Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Pertemuan Yang Haru


__ADS_3

Dokter datang dan menangahi pertengkaran mereka berdua..Dokter lalu memeriksa kondisi Dirly dan akhirnya menatap keduanya..


''Kondisimu semakin baik tuan Dirly..hanya perlu pemulihan saja..''


''Baiklah aku mengerti dokter..terimakasih..''


''Tentu saja dan untuk nyonya........''


Hening...


Dokter yang terlihat asing ini menatap Seina dan Dirly..ia dokter baru dan hanya ingin memastikan status mereka..


Seina menegakan tubuhnya..ia bersiap pergi..sudah merasa lelah menghadapi Dirly lagi pula Dirly bukan siapa-siapanya..ketika Seina melangkah ke arah pintu..


''Dia tunanganku...namanya Seina..''


Deg!!!!


Seina menoleh..dan menatap protes pada Dirly yang tersenyum menang..


''Baiklah nona,..karna kau tunangannya bisakah kau menebus obat ini..letaknya di apotiknya berada cukup jauh..''


Dokter memberikan resep di tangan Seina hingga gadis itu hanya menghela nafas..ketika dokter itu meninggalkan mereka Alana hanya menatapnya dengan kesal..


''Kau berhutang padaku ingat,...dan lain kali jangan pernah berbohong tentang hubungan kita karna aku bukan Serena...''ucap Seina lalu melangkah meningglkan ruangan namun ketika ia belum benar-benar keluar dari pintu..


''Maafkan aku Seina dan terimakasih....''ucap Dirly kali ini dengan suara yang lembut sehingga Senia membeku di tempatnya..tanpa menjawab gadis itu keluar dari sana..


Sementara Dirly menatap langit-langit kamar..matanya menjadi panas,...mengapa Kak Jarvis tega menghianatinya..padahal mereka saudara..?? pria itu sungguh terluka, ia di hianati Serena dan Jarvis sekaligus...


*****


Seina menyusuri jalan sepi di depannya sembari melihat-lihat nama apotik yang sama dengan resep yang di berikan sang dokter..


'Mengapa lokasinya bisa jauh begini...??


Seina akhinya memarkirkan mobil dan turun dari sana dengan hati-hati...ia pun melangkah cepat karna rintik hujan yang turun dari langit membasahinya malam ini..


Seina akhirnya berhasil sampai ke toko itu dan membeli obat yang di carinya, setelah itu Seina keluar dari sana dan hendak melangkah menuju mobilnya namun langkahnya terhenti melihat beberapa mobil turun dan mengepung seorang wanita muda...tubuh Seina menjadi gemetar ketika posisinya berada di tengah..ia tak tau harus berlari kemana lagi selain berdiri dengan kaku..


''Aku mohon lepaskan aku...aku mohon....'' jerit wanita tadi dengan wajah ketakutan..


Sementara beberapa pria menatapnya dengan tajam..


''Kau telah menjadi mata-mata itu artinya kau harus...mati...''


Wanita itu sangat panik dan menatap sekitarnya ia menemukan Seina berdiri di tengah jalan dan melihat itu semua..wanita itu lantas berlari ke arah Seina yang berdiri dengan wajah ketakutan..ia merengkuh Seina dan menatapnya dengan tajam....lalu sang wanita menariknya pergi dan bersembunyi di balik mobil..ia tau sebentar lagi para pria itu akan membunuhnya..


''Aku mohon tolong aku..mereka akan membunuhku nona...aku mohon...''

__ADS_1


Seina membeku bagaimana caranya menolong kalau dia sendiri ketakutan..


''Bagaimana caraku menolongmu nyonya, aku sendiri takut...''


Seina membeku ketika airmata sang wanita menetes di wajah pucatnya..


''Mafia itu akan membunuhku...kau tau jika aku punya dua anak..bagaimana nasib anak-anakku jika aku mati malam ini..''


Seina menggeleng ia ikut sedih tapi bagaimana caranya menolong...??


namun ia tak bisa membiarkan wanita ini mati begitu saja...


''Aku harus bagaimana...lalu apa kesalahanmu nyonya..''


Wanita itu menangis...


''Suamiku berhutang besar pada Mafia, kami bangkrut dan aku melakukan kesalahan dengan menggadaikan putriku..tapi sesaat sebelum menyerahkan putriku aku melaporkan mafia itu kepada polisi, dia sangat marah dan mereka mengejarku sekarang...''


