Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Menjaga Sikap


__ADS_3

Pagi harinya Serena membeku mendapati Sean tidak pulang kerumah, apalagi Caleb bilang mungkin saja paman Sean tidur di rumah kekasihnya Eva...entah mengapa hatinya berubah menjadi sedih, tentu saja Serena tidak tau mengapa ia harus merasakan sedih dan saat ini rasa sedih itu berubah, Serena sungguh merasa kesal entah mengapa...sementara Caleb mengikutinya dari belakang ketika gadis itu hendak keluar dari gerbang rumah. ia pun menoleh dan menatap Caleb...


''Paman Caleb kalau paman pulang katakan saja kalau aku akan pulang terlambat, ingat dengan ucapannku tentang latihan theater..'' ucap Serena dengan suara yang serak..


''Baiklah Serena, tapi apakah pamanmu sedang marah kepadamu? mengapa sikapnya berubah kasar..? ini pertama kalinya aku melihat tuan Sean bersikap sinis dan dingin...''


Selena mengangkat bahu, seolah ia tidak tau...


''Aku tidak tau apapun paman Caleb, aku bahkan tidak mengerti apapun yang kau bicarakan..mungkin saja dia sedang bertengkar dengan kekasihnya....


''Mungkin saja Serena....''ucap Caleb mengaruk kepalanya...


''Aku harus pergi paman Caleb...'' ucap Serena singkat


Serena lalu meninggalkan rumah menuju kampus dan berusaha tidak memikirkan Sean lagi...walau di dalam kepalanya ia masih di penuhi tanda tanya dimana Sean, apakah dia sedang bersenang-senang dengan kekasihnya...?


Yah..mau bagaimana lagi...Sean adalah duda yang keren dan begitu di gilai wanita..siapa yang tak mengenalnya..dan tak ingin dekat dengannya..?


Serena melangkah menaiki taxi dan pergi dari sana,...mengabaikan hatinya yang sedang kacau.


++++++++++++++++


Di Aula...ketika latihan sudah berakhir..hari sudah malam namun Serena belum mau pulang...


Sementara....


Dirly menghampiri Serena yang sedang duduk sendiri sembari menatap ponselnya,...ada banyak panggilan yang masuk dari sang paman Sean namun Serena sengaja mengangkatnya...ia sengaja pulang telambat, enak saja...paman Sean semalaman tidur di luar entah dimana...jadi tidak masalah jika dia membalas bukan,....?


''Ehm.....mengapa tidak mengangkat telp dari pamanmu sayang...'' bisik Dirly lalu duduk di sebelahnya...


Serena terkejut dan buru-buru menyimpan ponselnya di dalam tas...ia tersenyum..


''Paman hanya bertanya jam berapa aku pulang....''


''Dia perhatian sekali padahal bukan paman kandungmu..''


Deg!!!


Kali ini Serena mengerutkan kening..tidak suka dengan pertanyaan Dirly yang aneh baginya..


''Katakan saja apa maksudmu Dirly dan berhenti berputar-putar...''

__ADS_1


Dirly menghela nafas...ia tersenyum..


''Aku sangat berterimakasih kepada pamanmu yang baik hati dan mau merawat kekasihku dengan baik...''


Mendengar hal itu Serena masih saja tidak puas...ia kemudian mendekatkan wajahnya menyelidiiki kedalaman mata Dirly...


''Jangan berpikir yang tidak-tidak pada pamanku Dirly kau benar-benar membuatku tersinggung,...'' ucap Serena dengan dingin,...


Gadis itu lalu bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju pintu keluar dengan Dirly yang mengejar langkahnya dengan menyesal..


Mereka berdua akhirnya keluar dari gedung Theater dengan saling berkejaran, Serena berlari menuju trotoar untuk menunggu taxi, sementara Dirly mengejarnya dan menggapai tangannya hingga ia menoleh...


''Sayang maafkan aku...''


''Kau menganggap hubungan kami tak normal hanya karna aku tak punya hubungan darah dengannya, mengapa pikiranmu sangat picik Dirly....mengapa kau tak bisa memilih kata-kata lain untuk membuatku lebih baik..''


Serena menghempas pegangan Dirly dan melangkah, namun kali ini Dirly menarik tangan Serena dan menariknya ke dalam pelukan....


Deg!!!!


Serena ingin meronta dalam pelukan Dirly namun pria itu enggan melepasnya..


''Aku mohon maafkan aku sayang, tolong jangan marah..yah..anggap saja aku bodoh..aku hanya merasa sedikit cemburu..''


''Maafkan aku...aku hanya berpikir menggunakan logikaku dan perasaanku sebagai seorang pria normal..''


