
Sean sungguh merasa kesal ketika Clara berani menggodanya..sial sekali jika itu Serena tentu saja Sean tidak akan menolak namun ini adalah Clara...wanita yang sudah dia anggap saudara..beraninya dia mempermalukan Sean..
Pria itu lalu mengambil ponselnya dan mulai menelfon...
Erik....aku ingin kau memberi pelajaran kepada seseorang....
Usai menelfon..Sean duduk bersandar di sofa miliknya dan menelfon Serena, ia sudah sangat merindukan kekasih kecilnya...
Kali ini terlalu lama Serena tidak mengangkat telp, tumben sekali..biasanya Serena akan mengangkatnya sekali...ada apa...??
Sean mengerutkan kening, hatinya sedikit cemas...baiklah, ia melirik jam tangannya dan memutuskan untuk pulang menemui Serena, gadis itu harus memberi penjelasan banyak hari ini agar Sean tenang...
*******
Serena keluar dari dalam kelas, dan seperti biasa Axel sama sekali tidak melepasnya sendiriaan, bahkan mereka sekelas,...
''Sayang...''
Serena melirik gusar, ia sungguh tak tahan lagi baru sehari menjadi kekasih Axel dan dia sudah mulai kesal..Axel tidak melepasnya dan selalu menguntitnya kemanapun Serena pergi...
''Axel aku mulai lelah...''ucap Serena berterus terang sambil melangkah,..
Axel mengikuti langkahnya...
''Mengapa...apakah kau tidak nyaman akan sesuatu, perlakuanku tak ada yang aneh kok....''
''Kau selalu mengikutiku...bagaimana kalau kau mempersingkat waktu, bagaimana jika kita keluar berkencan semalam dan itu menebus sisa 6 hari itu...ayolah Axel...aku tak akan bisa berkonsentrasi belajar...lagi pula, kau tau jika aku punya kekasih namanya Dirly..sebentar lagi dia akan kembali dari luar negri dan ini akan menjadi msalah...
''Kau punya kekasih...''
__ADS_1
''Yah.......''
''Apakah paman tidak membatasimu pacaran..''
Serena mengangkat bahu...
''Dia akan marah...''
''Dirly atau siapapun dia...aku tidak takut, aku menyukaimu dan menyukai tantangan dalam sebuah hubungan...termasuk persaingan..''
Serena memutar bola matanya kesal...mereka sampai di parkiran dan bertemu dengan sosok Clara...yang turun dari mobilnya..
''Hai.....Serena...'' senyum Clara dengan dingin...
''Clara...mengapa kau datang ke kampus kami..''
Serena merasa aneh karna mereka bahkan tidak dekat dan mengapa Clara menatapnya dengan pandangan yang lain...?? hati Serena menjadi tidak enak..
''Aku mendapat tugas dari kantor untuk membawakan sebuah presentasi namun aku tak punya baju yang bagus jadi aku ingat padamu Serena...bisakah kau..ikut denganku,...aku sungguh tak bisa memilih namun aku tau kau punya selera yang bagus....''
Serena dan Axel saling menatap...
''Baiklah bagaimana jika aku mengantar kalian...'' tawar Axel menghampiri mobil...namun Clara menggeleng...
''Aku hanya ingin pergi bersama Serena dan kau seperti penguntit saja,....'' ucap Clara dengan suara yang dingin...
Axel akhirnya mengalah...
''Baiklah....aku akan pulang lebih dahulu,...''
__ADS_1
''Serena ayo masuk ke mobil...'' ucap Clara dengan hangat..
Serena pun mengangguk patuh....lalu masuk ke dalam mobil..mereka pun pergi dari parkiran kampus, Axel pun membuka pintu mobil namun sebuah mobil berhenti di belakangnya, sosok sang paman keluar dari sana...
''Paman.....mengapa kesini...''
''Dimana Serena...'' wajah Sean tampak cemas...
''Dia baru saja pergi bersama Clara...''
''Apa...Clara...'' teriak Sean dengan murka...
Axel mendekat dan mengerutkan kening,..
''Paman.....ada apa...''
''Clara...dia pasti akan mencelakai Serena...''
''Aku tidak mengerti paman......'' ucap Axel terkejut...
''Ceritanya panjang Axel..minta semua orangmu mencari Serena dan Clara..karna Serena dalam bahaya...'' ucap Sean dengan tajam,...
Sean lalu kembali ke mobil mulai menelfon hal yang sama juga di lakukan Axel...
Ia sungguh merasa bersalah..mengapa membiarkannya pergi...
Sean memukul stri mobil dengan kuat....
''Aku tak akan memaafkanmu jika kau sampai melukai Serenaku...''
__ADS_1
Sean sungguh terpukul....