
Serena kembali ke rumah sakit dengan senyuman yang tergambar jelas di wajahnya, ia sudah membawa cek yang telah di berikan oleh Sean demi keperluan perawatan Dirly selanjutnya..setelah menemui dokter, Serena langsung melangkah menuju ruang perawatan Dirly, gadis itu masuk ke sana dan menggenggam tangan Dirly yang masih terbaring tak berdaya di atas ranjang..tubuhnya di penuhi alat-alat penunjang kehidupan yang begitu menyakitkan di mata Serena..
''Hay....Dirly..aku datang hari ini...mata Serena menjadi panas....lalu menggenggam jemari Dirly dengan erat dan mengecup punggung tangan Dirly..kau harus kuat Serena, kau harus bertahan..jangan khawatir semua akan baik-baik saja..seperti kau yang telah menjagaku, aku akan menjagamu....''
Serena masih berada disana untuk beberapa menit dan bahagia karna konsidi Dirly cenderung stabil, setelah beberapa saat disana ia kembali pulang setelah meminta penjaga menghubunginya jika terjadi sesuatu....
Serena keluar dari ruang perawatannya dan melangkah menuju parkiran, sebelum menuju ke dalam Hotel Serena mampir ke sebuah toko eskrim kesukaannya dan menikmatinya dengan santai...
Sampai ada seorang gadis menghampirinya tiba-tiba...
''Oh....jadi kau bersembunyi di sini Sari...kembalikan utang-utangmu itu...'' teriak gadis itu begitu kesal...
Serena membeku mendengar ucapan tidak masuk akal yang di ucapkan gadis muda yang berusia sama dengannya ini...
''Aku sama sekali tidak mengenalmu, dan aku tidak pernah berhutang...''
Gadis itu berdecak kesal...
''Lihatlah wajah lugumu itu, yah.....aku sudah di peringatkan oleh teman-teman kita yang mengatakan betapa liciknya dirimu, kau licin seperti belut dan aku baru menyadarinya sekarang....kembalikan uangku atau aku lapor polisi...''
Serena tentu saja tidak terima...ia bangkit dari meja dan menatap gadis di hadapannya...
__ADS_1
''Maaf...aku yang akan melaporkanmu nona, kau datang dan menuduhku...''
Serena membuka dompet dan bermakud mengeluarkan tanda pengenalnya namun, ia segera ingat kalau Arden sedang menahan pengenalnya itu..
''Apakah kau mau berkelit lagi.....aku akan menelfon polisi....''
''Silahkan aku tidak takut aku bukan Sari yang suka menipu...namaku Serena...''
Gadis itu hanya memincingkan matanya,
''Silahkan jelaskan itu di kantor polisi..''balasnya menantang..
Seorang gadis menariknya keluar dari toko eskrim dengan cepat hingga ketika Gdis itu berbalik ia sudah kehilangan Sari dan merasa geram karna dirinya....
Sariiii.............
************
''Lepaskan aku lelah sekali...'' desah Serena menghempas pegangan gadis itu..
Sementara sang gadis juga tak kalah lelah...sampai akhirnya keduanya saling menatap tajam....
__ADS_1
Deg!!!!!
Mereka seperti melihat cermin dan terkejut dengan apa yang mereka liat sendiri...
''Kau....'' jerit keduanya bersamaan....
''Mengapa wajah kita sama.....'' desah Serena dengan mata berkaca-kaca...
''Aku saudara kembarmu,....ingatanmu parah sekali Serena....padahal aku di adopsi lebih dahulu mengapa kau tidak ingat padaku...''lengkingan Sari meninggi di pinggir pertokoan itu...
Serena masih bingung....saudara kembar...??? Sari segera meraih lengan Serena dan melangkah pelan dan mulai bercerita..
''Aku di adopsi oleh keluarga penipu, saat itu usia kita masih 5 tahun tapi aku mengingat semuanya dengan jelas di kepalaku Serena..saat aku di adopsi saat itu kau memang di rawat di rumah sakit karna kecelakaan....aku mencarimu lagi namun katanya kau sudah di adopsi nyonya Elena dan tuan Sean Smith...kau apakah kau melupakan aku...'' Jerit Sari dengan mata melebar tak terima..
Serena membeku....
''Sari...'' ulangnya dengan kerutan di dahinya...
**************
Visual Selena Dan Sari sama yah....kan saudara kembar...
__ADS_1