Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Kau Milikku


__ADS_3

Serena duduk dengan tidak tenang..ia menatap Sean yang baru saja selesai mandi...malam yang indah seharusnya indah karna ini malam pertama mereka walaupun ini bukan malam prtama namun malam kesekian mereka, Serena menurunkan pandangan pada cincin pernikahan miliknya...


Serena menghela nafas...sejak mendapat telp dari rumah sakit sampai sekarang Seina juga masih belum memberi kabar bagaimana kondisi Dirly..


apakah Seina sudah mengatakan semuanya kepada Dirly..apakah dia marah atau kecewa...Serena merasa akan gila karna ia masih begitu bersalah..ia telah menghianati Dirly dan entah bagaimana perasaan Dirly saat ini....


Serena sedikit terkejut ketika jemari Sean sudah menjalar menelusup ke dalam gaun milik Serena..dan meremas pa yu da ra nya yang membulat sempurna..


Pria itu lantas mulai memainkan ujung pa yu da ra nya dengan jemarinya...dan erangan nikm** terdengar lembut di telinga Sean..


''Istriku...kau adalah istriku sekarang......'' bisik Sean menatap wajah Serena yang cantik di kehamilannya..


Sean kemudian mendekatkan wajahnya...ia sudah tidak mengenakan atasan dan hanya memperlihatkan dada bidangnya yang kekar..


Serena berdehem...mengapa dia gugup dengan tatapan Sean malam ini..? bukankah ini bukan yang pertama...??


''Jangan menatapku seperti itu sayang...kau membuatku malu..''


Sean semakin mendekatkan wajahnya...


''Kau tau betapa bahagianya aku Serena...aku sangat bahagia memilikimu...''


Serena tersenyum...


''Sean...bolehkah aku meminta sesuatu..''


''Jangan merusak malam bahagia kita jika itu menyangkut Dirly sayangku,....kau tau benar kalau aku...akan sangat kecewa...''


Serena menjadi takut sendiri...yah,...mau tidak mau ia harus menyimpan rasa penasarannya atas kondisi Dirly lalu mengalungkan tangannya di leher Sean...


''Maafkan aku....''


Sean mengangguk...


''Kau masih punya banyak waktu sayang, namun malam ini adalah milikku...''


''Yah......aku mengerti.'' balas Serena dengan cepat..


Sean kemudian mulai melepaskan gaun milik Serena hingga tubuhya menjadi polos...lalu pria itu mengangkat tubuh Serena dan membaringkan di atas ranjang dan mulai menindihnya..


Mata mereka saling memejara..


''Aku mencintaimu Serena Wilson...'


''No....Serena Smith...''balas Serena protes..


Sean tersenyum dan mengangguk...


''Aku sudah tua..''


Serena terkekeh lalu menyentuh wajah Sean dengan kedua tangannya dan membawa dekat di wajahnya...


Serena lalu melum** bibir Sean dengan lembut dan mengul**nya dengan hangat..


Sean tertegun ketika sang istri kecilnya lebih dahulu menggodanya...pria itu lantas membalas ciuman Serena tak kalah panas...sementara jemari kekarnya berbagi tugas menyentuh keindahan dada Serena yang padat dan tampk lebih besar dari sebelumnya karna ia memang sedang hamil..

__ADS_1


Lama ketika ciuman mereka berubah menjadi panas....bibir Sean mendesak dan mengilas habis bibir Serena dan mencecapnya dengan penuh gairah yang menyala...


Nafas keduanya mulai terngah-engah di hantam kenikmatan yang begitu kuat membungkus keduanya...Sean melepaskan ciumannya dan bibirnya mulai bergerak turun mengecup leher Serena dan terus bergerak turun..bibir panasnya mulai singgah di kedua put*** pa yu da ra Serena yang menegang dan menghis**nya dengan penuh hasrat..


Tubuh Serena melengkung tak tahan ketika sengatan gairah itu langsung membakarnya dengan cepat..


Sean semakin menggila dengan semakin menggoda pa yu da ra Serena yang ranum dan memberi tanda percintaan yang nikm**


Serena mengerang ketika ia tak mampu menahan gelombang kenikmatan di dalam dirinya ketika kemari Sean menyentuh miliknya dengan gerakan yang sedikit kuat sembari Serena menyentuh kej*ntanan Sean yang sudah tegak berdiri...seolah ingin segera membenamkan diri di dalam tubuh Serena yang hangat dan nyaman..


Bibir Sean masih menghis** put*** pa yu da ra Serena seolah tak pernah puas, terus dan terus memainkannya dengan lidahnya yang ahli..


