
Serena menatap sosok yang di panggil dengan nama Axel..ketika mobil itu semakin dekat maka Serena semakin mengenali jika itu adalah pria yang menghinanya di resto kemarin dan berusaha membeli dirinya...
Serena menoleh pada Sean yang juga sedang menatap pria yang sama..apakah...apakah Axel ke rumah ini untuk mengancamnya,....? haruskah Serena memberitahu Sean kalau dia terancam oleh pria ini..
''Apakah paman mengenalnya....'' tanya Serena sesaat sebelum turun dari mobil..
Sean mengusap wajahnya dengan kasar..
''Dia Axel, keponakanku dia anak dari kakak lelakiku.....anak ini selalu membuat masalah...'' ucap Sean melirik Serena...
''Keponakan...'' ulang Serena dengan wajah pucat...
''Ayo turun Serena aku...akan mengenalkan kalian berdua...''
''Tapi...paman Sean........''
Terlambat bagi Serena karna Sean sudah lebih dahulu turun dan meninggalkannya..Serena menggelengkan kepalanya gusar..
Keponakan,.....? dari sekian banyak pria mengapa dia yang menjadi keponakan paman Sean...? Serena tak berhenti mengumpat....lalu mau tak mau turun dari sana..
Dan begitu Axel melihat sosok Serena turun dari mobil ia membeku di tempatnya, pandangan matanya terarah kepada sang paman Sean yang sedang melangkah bersama dengan Serena..
Dan Axel tak mampu menahan rasa kesal dan cemburunya, gadis ini adalah kekasih sang paman..tidak dia terlalu muda untuk kekasih, mungkin sugar daddy...?memikirkan kemungkinan itu di kepalanya Axel menjadi kesal sendiri...ia menatap tajam ke arah Serena begitu pun Serena tak mau kalah...ia juga menantang mata Axel tak kalah tajam kepadanya...
''Axel.....''
''Ah.....paman Sean, aku merindukanmu jadi....''
Sean berdehem..
''Jangan berbohong kita berada di kota yang sama sudah hampir 5 tahun namun kau tak pernah mengunjungiku dan lebih memilih pergaulan dengan teman-temanmu..''ucap Sean menegaskan...
Axel tersenyum malu, namun matanya melirik kepada Serena yang tak sedikitpun ingin menatap matanya...
''Aku baru sadar jika pamanku sudah hidup sendirian sejak kematian bibi Elena jadi aku harus menemanimu...dan paman siapa dia....''
Serena dari tadi sudah tidak tahan...ia sungguh kesal kepada Axel karna pernah mengerjainya di Resto kemarin dan membuatnya kelelahan karna pekerjaan..
''Tak perlu tau namaku..melihatmu saja membuatku kesal..'' lantng Serena tegas..
Sean menatap Serena tak menyangka jika Serena mengenal Axel....sementara Axel hanya tersenyum sinis..dia ternyata gadis simpanan pamannya....astaga padahal Axel berharap gadis ini adalah gadis baik-baik..
''Serena kau mengenalnya...''
''Dia pria sombong yang mengerjaiku di Resto kemarin...aku tak mengerti apa masalahnya dia membuatku berhutang pada Restoran..''
Sean menatap tak suka pada Axel..
''Minta maaf pada Serena sekarang Axel..atau kau tau apa yang akan aku lakukan......''
Axel tertawa kesal, lihatlah paman sudah menghianati bibi Elena yang baik demi gadis murahan ini..
''Aku tidak mau minta maaf enak saja..dia gadis murahan.........''
__ADS_1
''Apa katamu........'' ucap Sean mengepalkan tangannya..''
''Yah..apakah paman tersinggung, kau jelas sudah terpesona olehnya...bibi Elena pasti akan muak padamu...''
''Axel........''
''Aku tak akan minta maaf....''ucap Axel tajam..
Sean mengangguk tajam,......
''Pergi dari rumahku sekarang...''
Axel bersedekap...ia tak mau melangkah..
''Aku tak mau pergi.....bagaimana kalau simpananmu yang pergi...'' tatap Axel tajam...
Kali ini Serena yang melebarkan matanya tajam..
''Simpanan....kau menyebutku simpanan.....?'' jerit Serena dengan murka...
''Yah...aku benar kalau kau adalah simpanan paman dan kau malah marah..yang benar saja kau.........''
Bugghhh!!!!!
