Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Butik...?


__ADS_3

Mobil meluncur membelah jalan di depannya, dan Serena memejamkan matanya, hari ini dia sangat lelah....ia menghabiskan beberapa jam di rumah Jarvis tadi dan menemani Dirly..


ia dan Jarvis bercerita tentang banyak hal......


Sementara Sean melirik gadisnya dan tersenyum, di lihat dari segi manapun Serena memang sangat manis....bahkan ketika gadis ini memejamkan matanya...Sean berdehem..


''Sayang....kau tidak penasaran aku membawamu kemana...''


Serena yang masih memejamkan matanya tersenyum...


''Hatiku bahkan lebih percaya kepada dirimu dari pada diriku sendiri Sean jadi...kau tak akan mencelakaiku, paling buruk kita akan berakhir di tempat tidur...''


Sean terkekeh mendengar jawaban Serena dan ia pun tak tahan untuk mengelus rambut Serena...


''Tentu saja...aku tak akan melukai gadis yang aku cintai, aku juga tidak bisa menyentuhmu karna kau baru saja kehilangan kesucianmu..aku menghormatinya...namun saat ini aku akan membawamu ke sebuah butik, kau harus mencoba gaun pengantin...''


Mendengar kata-kata gaun pengantin membuat Serena membuka mata lebar-lebar...ia menatap Sean dengan protes..


''Tidak...jangan memaksaku untuk menikah Sean aku........''

__ADS_1


''Tenanglah..aku hanya ingin kita berdua melakukan sesi foto untuk pernikahan dan beberapa foto serupa seperti prewed...''ucap Sean santai..


''Untuk apa,...''


''Jika kita menikah nanti aku sudah punya foto kita....''


Serena menyandarkan tubuhnya, sambil memejamkan matanya..


''Dirly sedang terbaring karna kecelakaan Sean.....'


''Aku akan menunggu sampai dia sadar dan mengatakan semuanya dia harus melepaskanmu atau aku yang akan melepaskan kalian..''


''Itu cinta yang egois Sean...''


''Tidak semua harus di hargai dengan uang, dia mengorbankan waktu untukku dan dia menolongkku...''balas Serena..


''Tapi bukan berarti kau harus membalasnya dengan cinta bukan..kau bahkan tidak mencintainya aku tau kau...masih mencintaiku sampai kita berdua melakukan hubungan itu dengan kesadaran......''


Serena memijit kepalanya........

__ADS_1


''Aku minta waktu.....Sean...''


Sean mengangkat bahu...


''Aku akan memberi waktu namun jika di tengah jalan kau mengandung anakku maka tidak ada kata menolak sayang........''ucap Sean tegas..


Dan Serena kehilangan kata............


''Baiklah........''


************


Sean menanti di ruang tunggu dengan hati yang berdebar...ia sangat penasaran, bagaimana jika Serena memakai gaun pengantin itu..yah...walau mereka belum menikah sekarang namun Sean sedang berjuang untuk pernikahan...dia berharap Serena bisa hamil dan ia bisa segera menikahi Serena..tentu saja Sean sudah tidak sabar lagi namun meyakinkan Serena tidak mudah Serena sangat keras kepala dan dan mempertahankan Dirly di sisihnya...


Sean tau kalau dia berhutang budi pada Dirly namun bukan untuk mengorbankan cintanya juga bukan...??


Sean tidak rela melepaskan Serena, jika saja Dirly tida mengalami kecelakaan maka Sean pasti sudah menemui pria itu..pria yang menjadi saingan abadinya dari negara asal mereka...


Tirai terbuka sekaligus memutus lamunan Sean, Serena berdiri disana dengan gaun putih tanpa lengan yang menjuntai panjang menutupi mata kakinya..

__ADS_1


Sean terpana sampai kehilangan kata...


''Serena..kau sangat cantik sayangku....''ucap Sean tersenyum bangga..


__ADS_2