Sudah lama Sean merindukan percintaan yang bebas dan lepas..ia selalu memberi kelembutan di setiap percintaan mereka dan tak lupa memberikan Serena setumpuk kenikmatan yang menggulung Serena dengan kuat dan membawanya terbang...


Sementara itu Sean mulai bergerak untuk menyatukan dirinya dengan Serena...dan seketika itu juga Serena mengerang, walau mereka sudah pernah melakukannya namun milik Sean yang terlalu bes*r membuat Serena harus menahan nafasnya..


Terlalu nikmat dan terlalu indah ketika Sean berhasil mengklaim miliknya di dalam milik Serena..dan membawanya menuju puncak..


***********


Seina seakan sadar ketika Arden masih memeluknya dengan erat...


alarm di kepala Seina seakan berusaha menyadarkan dirinya kalau ini tidak benar...ia sedang berhadapan dengan mafia yang kejam..dan jika ia salah dalam bersikap Arden akan sangat marah..


Bukankah Arden sudah memberi peringatan kepadanya...??


Seina menjauhkan tubuhnya dan mereka saling menatap dengan tajam...


''Maafkan aku....tapi aku harus pergi..''


Arden membeku ketika menatap wajah penuh airmata Seina..gadis itu membawa sebuah kantong...


''Jangan bersikap baik padaku Arden tolong.....''


Deg!!!!!


Arden membeku di tempatnya..


''Apa maksudmu Seina...''


Seina mengangkat wajahnya menatap mata Arden dan berusaha menantangnya..airmatanya menetes,...


''Bukankah kau tidak perduli padaku jika aku tertembak tadi....jadi tetaplah seperti itu Arden...''


Seina memutar tubuhnya dan hendak melangkah..


''Berhenti Seina...aku bilang berhenti....'' teriak Arden dengan suara yang menggelegar..


Seina menoleh dan kembali menatap Arden......


''Bukankah kau tidak tertembak,....kau bahkan tidak terluka sedikitpun...''


''Terimakasih atas kebaikanmu..'' balas Seina dengan dingin...


Arden mendekat..

__ADS_1


''Kau belum menjawab pertanyaanku...mengapa kau ada diisini tengah malam begini...''


Seina menunjukan obat di tangannya..


''Aku membeli obat untuk Dirly dia sudah sadar...''


Wajah Arden mengeras, rasa cemburu membakarnya dengan cepat...


''Pria itu sudah sadar...? dan apakah kau masih menjadi boneka Serena dan berperan sebagai kakakmu....''


Hening....


Seina mengangguk.......


''Aku akan melakukan apapun demi kakakku termasuk menggantikan posisinya bagi Dirly...apa kau puas..dan tolong jangan ganggu aku tuan Arden..aku akan pulang sekarang.....''


Seina melangkah menuju mobilnya kali ini dengan cepat..


Sementara Arden mengepalkan tangannya, Seina akan menikah menggantikan kakaknya dengan pria itu...? Arden tertaawa kesal...tidak mungkin...bagaimana bisa gadis ini begitu bodoh..?


itu sama saja mengorbankan dirinya,...bagaimana kalau Dirly hanya menganggapnya boneka penganti..bagaimana kalau gadis ini akan menderita siksaan batin apalagi ada Jarvis...?


Arden tak akan membiarkannya...bukan...??


Arden lalu mengeluarkan pistol dan dalam sekejap mengarahkannya pada ban mobil milih Seina..


Dor....dor....dor....dor...


Semua ban mobil milik Seina pecah sekaligus membuat Seina Syok...ia begitu terkejut..


''Arden.......''


Arden mendekat dan mencekal tangan Seina...dan menariknya setengah memeluk...


Deg!!!


Mereka bertatapan.....


''Apa yang kau lakukan Arden...''


''Kau tidak boleh menemuinya Seina...aku tidak menginjinkannya...kau adalah milikku...''desi Arden dengan tatapan beku...


''Tidak Arden....''


Arden merebut kantung obat untuk Dirly..


''Anak buahku akan mengantar obat milik Dirly sementara kau....ikut aku Seina,....''


Seina mengerang...


''Tidak...Arden....lepaskan aku.......''


''Diam........'' teriak Arden dengan suara yang lantang,...tubuh Seina bergetar ketakutan...


Hening.....

__ADS_1


Arden membuka pintu mobil dan menuntun Seina yang pasrah di masukan ke dalam mobil dan Arden ikut masuk..


Deg!!!!!


__ADS_2