
Sean membenturkan tubuh Serena di dinding dan memberi lum*tan sesaat..
Deg!!!
Keduanya bertatapan di bawah shower...dengan tajam....
''Paman........'' desah Serena dengan wajah terkejut...
''Serena....well...kau ingat tentang hukuman...? bagaimana kalau kau mendapatnya sekarang...''
Sean terbakar melihat keindahan tubuh polos Serena sekarang..dia masih sangat muda indah..
Serena menaikan sebelah alisnya malam menantang..
ia lalu mendekat menarik tangan Sean menyentu permukaan dadanya tanpa takut..hingga Sean membeku...
''Bukankah aku pernah merelakan tubuhku..aku bahkan tidak takut kau sentuh....''
Sean menjauhkan tangannya dengan senyuman pasrah.....
''Kau menang sayang namun belum saatnya aku menyentuhmu...''
Serena terkekeh melihat wajah tersiksa sang paman ketika melihat tubuhnya dan berusaha menahan kesakitannya..sean membuka kemejanya dan memakaikannya kepada Serena karna jika dia melihat Serena dalam keadaan polos terus menerus maka dia tak akan tahan...dia pria normal..
Serena hanya menurut ketika dia harus mandi di bawah shower mengenakan kemeja milik Sean..
''Bagaimana paman bisa masuk...''
__ADS_1
''Kau tak tau jika ada pintu rahasia yang menghubungkan pintu kamar ini dan kamarku.''
''Hah...aku baru tau..''ucap Serena tertawa..
Sean hanya mengangkat bahunya..menarik Serena di dalam pelukannya dahi mereka saling bertautan di bawah shower...
''Sayangku...betapa aku mencintaimu dan sangat takut kehilanganmu..''
Serena tersenyum...
''Aku pun sama sayang....aku ingin dunia tau kita saling mencintai..''
''Karna itu kau harus benar-benar menyelesaikan kuliahmu dengan cepat dan setelah kau lulus..tak ada alasan untuk dunia menghakimi cinta kita..'' bisik Sean mengecup bib*r Serena yang dingin..
''Hmm....aku akan belajar dengan baik..''
''Ingat untuk jangan dekat dengan Axel, kau tidak tau betapa nekatnya anak itu Serena...jangan membuat hubungan kita terputus dan sampai hancur....aku tak ingin kehilanganmu...''ucap Sean memperingatkan..
''Oke...'' ulang Sean tidak terima...
Keduanya tertawa..
''Bagaimana kalau kita mandi bersama..''bisik Serena mandekatkan wajahnya.
Namun dengan telunjuknya Sean mendorong kening Serena sedikit menjauh, mandi di bawah shower bersama di tengah dinginnya air yang menerpa kulit membuat ketegangan itu begitu nyata..bukti gairah Sean meronta di bawah sana..
''Jangan merayuku sayang, berbaliklah...''pinta Sean terkekeh..
__ADS_1
Serena menurut dan membalikan tubuhnya dan Sean mulai menciptakan busa sabun memenuh tubuh Serna dan membungkusnya sampai batas lehernya..dia seperti boneka salju...
''Kau lebih cantik sayang.........'' ucap Sean tertawa..
''Yah...kau sedang menghinaku yah...''
Serena menyalakan shower dan busa sabun itu menghilang sekaligus mencetak jelas tubuhnya di balik kemeja...
Sean hanya mampu melonggarkan tenggorokannya, berkali-kali ia mengingatkan hatinya bahwa belum saatnya....
''Nakal......ayo kita harus cepat dan menemui bibi dan putrinya Clara..''
Kali ini Serena menarik tangan Sean..
''Siapa Clara...mengapa aku melihat hal yang aneh ketika dia menatapmu..''
''Dia sepupu jauh ibuku sayang...jadi Clara akan tinggal bersama kita...''
Wajah Serena memerah...
''Dia akan tinggal disini.....''ulang Serena dengan suara melemah..
''Yah...dia akan bekerja di kantor, bibinya sangat dekat dengan almarhum ibuku sayang, jadi aku tak bisa menolak permintaannya..''
Sean meraih tubuh Serena mendekat.....
''Jangan membiarkan pikiran aneh menguasaimu sayang, seperti aku yang telah percaya kepadamu kau pun harus percaya kepadaku Serena sayang....''
__ADS_1
Deg!!!!
Serena menatap Sean....mengapa ia merasakan sedikit kesal...???