
Ketika ciuman itu berubah menjadi panas...Sean mendorong tubuh Serena ke atas sofa lalu menindihnya bibirnya kembali mencari-cari kenikmatan bibi Serena yang terbuka di hadapannya dan kembali mengul**nya penuh hasrat..
Serena tampak pasrah, sentuhan Sean sungguh mampu meruntuhkan tembok pertahanan miliknya yang selama ini kokoh melindunginya...lidah mereka semakin intens saling beradu dengan jemari Sean yang liar menyentuh atasan Serena dan membukanya..sementara itu Sean juga membuka kemejanya dan memperlihatkan tubuhnya yang kokoh dan kekar...
Keduanya bertatapan dengan sinar mata membara...Serena mengerang ketika...jemari kokoh Sean mulai meremas pelan Pa yu da ra padat yang tampak penuh itu menghantarkan rasa panas yang indah hingga Sean merasa gila...ciuman bibir mereka terlepas seiring dahi mereka yang saling bertautan..jemari Sean masih tertahan mengusap pa yu da ra Serena yang penuh..dan mulai membuka pengait bra yang di pakai Serena..
Sean kembali menatap Serena dan kekasih kecilnya hanya tersenyum pasrah ketika Sean duduk bersandar di sofa lalu ia memangku tubuh Serena dengan pa yu da ra Serena yang berada di depan bibir Sean...Lidah Sean kembali menjlat* puncak pa yu da ra Serena dengan sangat lembut, bibirnya mengulum lagi lalu menjil*t lagi di permukaan pa yu da ra Serena dan mulai memainkannya sesukanya, Sean tak melewatkan ketika tubuh Serena mulai menegang sambil mendesah nikmat...
kedua pa yu da ra Serena berada di dalam mulutnya dan di his*p Sean dengan berganti-ganti..
Sementara itu jemari Serena mulai turun dan mengusap permukaan dada bidang Sean dan menyentuhnya hati-hati...
Aktifitas panas itu semakin menggila ketika Serena mulai menyentuh kej*ntanan Sean dengan rasa penasaran yang tinggi, bagaimana rasanya jika tubuh mereka bersatu...bagaimana jika..ia menyerahkan diri kepada Sean, toh..mereka akan menikah nanti...
Sean menjauhkan tangannya sembari aktifitas panas mereka berhenti..
Sean menatap Serena...
''Aku tak ingin merusakmu sayang, tidak aku pikir belum saatnya aku memasukimu....''
''Bagaimana kalau kita menikah saja paman....'' bisik Serena menawarkan diri...
Sean tersenyum dan mengecup bibir Serena lagi dan mengusapnya..
''Orang akan langsung menjatuhkan vonis kepadaku sengaja mengadopsimu hanya untuk menjadikanmu istriku dan pelampiasanku...bagiku tak masalah namun kau terlalu muda sayang..kau bahkan baru 19 tahun, dan kau akan menerima hujatan dari semua orang...aku sangat bingung Serena... aku merasa akan gila melihatmu bersama Axel...dia keponakan kandungku yang mengincarmu...katakan Serena...apakah yang harus kita lakukan.''
''Menahan diri saja..mau apa lagi...hanya itu satu-satunya cara paman...kita harus bisa saling percaya...''
''Tapi...aku tak bisa Serena..''
''Kalau begitu milikilah aku agar paman bisa tenang dan percaya kepadaku....bagiku tidak masalah jika kita tidur bersama....di lingkungan kampusku mereka bahkan sudah kehilangan kesucian dengan pacar-pacar mereka...aku tidak keberatan jika kita melakukannya..''
Sean mencoba berpikir dengan akal sehatnya...
''Setengah tubuhmu sudah menjadi milikku untuk sementara itu cukup bagiku Serena..aku akan berusaha menahan diriku....'' bisik Sean menarik Serena jatuh dalam pelukannya...
Serena tersenyum...
''Baiklah...percaya kepadaku paman...aku akan setia, dan tolong jangan cemburu pada kedekatanku dengan Axel...kelak ketika kita menikah....dia akan menjadi keponakanku...aku hanya ingin bersikap baik kepadanya....''bisik Serena menyadarkan kepalanya di dada Sean..
Sean mengangguk...
''Aku minta maaf Serena, seharusnya aku bersikap dewasa namun aku malah memperlihatkan rasa cemburuku...aku mencintaimu Serena....'' bisik Sean di sela pelukannya...
