Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Nekat


__ADS_3

Serena berusaha kuat menahan hatinya yang sedang di landa cemburu pada level maksimal...ia pun mencoba berbalik dan menghadapi Sean yang seakan ingin memanasinya...


''Paman....''


''Kau mau kemana sayang, oya..paman ingin makan malam bersama seseorang yang spesial apakah kau mau menemani paman...'' Sean menekan lewat tatapan matanya hingga Serena tentu tak bisa menolak..


Serena mengangguk dengan cepat, namun ia sedikit terkejut ketika Sean mengambil jemarinya dan menggenggamnya dengan erat, hingga Serena gemetar..jemari itu begitu posesif di dalam genggamannya hingga Serena sedikit terlena, mungkinkah paman hanya ingin membuatnya cemburu, mungkin paman juga mencintainya..ya..? Serena berusaha menghibur hatinya...namun..


Tidak......


Angan Serena di hempaskan ke dasar jurang dalam ketika Sean sampai di depan wanita cantik di hadapannya, pria itu buru-buru melepaskan genggamannya..hingga Serena harus merasakan nyeri ketika Sean meraih jemari wanita itu dan menggenggamnya...


''Serena...perkenalkan dia calon bibimu namanya, Rika...''


Serena merasa dadanya mulai bergemuruh ia merasa sangat terluka namun menguatkan diri...ia tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada wanita cantik di hadapannya..


''Hay....namaku Serena, senang sekali bertemu dengan bibi Rika, kalian tampak cocok bersama....''


''Kau sangat cantik dan tinggi, sayang kau punya keponakan seperti berlian,...'' bisik Rika tak henti memuji Serena..


Saat itu Sean dan Serena saling menatap tajam, namun Serena lalu memutuskan tatapan mereka,


''Ehm....jadi kita akan makan malam..'' tanya Serena basa-basi..


''Tentu saja Serena...ayo,....kita turun untuk makan...''ucap Rika dengan mata berbinar..


Sementara Sean hanya memandang mereka dengan bingung, mengapa setelah membawa Rika, tetap saja...perasaannya lebih berat kepada Serena, padahal Rika adalah wanita paling cantik dan sempurna namun Serena berbeda...dia terlihat segar dan selalu ceria, itulah yang membuat Sean selalu rindu...


Pria itu lalu turun mengikuti kedua wanita itu ke ruang makan...


Rika mulai mengambil piring untuk Sean dan melayaninya seperti seorang istri...dan itu sangat menyakitkan di mata Serena, anggap saja dia gila namun rasanya tidak tahan jika melihat kebersamaan dan kemesraan yang di tunjukan Sean kepada Rika..


''Makan ini sayang...''ucap Rika sembari menyuapi Sean, ia mulai menunjukan sikap nyonya rumahnya..dia tau benar kalau Serena hanyalah keponakan angkat, dan rasa cemburu mulai membakarnya, jika dia sudah menikah dengan Sean maka hal pertama yang dia lakukan adalah menyingkirkan gadis kecil ini...


Aura memikat pada Serena begitu kuat hingga sebagai wanita saja Rika kagum dengan kecantikan Serena apalagi Sean, ia bisa merasakan dengan jelas kalau Sean dari tadi terus menatap ke arah Serena dan bukan kepadanya..hal itu membuat Rika meradang tak suka..


Sementara Caleb berdiri sebagai pengamat di antara mereka bertiga, pria matang itu hanya menggeleng...ia seperti sedang menonton pertunjukan drama..


''Terimakasih sayang..'' balas Sean sambil melirik pada Serena


Namun ia justru di kejutkan dengan apa yang di lakukan gadis ini..

__ADS_1


Sean menatap tajam ke arah Serena yang mengambil makana pedas dalam jumlah banyak, bahkan piringnya yang berwarna putih, berubah menjadi lautan merah...


''Serena...apa yang kau pikirkan kau akan sakit perut dengan makan makanan pedas...''ucap Sean merasa gerah..


Sementara Rika menjadi bingung melihat pertengkaran mereka...


''Aku menyukai makan pedas paman, apakah paman lupa...'' desis Serena menantang...


''Apa kau sudah gila....kau mau mati hah.....'' suara Sean meninggi di tengah ruangan...


