
Serena gemetar memegang nampan berisi penuh makanan yang ia bawa sendiri sementara di dalam ruangan yang penuh asap rokok ini terdapat banyak pria yang sedang berkumpul..dan pria yang menatap tajam ke arahnya tak sedikitpun memenajara matanya..bersama seorang wanita yang menggelayut manja di dadanya pria itu mendorong dengan tegas wanita di sampingnya karna ia menjadi tertarik pada sosok Serena yang menatapnya dengan ketakutan yang begitu kentara..bahkan seluruh tubuhnya gemetar karna takut...
''Mengapa kau berdiri saja disana....'' Serunya dengan suara yang dingin..
Serena tak tau harus bersikap apa, apakah dia harus tersenyum..? jika tersenyum mereka bahkan tidak saling mengenal...
Tapi jika dia bersikap cuek, apakah dia di anggap kurang ajar...?
Serena menguatkan hatinya yah...Serena kau tingga melangkah sedikit dan meletakan makanan itu lalu pergi dari ruangan ini dengan segera,....
Asap rokok memenuhi ruangan hingga Serena mulai merasa akan batuk...
Serena lalu mendekat meletakan satu persatu piring berisi makanan, dan gelas berisi minuman mahal di masing-masing meja para pria berwajah dingin itu,...mereka seperti para mafia..
''Hey...kau gemetar sekali...apa kau takut manis....'' seru pria di sampingnya menggoda..
Serena menoleh dan membeku, mengapa wajah pria ini terlihat begitu menakutkan, ada luka goresan di wajahnya..
''Mengapa kau melihatku...apa kau mau.....''
''Hentikan...jangan mengganggunya.....dia milikku...'' seru seseorang dari kepala meja menatap tajam kepada para anak buahnya...mereka lalu menundukan kepala dengan ketakutan..
''Baik tuan Axel....''
Kini Serena mengalihkan pandangan pada pria yang mengatakan bahwa dia adalah miliknya dengan tatapan beku....
''Kau kemarilah.....'' pinta pria yang bernama Axel kepadanya...
Serena mengangguk sembari memeluk nampannya..ia melangkah mendekat mengabaikan tatapan lapar para pria yang menatapnya...
''Ya tuan...''
''Siapa namamu...''
''Namaku Serena...''
''Serena....'' ulang Axel tertarik....
''Yah...tuan...''
''Kau pelayan disini...''
''Yah...tuan...'' jawab Serena masih gemetar...
''Berapa hargamu, aku ingin membeli tub*hmu...sekarang....''
Deg!!!!
Serena mengangkat wajahnya dengan kerutan di dahinya...
''Apa maksudmu..'' Serena tersinggung...
Axel hanya tertawa merendahkan...
''Apa kau sengaja jual mahal untuk mendapatkan harga lebih mahal...apakah kau masih perawan...''
Mata Serena menjadi panas....jemarinya terkepal...
''Bajingan...'' desis Serena dengan mata berkaca-kaca....
Hal itu membuat Axel tersinggung ia pun bangkit berdiri dan menatap Serena dengan tajam...
''Beraninya kau..........''
__ADS_1
''Bajingan sialan......'' ucap Serena mulai mengumpat tanpa takut...
Hening......
Semua anak buahnya hanya diam sementara menatap Axel dan juga Serena yang berdiri saling menatap tajam..
Sekejap saja....Axel memilih gelas paling mahal untuk menghancurkannya di hadapan Serena....
Cranng......
Gelas bernilai jutaan itu hancur di depan mata Serena hingga gadis itu hanya menatap Axel dengan begitu tajam..
Deg!!!!
Axel lalu melangkah keluar dari ruangan itu di ikuti oleh para anak buahnya setelah berhasil menghancurkan semuanya....
Serena menatap semua yang ada di lantai dengan tubuh yang melemah...ia jatuh tersungkur dengan gemetar,.....
************
''Apa kau sudah gila Serena, kau baru bekerja selama dua bulan dan kau sudah membuatku rugi...mengapa kau menolak tuan Axel...mengapa kau tidak memberikan tubuhmu saja...''
''Manager.......'' suara Serena terputus dengan rasa malu yang tak bisa ia tutupi lagi..
Pria bertubuh besar ini memintanya menjadi wanita murahan...tidak mungkin...Serena tak mungkin melakukannya
''Aku akan menggantinya....aku janji....''