Axel terkejut ketika Serena sudah menendang lututnya dengan keras..
''Sialan kau..aku adalah Serena..keponakan bibi Elrna..kau dengar itu,....jerit Serena keras, ia lalu menatap ke arah Sean yang membeku melihat ia menendang lutut Axel hingga pria itu mengerang...
''Paman aku akan ke kamarku...selamat malam...''
Kini tinggalah Axel yang membeku menahan kesakitan...
''Bagaimana mungkin dia adalah Serena yang dulu biasa di bawa bibi Elena...??''
Sean tersenyum...
''Yah...dia adalah Serena itu dan kau telah menyinggungnya...rasakan itu, sakitkah..? minta pelayan untuk mengobatimu..paman harus istirahat...''
Axel kehilangan kata........
''Serena......aoww...gadis kecil itu telah tumbuh besar, Serena...bahkan sejak dulu Axel jatuh cinta kepadanya...pria itu tersenyum dengan penuh rasa bahagia..
Serena......???
********
Pintu kamar Serena di ketuk hingga gadis itu bangkit dari ranjang dan mendekati pintu lalu membukanya...
''Serena......''
''Paman Sean....masuklah...'' ucap Serena dengan gugup..
Sean pun masuk ke dalam kamar Serena dan tersenyum...ia menjadi lega sekarang karan Serena sudah kembali menempati kamarnya dan ia tak perlu merasakan kekosongan itu lagi mengenai Serena...sang bunga itu telah kembali dan membuat rumah ini akan menjadi terang dan hidup lagi..
__ADS_1
''Paman........''
Sean menoleh dan tersenyum melihat Serena yang berdiri berhadapan dengannya...tubuh Serena memang lebih tinggi dari gadis seusianya...dan ketika mereka berdiri sekarang mereka terlihat begitu cocok...
''Aku senang melihatmu kembali.......''
''Aku juga..maafkan aku dengan semua sikap kekanakanku paman....aku membuatmu pusing dengan semua tindakanku..''
Sean tersenyum, kedua tangannya naik dan menyentuh bahu Serena dan menatapnya..
''Apakah kau bisa berjanji kalau kau akan tetap disini bersamaku...jangan pernah pergi..'' Sean sama sekali tak bisa membohongi perasaanya kalau dia mencintai gadis ini..
Semakin lama...semakin besar saja, perasaannya kepada Serena....
''Yah....semarah apapun aku dan paman, aku tak akan meninggalkanmu namun...paman serius tentang apartement untukku kan..jika aku sedang marah aku bisa ke sana..dan kau bisa menjemputku jika perasaanku sudah lebih baik...''
Sean menganggukan kepala...
''Tentu...bagaimana kalau besok kita kesana dan melihat apartement itu Serena...''
''Yah....aku senang sekali....''
Serena kemudian menghambur dan memeluk tubuh Sean dengan erat, rasanya sungguh bahagia..karna ia bisa berada di dalam dekapan pria yang ia cintai lagi....
Sean memejamkan matanya menikmati bagaimana harumnya tubuh Serena menusuk hidungnya dan membuatnya terbuai....gadis itu terus memeluk dan tak mau terlepas...sementara Sean menjauhkan tubuhnya......
Menatap wajah Serena di bawa lampu, bibirnya kemerahan dengan begitu menggoda...
Sean berdehem menetralisir rasa panas di dalam dirinya...
''Kau cantik sekali Serrena..''
''Tentu saja.......'' balas Serena dengan senyuman manisnya...
Serena lalu melepaskan pelukannya hendak melangkah namun, lengannya di tarik hingga ia kembali jatuh ke dalam pelukan Sean...keduanya bertatapan lebih dalam kali ini, menghadirkan kegugupan yang begitu kentara,.....
''Paman.........''
''Aku sangat merindukanmu Serena...''
Serena berdehem merasa gemetar dengan tatapan tajam sang paman yang menusuk...ia lalu mendekatkan wajahnya...
Dalam sekejap...
Bibir Sean mendarat mulus di permukaan bibir Serena dan melum**nya dengan manis....lembut bibir mereka saling menyentuh dan membelai dengan rasa panas yang mulai naik.....
''Arrggtt....Serena......'' desah Sean semakin memperdalam ciumannya.......
Bersambung yah......
😃😃😃❤❤❤
Yang mau Liat visual Axel di group yah...
__ADS_1