Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Menjaga Dirly


__ADS_3

Sean mengendarai mobilnya ddengan laju yang pelan membelah jalan di depanya yangsedikit lebih lengang, sementara Serena sedang berada di sampingnya sedang memejamkan matanya..


''Apakah kau masih merasa mual..atau pusing..''


Serena mengangguk masih memejamkan matanya..


''Jika aku membuka mataku maka aku akan muntah..'' ucap Serena tetap menutup matanya dan membuat Sean hanya terkekeh..


Jemari Sean terulur membelai rambut Serena dengan lembut hingga Serena merasa nyaman,...


''Aku ingin memberitahumu kalau rencana pernikahan kita akan di lakukan minggu depan, aku tak akan mengundang banyak orang sayang...hanya beberapa sahabat kita saja...'' ucap Sean dengan hati-hati...


''Mengapa kau ingin cepat menikah hah,....aku bahkan masih muda..'' ucapan Serena menggantung di udara hingga Sean menoleh..


''Sayang.,..kau sudah setuju jadi jangan pernah berpikir untuk menghindar dari pernikahan ini...'' ucap Sean sedikit gerah..sementara Serena menghela nafas...Dirly juga belum menunjukan perubahan...kasihan Dirly....


Tiba-tiba ia teringat kalau sejak dia mual Serena tak lagi mengunjungi Dirly di rumah sakit...entah bagaimana keadaannya...


Serena menegakan tubuhnya dan mengambil ponselnya dengan buru-buru....


''Ada apa lagi Serena...''

__ADS_1


''Aku harus menelfon Seina dan memintanya ke rumah sakit...dan menunggui Dirly sebentar, hari ini aku tak bisa kesana..''


Sean menghela nafas..


''Bagaimana kalau kita menyewakan seorang perawat baginya...kasihan Siena jika kau terus meminta tolong padanya..''


Hening!!!!!


Serena lalu mengangguk..


''Tapi jangan larang aku kesana Sean....aku akan melawanmu..''


''Cepatlah Sean...aku benar-benar sudah tak tahan ingin makan...''


''Baiklah sayangkku....'' balas Sean yang langsung menginjak pedal gas dan membelah jalan di depannya..


Hatinya sedang berbunga bahagi keika menyadari kalau Serena mungkin sedang hamil anaknya..mungkin setelah mereka menikah minggu depan maka Sean akan memeriksakan kandungan Serena..untuk saat ini ia lebih memilih untuk merahasiakan segalanya atau Serena akan memulai dramanya lagi..dan kali ini Sean tak ingin kehilangan Serena lagi...


**********


Setelah melalui lorong panjang rumah sakit akhirnya Seina menemukan sebuah kamar yang sesuai dengan alamat yang di berikan kakaknya..sementara...

__ADS_1


Seina membuka pintu dan menemukan seorang pria terbaring di atas ranjang, pria itu masih muda..setidaknya hanya beberapa tahun di atas Seina..


Bunyi alat penunjang kehidupan tampak berbunyi teratur dan pria tampan ini tidur seperti pangeran yang menunggu sang putri datang..dan Seina tak bisa berhenti memandanginya...


Dia pria yang tampan....


Serena terpesona dengan Dirly.....


''Hai.....aku Seina..namaku Seina..aku adalah adik dari kak Serena...tidak mengapa kan kalau aku menjagamu...'' bisik Seina dengan lembut dan hati-hati...


Seina berbicara sendiri, ia lalu mengeluarkan buku dan mulai membaca satu persatu..dia suka membaca Novel yang berjudul di bawah ancaman mafia kejam, karya dari penulis kesayangannya..


''Aku akan membaca Novelku dahulu yah...kau istirahat saja aku tidak akan mengganggumu..'' bisik Seina mulai membacanya di ponselnya,..


Gadis itu terus membaca dengan serius, dan wajahnya berubah-ubah..kadang dia marah, sedih dan tertaawa...gadis itu sedikit terkejut ketika ia merasakan pintu terbuka,..namun ketika ia menoleh tak ada seorangpun disana...


Seina kembali membaca bukunya.....


Dan seseorang yang ia curigai tadi, masuk ke dalam ruangan tanpa di sadari Seina karna ia terlalu asyik dengan bacaannya sendiri.. pria itu mendekati Seina yang sedang asik membaca...dan sesaat kemudian menyentuh bahu Seina dengan sedikit penekanan....


Deg!!!!!

__ADS_1


__ADS_2