumah ini yang ia bawa, Serena tersenyum ketika sesaat sebelum meninggalkan kamar mewah milikknya...tak lupa sebuah surat di letakan di atas meja untuk Sean...hatinya menjadi nyeri menyadari ia akan meninggalkan Sean,...


Namun Serena sadar jika ia hanya akan jadi beban untuk paman Sean jika menjadi egois jadi Serena pikir dia harus mengalah, toh dia bersyukur paman membiayainya sampai SMA dan ini adalah saatnya Serena menemukan jalan hidupnya sendiri..


Serena kemudian menutup pintu kamar dan meninggalkan rumah besar itu dengan cepat dan tak ada seorang pun tau...


********


Sean bangun pagi sekali hari ini karna ada meting penting, ia pun segera turun untuk sarapan, ketika memasuki ruang makan ia sedikit terkejut karna Serena belum muncul untuk sarapan sepagi ini padahal ada ujian yang akan di laksanakannya, Sean menatap ke arah Caleb..


''Dimana Serena...panggil dia, aku akan mengantarnya ke kampus setelah sarapan...'' titah Sean dengan tegas..


''Baik tuan Sean...''


Caleb lalu memberi perintah kepada salah satu pelayan perempuan untuk naik ke kamar Serena dan memanggilnya, sementara Sean masih menunggu Serena dan belum memulai sarapannya, sejak semalam ia tak dapat memejamkan mata, ingatannya terus terbang pada pelukannya dan Serena..

__ADS_1


Semalam adalah pelukan terindah yang pernah dirasakan oleh Sean dan mau tak mau pelukan Serena mampu menyedot seluruh pikiran Sean dengan serakah dan membuat pria itu tak mampu lagi melakukan hal lain sebelum bertemu dan melihat senyum di wajah Serena..astaga, menyebut nama Serena saja membuat Sean tersenyum.....


Sean menunggu dengan tak sabar, mengapa pelayan lama sekali memanggil Serena, biasanya Serena akan turun jika di panggil namun tak berapa lama kemudian suara pelayannya berteriak membuat Sean terkejut dan juga Caleb...


Pelayan perempuan itu berlari dengan begitu terkejut dan membuat Sean mengernyit...


''Apa yang terjadi...''


''Nona Serena...nona Serena menghilang di kamarnya, dan tak ada satupun buku di atas meja yang tertinggal tuan Sean..''


Deg!!!!


Bagai petir di siang hari, Sean membeku dan merasa dadanya sesak..mendengar berita yang sama sekali di luar pikirannya..Serena tak ada dikamar....?


Sean menghela nafas, ia masih mencoba berpikir positif mungkin saja Serena sedang olahraga atau, sudah pergi sejak tadi...


''Tidak mungkin dia pergi..tidak mungkin,semalam dia baik-baik saja....''


''Apa kau sudah memeriksa kamar mandi, apakah sekitar halaman.....''


''Kami sudah mencari namun, nona Serena tak ada.''


''Mengapa bisa menghilang begitu saja...sedangkan ada banyak pelayan dirumah ini..'' suara Sean meninggi penuh kegeraman hingga para anak buah dan pelayan hanya tertunduk pasrah..


''Tuan Sean, bagaimana kalau kita memeriksa cctv...ucap Caleb memberi solusi..


Sean mengagguk dengan gusar namun itu satu-satunya cara agar mereka tau apa yang sebenarnya terjadi...


******


Sean keluar dari ruang cctv dengan wajah sendu yang terlihat putus asa..


Dalam cctv terlihat jelas kalau Serena keluar dari rumah tengah malam dan pergi, Sean seolah kehilangan sebelah jiwanya yang telah hilang bersama kepergian Serena..betapa nyeri di dadanya ketika sadar gadis yang begitu ia cintai telah pergi meninggalkan dirinya..


''Serena....jadi pelukanmu semalam, sikap manja dan ceriamu hanyalah tameng demi memberi kesan yang dalam padaku...Serena..kau tak bisa pergi...aku pasti akan menemukanmu..'' desis Sean tak terima Serean meninggalkannya...


Sean berbicara sendiri dan melangkah menuju kamar Serena, Rika menelfonnya namun Sean mengabaikan panggilan telp itu, Sean membuka pintu kamar dan matanya langsung tertuju pada surat di atas meja....

__ADS_1


''Surat...'' ucap Sean menggertakan giginya....


__ADS_2