''Dimana putrimu...''


''Aku sudah menyembunyikannya nona, dia bahkan baru 15 tahun....aku takut sekali..''


Seina memejamkan matanya..bagaimana bisa ia terlibat di dalam masalah orang lain..??


''Mengapa kau harus ceroboh menggadaikan putrimu sendiri...? bukankah kau juga bersalah dalah hal ini...''


''Aku tetaplah seorang ibu...aku takut anakku akan mati di tangan mafia itu...''isaknya gemetar..


''Baiklah..bagaimana kalau kita ke mobilku sekarang dan aku bisa membantumu melarikan diri...''


Wanita itu menganggukan kepala...


''Baiklah...''


Namun belum sampai wanita itu melangkah..tubuhnya di seret keluar dari persembunyian mereka dan menghempaskannya ke aspal..


Para pria berwajah batu itu langsung menodongkan pistol kepadanya dan membuat wanita itu gemetar...


''Tuan..ampuni aku...'' tangis Wanita itu dengan keras..


Sementara salah satu dari mereka tersenyum kejam..


''Wanita licik..kau akan merasakan kemarahan tuan kami...''


Sementara itu Seina sudah tak tahan lagi jiwa penolongnya muncul dan menguasainya..ia keluar dari persembunyiannya dan mendekati sang wanita dan menghalangi pistol yang di arahkan para pria itu..


''Jangan membunuhnya..aku mohon...''


''Siapa kau...''

__ADS_1


''Tidak penting siapa aku tapi..apa yang kalian lakukan ini bisa melanggar hukum jika...''


Belum sempat Seina melanjutkan kata-katanya..sebuah mobil mewah berhenti di hadapannya sementara itu seorang pria itu keluar dari sana dengan tatapan dinginnya..


Deg!!!


Seina membeku dan cukup terkejut melihat sosok pria di hadapannya yang begitu ia kenal..dialah Arden...untuk beberapa saat mereka saling menatap dengan tajam..


Jantung Seina berdebar ketika melihat Arden menatapnya dengan tajam, pria itu juga cukup terkejut..


Dan wanita itu begitu ketakutan...ia bisa melihat jika tuan Arden mengenal gadis ini...dengan cepat sang wanita meerngkuh Seina dan menempelkan pistol di kepalanya membuat semua orang yang ada disana terkejut termasuk Arden apalagi Seina,...


Arden menatap dengan santai, sembari mengeluarkan pistol dan mengarahkannya pada wanita itu..


Hancur hati Seina melihat Arden bahkan tidak berpikir tindakannya akan membahayakan Seina..


''Lepaskan aku atau aku menembak gadis ini...'' ancam wanita itu dengan suara yang keras..


Arden tertawa...


''Kau pikir aku perduli jika kau akan membunuhnya...''


Deg!!!!


Seina memejamkan matanya ketika airmatanya menetes...yah.,.lagipula apa yang dia harapkan...?? Arden akan membelanya seperti di dalam drama romatis...ketika sang wanita dalam bahaya maka sang pria akan menyelamatkannya dan menjadi pahlawan...??


Tapi mengapa rasanya sakit ketika Arden mengucapkan kata itu..mengapa ia merasakan perih di dalam dadanya...??


Seina menundukan kepalanya ketika airmatanya menetes..


''Aku percaya kepadamu...karna aku melihat ibuku di dalam dirimu..tapi..aku terlalu naif dan bodoh...''isak Seina berbicara dengan nada gemetar hingga wanita itu merasakan nyeri...


Wanita itu terpengaruh dengan kata-kata Seina...


''Tembak aku saja..jika kau ingin...aku bahkan membenci hidupku sendiri...'' tangis Seina dengan keras...


Wanita itu menjadio lengah,....dan disaat yang sama...Arden mengarahkan pistol dan..


Dor!!!!


Peluru itu membuat sang wanita rubuh jatuh di tanah...Seina terlalu syok dengan apa yang dia alami hingga tubuhnya gemetar..


Sementara Arden menatapnya dengan tajam lalu mendekat hingga keduanya bertatapan...


''Apa kabar Seina...''


Seina masih terus meneteskan airmatanya dan membuat Arden merasakan nyeri di dalam dadanya...


Pria itu menatap Seina dengan tajam...lalu meraih tubuh Seina ke dalam pelukannya..

__ADS_1


''Seinaku........'' bisiknya dengan lembut....


__ADS_2