Serena memejamkan matanya....


''Lepaskan aku....aku butuh berpikir, jadi tinggalkan aku sekarang Dirly..''ucap Serena dengan mata berkaca-kaca...


Dirly membeku namun ia tak bisa menahan Serena..pria itu lalu melepaskan pelukannya pada Serena..namun masih menatap matanya...


''Jangan marah kepadaku syang, aku berjanji tak akan meragukanmu atau pamanmu...''


Namun Serena hanya mengangguk dengan lemah, Serena lalu membalikan tubuhnya dan melangkah, menjauhi Dirly yang hanya bisa menatapnya...


Sementara pemandangan itu begitu membuat panas Sean yang berada di dalam mobil. sebenarnya dia baru bangun dari tidurnya di apartemen sepinya berharap melupakan Serena namun hal pertama yang ia ingat ketika membuka mata adalah Serena..dan sialnya dia tak bisa menyingkirkan itu di kepalanya, meski Eva terus menghubunginya namun, Sean mengabaikan wanita itu meski ia tetap memberi Eva kebutuhannya...


Sean keluar dari apartement dan menuju perusahaan, memeriksa beberapa dokumen lalu kembali pulang namun, hatinya memintanya pergi menemui Serena dan disinilah dia berada menatap pemandangan yang tak ingin ia lihat...bagaimana pria itu yang bernama Dirly memeluk Serena yang membuat jiwanya terbakar..


Sean merasa gila karna ia cemburu, seperti anak remaja yang memergoki kekasihnya selingkuh di depan matanya...seperti itulah perasaannya sekarang.

__ADS_1


Sean mengepalkan jemarinya di stir mobil dengan kuat, sembari menatap pemandangan di depannya dengan sakit hati.....dan menunggu disana..sampai adegan pelukan itu terlepas....


****************


Tiba-tiba Serena melihat mobil berhenti dan seseorang menurunkan kaca mobilnya ia menoleh dan menemukan sang paman yang berada disana entah sejak kapan, apakah paman mengikutinya...??


Serena mengerutkan kening...namun ia memutuskan untuk tidak berpikir lebih jauh dan memilih untuk memikirkan bahwa pamannya hanya kebetulan lewat dan menemukannya di pinggir jalan, tidak mungkin dia benar-benar menunggu Serena kan, dia pasti sudah gila ketika berpikir sepeti itu.


''Masuk Serena...'' titah Sean dari dalam mobil...


Sementara Serena menoleh dan menghentikan langkahnya, ia kemudian memutar pandangan dan tak sengaja menatap Dirly yang menatapnya dari jauh....


Deg!!!


Serena membeku ia sedikit bingung berdiri di anatar dua pria yang menatapnya..


''Serena cepat masuk...'' teriak Sean sekali lagi....


Serena akhirnya tersadar dan sekaligus memutus pandangannya pada Dirly hingga pria itu hanya mampu terdiam di tempatnya...melihat Serena masuk ke mobil sang paman..


Serena masuk dan menutup pintu mobil dan mengunci mulutnya rapat-rapat, sedikitpun ia tidak menoleh kepada sosok Sean di sampingnya..


Mobil pun bergerak pelan membelah kesunyian jalan,....Sean menoleh sedikit, menatap Serena yang sedang memejamkan matanya seolah lelah atau sedang menghindarinya...


''Bagaimana latihanmu Serena..''


''Baik....semua berjalan dengan baik...bagaimana denganmu paman....apakah kau bahagia bersama kekasihmu...''


Deg!!!!


Sean menoleh,mengapa Serena berpikir kalau dia dan kekasihnya...


''Kau masih anak-anak Serena lagi pula, semua itu bukanlah urusanmu...mengenai kekasihku atau siapapun yang bersama denganku...kau sama sekali tidak punya hak untuk mencari tau...aku harap kau tau batasanmu Serena, bukan berarti kita pernah bercumbu dan kau mulai merasa punya hak untuk mengintrogasiku...'' ucap Sean dengan tajam....


Deg!!!


Apakah Serena bisa menangis...?


Serena tak pernah menyangka mendengar jawaban sinis dari paman Sean..ia pun menganggukan kepalanya...


''Baiklah maafkan aku paman, aku tak akan menanyakan hal pribadimu, yah...seperti kau bilang aku hanyalah anak kecil...jadi jangan menanggapi serius dengan perkataanku, dan aku mohon padamu berhenti menjemputku di kampus atau aku akan berpikir mungkin paman menyukaiku...''ucap Serena dingin lalu memejamkan matanya lagii...

__ADS_1


Serena patah hati.....


Sean hanya memejamkan matanya menahan perasaannya.....


__ADS_2