
Seina masih berdiri dan saling menatap dengan seorang pria kecil yang tampan..dia sangat mirip dengan Arden...
Seina mendekat tanpa takut, mengusir jarak di antara mereka hingga anak berusia 5 tahun itu menjadi bingung bukankah setiap wanita yang datang ke rumah ini akan takut padanya,...yah..dia sudah melakukan ini berkali-kali pada setiap wanita yang datang kerumah ini...
Namun mengapa kali ini berbeda..bukannya ia menakuti gadis ini malah ia yang menjadi takut menatap mata sang gadis...
Seina lalu mengulurkan tangannya kepada anak itu...
''Berikan pisau itu...seorang pembunuh tak akan pernah ragu untuk menusuk korbannya...matamu harus fokus..dan siapa namamu.''ucap Seina tajam..
''Kevin...namaku Kevin...kau pernah membunuh...''ia bertanya dengan wajah polos...
''Tentu saja aku banyak membunuh...sudah ratusan kali...''
Mata Kevin melebar sempurna...ia pun percaya dan menyerahkan pistol kepada Seina dengan sukarela..sekedar informasi pisau itu adalah pisau kesayangannya hingga tak sembarang orang bisa memegangnya...dan Seina gadis pertama yang mendapat kepercayaan darinya..
''Dan siapa namamu...''tanya Kevin tampak tertarik pada Seina..
Begitu menerima pisau itu Seina buru-buru menyimpannya..ia menjadi ngeri mengapa pisau ini bisa di pegang oleh anak kecil seperti Kevin...?
Seina lalu duduk di bangku di depan pintu kandang hewan milik Arden..dan Kevin mengikutinya tampak tertarik...
''Namaku Seina...''
''Seina....apakah Ayah mengutusmu sebagai pengasuhku lagi....dan katakan padaku kau membunuh ratusan kali siapa yang kau bunuh,....akui senang...''
__ADS_1
Seina menoleh dan tertawa seketika..gadis itu mendekatkan wajahnya..
''Aku membunuh banyak..kau mau tau Kevin..''
''Yah...'' desah Kevin menunggu dengan tak sabar...
Seina menatap beberapa Hewan buas yang sedang menatapnya tubuhnya menjadi merinding...
''Aku pernah membunuh 100 ekor nyamuk dengan raket anti nyamuk, aku pernah membunuh ayam, aku pernah membunuh semut, yah...aku juga membunuh ikan, lalu cacing...aku juga membunuhnya..........''
Wajah Kevin membeku...ia tak habis pikir mengapa mendengar cerita gadis asing ini..dia penipu.......Kevin menjadi marah..
''Kau,....menipuku....''ucapnya dengan tatapan beku...
''Aku tak percaya kau berani membohongiku.......'' teriak Kevin dengan keras hingga kali ini Seina begitu terkejut,..
''Kevin.....''
''Keluar kau..keluar....''
Seina menatap tajam...
''Yah....kau pikir anak kecil sepertimu wajar menginginkan pembunuhan..? aku rasa semua tak masuk akal...membunuh itu artinya kau menyakiti orang lain, bagaimana kalau kau mengalami hal yang sama...? kau disakiti oleh orang lain..''
Hening..........
__ADS_1
''Membunuh itu tidak baik..kau bahkan masih kecil...kalau kau membunuh maka kau juga harus siap di bunuh...apa kau siap..''
Hening....
Kevin membeku....dan Seina menambahkan...
''Jika kau memotong tangannya suatu saat dia akan memotong tanganmu....jika....''
Suara Seina terhenti ketika Kevin menubruk tubuhnya dan memeluk erat pada Seina..
''Kau mirip dengan ibuku.....aku...rindu ibu...'' tangisan Kevin mulai menggema dan mampu membuat Seina membeku...
''Kevin........''
Mau tak mau Seina mendekap tubuh Kevin dengan erat dan menenangkan Kevin yang sudah sesegukan..
Seina memejamkan matanya ia begitu tersentuh dengan tangisan Kevin yang begitu menyayat hatinya..
''Kevin....jangan menangis...aku akan mengajarimu hal yang lain bagaimana...''
Sementara Arden keluar dan mencari Seina namun ia membeku ketika menemukan pemandangan di hadapannya...
Kevin memeluk Seina...??
Arden masih berdiri disana dan menatap mereka dengan tatapan tak terbaca...
__ADS_1