
Arden mendekati putranya Kevin dan Seina yang sedang memeluk, pria itu berdehem untuk mengejutkan keduanya..
''Seina......''
Seina menoleh juga Kevin yang menatap Arden dengan tajam..
''Arden.....''
Seina berusaha tersenyum dan kembali menatap Kevin yang masih mengalungkan tangannya memeluk lengan Seina..
''Ayah.....aku mau menerima kakak ini untuk menjadi pengasuhku..aku menyukainya..;''ucap Kevin dengan senyuman bahagia..
''Apa maksudmu pengasuh..''ucap Seina menatap Arden...
Arden bersedekap lalu menatap keduanya silih berganti...
''Seina...dia adalah putraku, Kevin adalah putraku...''
''Putramu...''ulang Seina terkejut..
''Yah....kak Seina...sudah kubilang kalau aku adalah putranya..''
Seina menganggukan kepalanya..
''Baiklah Kevin....tapi aku bukanlah........''
''Seina kita harus bicara...''
''Bicara...''ulang Seina lalu menganggukan kepalanya patuh..
Yah...semua ini terlalu mendadak untuknya dan tak ada masalah antara dirinya dan juga Arden tapi menjadi pengasuh..lain lagi...
Seina menurunkan pandangan pada Kevin yang tampan..
''Kakak harus pergi sebentar,...''
__ADS_1
''Kakak akan kembali bukan..''
''Yah..tentu....kakak akan kembali,....''
Seina lalu melangkah mengikuti Arden menuju rumah besar sementara Kevin menanti dengan penuh harapan...
keduanya melintasi ruang tamu yang luas dan menaiki tangga...lalu mencapai sebuah pintu..dan segera masuk..
**'
Seina sedikit terkejut karna di dalam ruangan kerja ini ada foto keluarga Arden dengan istri dan putranya...
''Duduk Seina..''
''Yah..terimakasih...''
Keduanya pun duduk saling berhadapan...
''Seina...dia adalah putriku...saat ini aku mengambilnya dari pengasuhan istriku..kami berdua akan bercerai di pengadilan...''
''Bercerai...''
''Yah....kami akan bercerai...''tatap Arden penuh teka-teki..
''Lalu..apa yang harus aku lakukan...''
Arden menyandarkan tubuhnya dan menatap Seina...
''Aku ingin kau menjadi pengasuh sementara Kevin sebelum dia aku kirimkan ke asrama bulan depan..''
''Mengapa kau memilih memasukan Kevin ke asrama...''
''Karna pekerjaanku Seina..aku tak mungkin membawanya dalam pekerjaan gelapku..''
''Mengapa kau membawanya hanya karna egomu Arden...''
__ADS_1
Mendengar kata-kata Seina,.....amarah Arden semakin besar saja...
''Kau bahkan tak punya hak untuk bertanya...''
''Yah...jika aku tak punya hak lebih baik kau mencari orang lain saja..Kevin pasti merindukan ibunya Arden....bukankah kau yang harus mengalah..''
''Ibunya berselingkuh dan aku menangkapnya dengan mata kepalaku sendiri Seina..aku tak mungkin membiarkan anakku jatuh di tangan ibunya yang labil..''
''Mungkin mereka hanya teman...'' Seina sudah gila ketika dia terus membela ibu Kevin..
Dan hal itu membuat Arden tidak terima..pria itu lalu mendekat dan meraih tubuh Seina mendekat...menghirup aroma tubuh Seina yang harum....
''Teman mana yang bisa tidur di kamar Hotel berdua..dan tanpa pakaian..kau pikir aku bodoh...''
''Arden....''
Seina mengutuk bibirnya yang terlalu berani
Sementara...Arden mengeraskan wajahnya...
Gadis ini tak sadar sedang berurusan dengan siapa,...dia bahkan sangat berani...dan tidak takut akan akibatnya berani melawan Arden...
''Kau terlalu banyak bicara dan aku tak suka Seina...''
Gadis itu begitu gugup..lalu menganggukan kepalanya dengan cepat...
''Lalu berapa lama aku mengasuhnya...''
''Hanya 1 bulan..begitu perceraianku selesai maka aku akan mengirimnya ke asrama....''ucap Arden dengan tegas,...
''Baiklah...1 bulan...aku akan menahan diriku...aku akan mengasuhnya Arden....jadi lepaskan aku...''
Arden menghempaskan tubuh Seina dan membuat gadis itu semakin ketakutan..
''Kau akan tinggal dirumah ini selama sebulan..setelah Kevin masuk ke asrama maka kau akan aku lepaskan...''seru Arden dengan dingin..
__ADS_1
''Apa......''