
Serena pulang lebih awal dan sialnya Sean memaksanya menyerahkan kunci cadangan apartemennya jika tidak Sean akan memberitahu hubungan mereka pada Dirly...sebenarnya dia tidak masalah hanya takut kalau Dirly akan terluka karna penghianatannya..bagaimanapun Dirly yang telah menolongnya ketika Sean menyakitinya dahulu..
Serena sudah membersihkan dirinya dan mengerutkan kening ketika ponselnya berdering....Serena melangkah mendekat dan meraih ponselnya..
Sebuah nomor yang tidak di kenalnya...Serena segera mengangkatnya tanpa ragu...
Serena : Hallo......
Jarvis : Serena.....terjadi sesuatu kepada Dirly..dia jatuh dari tangga..bisakah kau datang kemari...
Hening....
Serena : Kak Jarvis.....?
Jarvis : Kau benar...aku adalah Jarvis....
Serena menganggukan kepalanya..
Serena : Aku akan kesana sekarang..
Jarvis : Aku akan menunggumu Serena...
Serena segera menutup telp dengan segera, dan keluar dari apartemennya lagi..
Cemas...itulah yang saat ini di rasakan Serena,...ini sudah kedua kalinya Serena merasakan nyeri ketika mendengar Dirly sakit...
*********
Jarvis menaikan sudut bibirnya ketika mobil memasuki halaman rumahnya dan ia pun menatap Dirly yang terbaring pucat...adiknya mengalami kecelakaan berat namun karna Jarvis sangat kaya maka ia ingin merawat adiknya sendiri di dalam rumahnya...
''Dokter....bagaimana keadaannya...''tatap Jarvis dengan tajam...
__ADS_1
''Kondisinya serius..dan kemungkinan besar tuan Dirly akan mengalami kelumpuhan...''
Jarvis...mengerutkan kening....
''Lumpuh...'' ulangnya dengan tatapan beku...
''Saya permisi tuan Jarvis...''
''Baiklah.....terimakasih dokter...''
Jarvis kemudian menatap Dirly yang masih tertidur.....lalu menatap ke arah pintu dengan senyuman..
Disaat yang sama Serena membuka pintu dan membeku melihat kondisi Dirly yang terlihat serius....
mata Serena menjadi panas.......
''Dirly apa yang terjadi...Dirly....'' jerit Serena tak mampu menahan rasa sakitnya melihat sosok Dirly terbaring tak berdaya...
Sementara Jarvis juga menundukan kepalanya dalam-dalam...melihat Serena menangis membuat ia ikut sedih..mengusap wajahnya Jarvis terlihat begitu sedih....
''Dirly...apa yang terjadi...mengapa kau seperti ini...Dirly....'' jerit Serena begitu sedih..
Bagaimanapun Dirly begitu penting di dalam hidupnya dan Serena tak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu kepada Dirly....hatinya sakit sekali....
Jarvis lalu mendekat, ia menurunkan padangan kepada Serena yang terlihat syokk...lalu dengan jemarinya menyentuh pundak Serena dengan lembut....membuat gadis itu menoleh..
''Serena....''
Serena seolah melupakan kehadiran Jarvis di ruangan ini dan ia....menjadi tidak enak..
Serena lalu berdiri dan menatap mata Jarvis yang memerah....
__ADS_1
''Aku baru sja pulang kantor dan...aku mendengar kabar Dirly kecelakaan....Serena..dia adikku satu-satunya...''
Mata Jarvis menjadi basah...sementara Serena mengrti betul penderitaan Jarvis....biar bagaimanapun Jarvis sangat mencintai Dirly adiknya karna tidak mau Dirly jauh darinya maka Jarvis meminta mereka tinggal disini...
Jarvis pasti sangat sedih mengingat adik kandungnya..
Serena menyentuh lengan Jarvis..betapa pria kuat ini terlihat rapuh..
''Kakak...semua akan baik-baik saja....Dirly akan sembuh aku yakin....''
Jarvis menatap mata Serena,....
''Apakah kau akan meninggalkannya Serena...aku sungguh sedih melihat kondisinya...Serena....''
Serena menggeleng....
''Tidak...mana mungkin....aku akan selalu ada disisih Dirly....apapun yang terjadi....''
Jarvis mengangguk lega...
''Bagus....aku sangat lega Serena...aku tak bisa membayangkan hidup Dirly....aku sangat mencintainya...''
Serena yang memang lugu dan polos tiba-tiba saja merasa sangat iba...ia pun tergerak untuk memeluk tubuh Jarvis dengan maksud menenangkan Jarvis karna mereka berdua sedang sedih......
Deg!!!!!
Jarvis membeku ketika merasakan tubuh Serena memeluk dirinya, menyatu tanpa cela....pria itu merasakan getaran kuat di dadanya...
Serena......ia ingin Serena....dengan serakah.....
Jarvis menaikan sudut bibirnya...........
__ADS_1