''Cih......dengan apa kau menggantinya, semua kerugian hampir 50 juta lalu apakah kau sedang menguji kesabaranku..''
Serena menundukan kepalanya...
''Biarkan aku mencicil,...aku akan mengambil pekerjaan lain...aku janji akan melunasinya...''ucap Serena memohon...
Manager menganggukan kepalanya...
''Manager semua tidak masalah bagiku...terimakasih manager..''
**************
Malam ini Serena melangkah pulang dari sebuah pabrik kue yang jaraknya tak jauh dari flatnya...
sangat melelahkan dan membuat kaki Serena tak mampu melangkah...
Sementara seseorang menatapnya dari dalam mobil, dialah Sean sang paman yang tampan menatapnya dengan tajam..
''Gadis keras kepala,....dan memegang teguh harga dirinya...'' Sean tersenyum bahagia melihat Serena di depan matanya..
Pria itu keluar dari mobil dan melangkah mendekati Serena yang melangkah pelan, dengan setengah berlari dan Sean mendekati Serena dengan senyuman puas..karna telah menemukan cintanya...
''Serena.....''
Deg!!!
Serena membeku melihat sosok Sean berdiri di hadapannya entah dari mana....namun melihat sosok pria yang ia rindukan saat ini membuat Serena merasa ia sedang berhalusinasi..
Sean mendekat dan...meraih Serena di dekatnya dan menatapnya tajam...
''Serena......''
''Paman...aku pasti bermimpi.....'' desah Serena dengan suara yang serak sedih...
Sean sudah tau apa yang terjadi pada Serena dan hutang-hutangnya..Sean bahkan tau gadis keras kepala ini berkerja serabutan demi mengumpulkan uang....
__ADS_1
Tanpa banyak bicara Sean mendekat dan meraih Serena di dalam pelukannya..
pria itu memejamkan matanya seolah mendapatkan hidupnya yang sempat menghilang...
''Aku merindukanmu Serena....'' bisik Sean mendekap Serena yang menangis di pelukannya..
''Paman....aku juga merindukanmu...'' bisik Serena dengan tangisan yang pecah....
Namun tiba-tiba dia sadar jika ia harus melarikan diri dari Sean....karna itu Serena mendorong tubuh Sean menjauh, dan hendak melangkah...
''Serena...jangan pergi...percuma, aku akan selalu menemukanmu...''
Serena menoleh dan menghela nafas,...
''Paman...ini tidak benar bukan....aku harus pergi dan aku harus,....''
''Serena...kembalilah bukankah kau benar-benar harus membuat bibimu bangga, kau harus melanjutkan kuliah..jika kau memang tak ingin tinggal dirumah maka kau bisa memlihi apartement...aku akan melakukan segalanya agar kau pulang..''
Serena menoleh....
''Serena...dengan bekerja seperti ini kau hanya membuang tenaga dan waktu...pulanglah dan kita cari apartemen untukmu...''
Serena akhirnya tersenyum...
''Yah,...baiklah aku setuju..lalu paman bagaimana dengan pernikahanmu...sampaikan salamku pada bibi Rika..''
Wajah Sean berubah gusar ia mendekati Serena dan menyentuh kepala Serena dengan lembut..
''Wanita rubah itu sudah pergi dan pernikahan batal...''
''Hah.......'' Serena membeku sampai matanya melebar...
Sean segera meraihnya dan setengah memeluk gadis itu yang membuat Serena gugup...
''Kau adalah yang utama bagiku sekarang Serena...aku ingin kau sukses, dan membuatku merasa lebih tenang...''
Serena mengangguk...
''Aku tak sabar untuk pulang, dan bagaimana dengan paman Caleb...''
''Dia merindukanmu...'' balas Sean lembut..
Serena mengalah lalu menurut ketika pria dewasa ini membawanya menuju ke mobil..
*******
Keduanya saling menatap di dalam mobil dengan tatapan salah tingkah...
''Paman...aku sungguh-sungguh tentang merindukanmu...''
Sean mendekatkan wajahnya....
Deg!!!!
********
Mobil memasuki gerbang kediaman milik Sean Smith namun tak jauh dari sana ada sembuah mobil asing dan di atasnya seorang pria muda duduk di atas badan mobil..
Sean dan Serena saling menatap..
''Siapa dia paman...''
''Axel......'' desis Sean menghela nafas...
__ADS_1
''Axel..'' ulang Serena seakan mengingat nama itu...
Deg!!!!