Namun Serena mengambaikan semuanya, ia malah mengambil sesendok penuh makanan pedas itu dan memasukan ke dalam mulutnya tanpa ragu, gadis itu mengerang....


''Wah...kau hebat sekali Serena, kau bisa makan makanan yang pedas,....''


Serena berusaha tersenyum ketika airmatanya menetes, sesungguhnya dia sengaja makan makanan yang pedas karna ia sungguh ingin menangis,....ketika makan pedas ia bisa sedikit meluapkan emosinya,..meski ia merasakan sakit di dadanya..


''Serena.......'' desah Sean dengan mata merah menyala...


Serena kembali mengambil sesendok penuh makanan pedas itu dan hendak makan sementara airmatanya menetes..


''Cukup........aku bilang cukup Serena...''


''Bagiku tidak paman,....aku baik-baik saja jadi, bisakah kau berhenti khawatir,....'' balas Serena dengan airmata yang menetes, gadis itu berdiri....mengepalkan tangannya, ia pun hendak melangkah namun suara Sean membuat langkahnya terhenti..


Sean melepas alat makannya, ia sudah kenyang...


''Caleb siapkan mobil aku harus membawa Serena ke rumah sakit..''


Rika melebarkan matanya menatap Sean seakan tidak percaya,....


''Sean..tapi Serena baik-baik saja...''


Sean menoleh tajam ke arah Rika...


''Maaf kau pergi saja Rika...supir akan mengantarmu pulang..''


Sean lalu melangkah melewati tubuh Rika begitu saja dan mendekati Serenab dan menatapnya tajam..


''Naik ke mobil Serena...'' tatap Sean dengan tajam.


Bibir Serena masih gemetar, sembari memegang perutnya, Sean tau...gadis nekat ini tidak baik-baik saja..

__ADS_1


''Aku akan pergi sendiri, atau aku bisa menghubungi Dirly jadi paman tak usah khawatir padaku...'' ucap Serena dengan suara serak yang lemah..


Gadis itu melangkah melewati Sean begitu saja membuat pria itu..membeku....matanya terpejam jantungnya berdegup kencang....ia menoleh menatap Serena yang melangkah gontai menuju pintu keluar,...


Sean mengepalkan tangannya, ia melangkah dan mencekal tangan Serena hingga keduanya bertatapan tajam..


''Paman........''


Wajah Serena menjadi pucat......


''Kau tidak mendapat ijin dariku untuk pergi bersamanya, jangan coba melawanku atau kau akan tau akibatnya...''


Rika yang melihat adegan itu dengan jelas semakin panas....jemarinya terkepal penuh dendam....namun tak bisa berbuat apapun, tapi ia akan membalas gadis ini, Sean akan menjadi miliknya..


Serena mulai merasakan perutnya menjadi sangat panas...dan menjerit kesakitan....hal itu membuat Sean semakin panik saja...


Pria itu tidak menunggu, menggendong tubuh Serena ke dalam pelukannya dan membawanya ke dalam mobil....kali ini Sean tidak memakai supir namun hanya sendirian bersama Serena..


Sementara Caleb hanya tersenyum, cinta akan menunjukan kekuatan tepat pada waktunya..siapa yang menduga hal ini akan terjadi...?


**********


UGD


''Dokter..tolong dia, aku rasa asam lambungnya kambuh...'' ucap Sean di wajah pucatnya..


Dokter kemudian meminta para perawat memasang infus dan menyuntikan obat lambung pada tubuh Serena agar gadis itu lebih baik...


Sementara Serena terus menjerit ketika harus menahan sakit, yang di rasakan Sean adalah ia sangat panik, bagaimana bisa ia melihat Serena menderita seperti itu, apalagi ini semua karna dirinya...


''Silahkan tuan tunggu di luar..'' ucap salah satu petugas..


Dengan sangat terpaksa Sean keluar dari ruangan tindakan, dan berdiri dengan tidak tenang di depan ruangan itu..


''Keluarga pasien Nn.Serena...''


''Yah saya,.....'' ucap Sean...


''Apakah tuan pamannnya, ayah atau suaminya...''


Deg!!!!

__ADS_1


Sean membeku....


''Aku adalah.........''


__ADS_2