
Serena tak sanggup melawan ketika tubuhnya di bawa masuk ke dalam sebuah ruang perawatan, sementara para pria berbaju hitam itu menunggu di luar dan pria yang di panggil tuan Arden ini tak melepaskan tatapannya sedikitpun kepada Serena..
Sementara dokter kembali membuka perbannya yang kembali berdarah, beberapa kali Arden tampak mengerang kesakitan dan hal itu membuat Serena di penuhi rasa bersalah...
Luka ini terlihat masih baru, dan pasti sangat menyakitkan bagi tuan ini, pantas saja dia marah...Serena masih memperhatikan dokter bekerja...bagaimana darah itu di bersihkan, dan mengoleskan entah obat apa..lalu perban di tutup kembali..
''Biar aku bantu dokter..'' ucap Serena menawarkan diri..
Arden menatap tajam kepada gadis yang luar biasa cantik ini..bagaimana gadis ini mendekatinya, wajah mereka sangat dekat dan Arden hanya bisa melihat wajah Serena dari dekat dengan begitu tajam....ketika dengan sangat hati-hati Serena membalut kembali perban itu di lengan Arden sampai ke bahu.....gadis itu sangat teliti karna ini memang salahnya sampai dokter memujinya...
''Kau berbakat sebagai seorang tenaga medis nona...'' ucap sang dokter terpana ketika Serena sudah selesai membantunya..
''Aku pikir aku tak bisa lama-lama melihat...darah...'' pandangan mata Serena jatuh pada mata coklat pria yang masih menatapnya dengan tajam..
Arden menaikan sudut bibirnya..
''Itu karna kau tidak terbiasa saja nona....kau akan terbiasa jika sering melihatnya...''
''Serena...namaku adalah Serena...''
Arden hanya mengangguk....
''Dan seperti kau tau namaku adalah Arden,....''
''Baiklah tuan Arden, senang bertemu dengan tuan...tapi apakah aku bisa pergi sekarang...''
Wajah Arden berubah....
__ADS_1
''Kau akan membayar semua biaya kerugian yang aku alami Serena...''
''Hah....berapa....''
''Hampir 100 juta, kau tau kalau tanganku sangat berharga...''
''100 juta....tapi tuan Arden itu sama sekali tidak masuk akal kau bahkan baik-baik saja...''
Arden hanya tersenyum...
''Barikan tanda pengenalmu, dan nomor ponselmu lalu kau bisa pergi aku akan menghubungimu...tenang saja kau bisa mecicil..''
Serena sangat bingung dengan ucapan pria ini, namun ia harus menemui Sean demi memintanya membantu sedikit biaya perawatan Dirly...dan akhirnya Serena mengalah, ia lalu mengeluarkan tanda pengenalnya dan juga nomor ponselnya dan memberikannya kepada Arden...
Pria itu tersenyum......
''Kau boleh pergi....Serena...''
''Apa kau melupakan sesuatu nona Serena...''
''Aku akan jujur kepadamu tuan Arden, aku hanyalah pegawai Hotel biasa...aku tak punya banyak uang...''
''Pegawai Hotel...apa nama Hotel tempatmu bekerja...''
''Hotel SS,...jadi apakah kau mau meringankan sedikit ganti ruginya...''
Arden menganggukan kepala...
__ADS_1
''Baiklah 50 juta dan tidak ada koreksi lagi karna aku menyukai senyummu jadi aku rela menurunkan biaya ganti rugi...''
Serena menghela nafas....
''Baiklah....aku akan pergi sekarang, pastikan anak buahmu tidak mengikutiku...'' ucap Serena sedikit ngeri...
''Tentu saja Serena...sampai jumpa...''
Serena lalu mengangguk dan meninggalkan ruang perawatan dan Arden pun tersenyum menang,.....
Serena......??
**********
Serena sampai di Hotel dan pencarian pertamanya adalah ruangan Sean,...pintu di ketuk dan sesaat kemudian terbuka..Serena pun masuk dan menemukan Sean sedang memerikan beberapa dokumen,..dan melihat kedatangan Serena membuat pria itu membuka tangannya lebar-lebar...
Dan pelukan Sean seperti rumah bagi Serena, gadis itu segera menghambur dan memeluk tubuh Sean dengan erat..
dan isakan pun terdengar...
''Ada apa sayangku...'' bisik Sean mengecup puncak kepala Serena dan mendekapnya lebih erat...
''Tolonglah aku Sean, aku mohon....aku benar-benar dalam masalah kali ini....'' bisik Serena sedih..
Sean menjauhkan tubuh Serena..
''Kau dalan masalah....'' ulangnya dengan wajah serius..
__ADS_1
Serena mengangguk denngan wajah sedihnya....
''Aku......''