
Jarvis dan Sean terlibat tatapan dingin....dan Serena berada di tengah mereka...
''Siapa kau....'' tanya Jarvis tajam..
Sementara Sean tersenyum dingin seraya menarik Serena dari sisih Jarvis dan berpindah pada sisihnya...
''Aku yangb harus bertanya kau siapa....aku yakin kau bukn Dirly...''
''Aku kakaknya Jarvis....''
Sean mengangguk...
''Kau hanya kakak dan sama sekali tak mempunyai hubungan dengan Serena jadi...aku ingin mengingatkanmu..bersikaplah seperti seorang kakak...''
Jarvis mendekat.....
''Apakah kau adalah pamannya bernama Sean yang mempunyai hasrat terlarang pada Serena...''
Sean merasa tersinggung dengan ucapan JarviS kemudian menarik ujung kemejanya dan mencengkramnya dengan erat...
''Serena adalah milikku..apa kau mengerti...''
''Kau bermimpi Sean, karna Serena adalah milik adikku..'' jawab Jarvis tak mau kalah..
Serena memijit dahinya dan mengerutkan keningnya tak tahan...
''Bisakah kalian berdua bersikap dewasa setidaknya sesuai umur kalian,....Dirly sedang terbaring di dalam kamar dan kalian malah merebutkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada....aku akan menemui Dirly dan untuk kalian berdua...silahkan terus berkelahi mungkin dengan begitu kalian akan menjadi terkenal...''
Serena lalu melangkah begitu saja meninggalkan kedua pria yang bahkan saling menatap tajam,...
__ADS_1
''Adikmu sedang sekarat dan kau masih menyempatkan diri untuk mengambil kesempatan,...ketika Dirly bangun maka dia harus terima bahwa pernikahan mereka akan batal....''
Mendengar hal itu membuat Jarvis tertawa kesal..
''Maaf tapi...Serena sudah bersumpah akan sesuatu...''
''Apa maksudmu....'' desis Sean mendekat..
Namun Jarvis tersenyum misterius...lalu memperbaiki jasnya dan melangkah mendekat...
''Baiklah aku akan jujur kepadamu Sean....aku juga menginginkan Serena...''
Wajah Sean berubah merah padam....pria itu lalu tak mampu menahan diri..
''Bughhhhh''
Tubuh Jarvis jatuh membentur lantai di IGD dan membuat semua mata tertuju kepada mereka...
''Bawa dia..aku rasa dia juga akan sekarat..'' ucap Sean tajam..
Jarvis mengerang marah...tunggu saja, dia akan merebut Serena...jika tidak bisa dengan cara halus maka dengan senang hati Jarvis akan memaksa...
''Awas kau Sean Smit...aku akan membalasmu...'' ucap Jarvis...lalu melangkah meninggalkan tempat itu..
Sementara Sean memejamkan matanya...bagaimana pun juga..Serena harus mengandung anaknya....
Sean lalu melangkah menuju ruang tunggu dan sambil menunggu Serena yang masih berada di dalam...
***********
__ADS_1
''Koma......'' ulang Serena dengan mata yang basah.....
''Aku ingin mengatakan hal ini kepadamu nona kalau pasien hanya bergantung pada alat-alat penunjang kehidupannya, sebenarnya tak ada harapan lagi untuknya hidup...
Airmata Serena mengalir begitu saja...dadanya terasa sesak karna terlalu sakit membayangkan apa yang terjadi kepada Dirly...
''Nona....''
''Bagaimana bisa Dirly mengalami ini semua...bagaimana mungkin....'' isak Serena sembari memeluk tubuh Dirly yang terbaring kaku....pria itu masih menutup matanya seolah dia sangat lelah....
''Kami akan menyerahkan pada keluarga...apakah akan mempertahankan kondisi pasien ataukah harus merelakan dia pergi dengan tenang...''
Deg!!!!!
Serena menggeleng....
''Tidak.....tidak boleh Dokter...dia harus hidup....''
''Biayanya sangat mahal....''
''Aku akan bekerja....dia juga punya kakak yang akan bertanggung jawab...aku yakin....''ucap Serena berharap kepada Jarvis tentu saja....
Dokter hanya menghela nafas...
''Baiklah.....kita akan bicara lagi....''
Serena mengangguk menatap kosong ke arah dokter yang keluar dari ruangan...sementara ia menoleh menatap Dirly yang terbaring tak berdaya....
Serena melangkah dan kembali memeluk tubuh Dirly....
__ADS_1
''Tidak...kau tidak boleh menyerah Dirly...aku mohon....aku akan berjuang..aku akan berjuang untukmu jadi...jangan menyerah..jangan tinggalkan aku....'' isak Serena begitu hancur...