Serena tersenyum bahagia,....bisakah dia bahagia sekarang....?
__ADS_1
********
Hari libur......
Serena turun dari tangga dan langkahnya mengarah pada taman di depan halaman rumah, sementara ia tak sadar jika Axel mengikutinya dari tadi...
''Serena.....''
Serena menoleh dan tersenyum......
''Axel..sepagi ini kau bangun...''
''Yah...semalam aku tidak bisa tidur....''
''Mengapa........'' tanya Serena sambil melangkah...
''Ini tempat baru dan aku belum terbiasa....'' bisik Axel santai..
''Aku juga dulu seperti itu...kau akan terbiasa Axel, tenang saja....''
Mereka sama-sama melangkah menuju lapangan kecil disana...
''Mau bermain tenis Axel..'' tanya Serena...
''Aku tak suka permainan tanpa taruhan Serena sayang....''
''Lalu kau mau taruhan apa...''
Axel mendekat..mengikis jarak di antara mereka....dan menaikan sudut bibirnya..
''Jika aku menang...kau harus bersedia menjadi pacarku selama seminggu...namun jika kau yang menang maka kau boleh melakukan apapun padaku selama seminggu.....''
''Tidak adil....aku tak mau melakukannya..enak saja...''ucap Serena malas..
Axel tersenyum....
''Bilang saja kau takut kalah........aku sudah tau jawabannya...lagi pula kau tidak mahir dalam memainkan bola tenis...''
Serena membeku.....jiwa masa mudanya tertantang,...
''Baiklah ayo kita main....'' balas Serena mengepalkan tangannya...
Axel kemudian memanggil Caleb...
''Ada apa....mengapa memanggilku tuan Axel...'' tanya Caleb menatap mereka bergantian..
__ADS_1
''Aku ingin kau menjadi saksi di antara kami....siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah,...'' ucap Axel dengan tajam.
Caleb hanya mengangkat bahu mengikuti keinginan Axel dan Serena..
Dan permainan keduanya pun di mulai dan Caleb dan beberapa pelayan menjadi juri..
Serena mulai memukul bola di awal tentu saja dia tak boleh kalah karna nasibnya di pertaruhkan...bagaimana kalau dia kalah dan menjadi pacar seminggu dari Axel...? Serena tak mampu membayangkan jika paman sampai tau...
''Siap Serena....kau akan kalah...'' teriak Axel dengan senyumuman kemanangan...
Bola mengarah lurus terlalu kuat hingga Serena tak dapat menerimanya..bola itu meluncur dan jatuh di batas garisnya Serena kalah..
Wajahnya teramat kesal..
Serena mengangkat wajahnya ketika skor mereka 1-0 dan gadis itu lalu kembali memukul bola..kali ini mengarah lurus dan Axel tidak dapat menerimanya..
Skor menjadi 1-1...
Kini adalah skor penentuan dimana Serena dan Axel saling menatap tajam..
Caleb menajamkan tatapannya ketika ia akan menjadi penetuan kemenangan masing-masing lawan....
Serena optimis menang lalu menyipitkan matanya tajam, sementara hal yang sama di lakukan Axel...dia yakin akan menang dan Serena akan menjadi kekasihnya..
Serena sangat berkonsentrasi penuh namun sebuah pemandangan membuatnya seketika membeku...
Mobil tampak memasuki gerbang dan paman tampak keluar bersama seorang wanita yang cantik dan satu lagi seorang wanita paruh baya..paman tampak menghormatinya..
Siapa mereka...? jantung Serena berdebar..pandangannya menjadi tidak fokus dan Axel membaca peluang itu...
''Serena..kau akan jadi milikku....''
Bugghh!!!!
Bola itu meluncur dan...menghantam tangan Serena, sehingga raket jatuh dari genggamannya sampai di tanah..
Serena membeku menyadari kenyataan ini matanya berkaca-kaca..
Serena kalah....??
''Yey...aku menang....''
Axel berlari dan melompat...lalu melangkah ke arah Serena yang masih bingung..pria itu lalu mengangkat tubuh Serena tinggi-tinggi dan memeluknya..
''Kekasihku,......''
__ADS_1
Disaat yang sama Sean menoleh dan mengepalkan tangannya..
Kali ini apa lagi Serena...??