
Arden mendekati Seina dan menyipitkan matanya dengan tajam..apakah gadis ini sedang merayunya...??
Hening ketika Seina menjadi salah tinggah..apalagi mata Areden begitu tajam mendekatinya, wajah Seina merona...
''BIbi Seina...aku ngantuk..'' bisik Kevin melepakan Seina dari belenggu tatapan sang ayah..
''Tidurlah lebih dahulu Kevin..''
''No...aku tak bisa tidur sendiri...''
''Kau seorang anak laki-laki Kevin, yang benaer saja....''ucap Arden merasa heran, mengapa Kevin berubah manja...??
''Kevin seorang anak Arden, sudahlah....aku harus menidurkannya...ayo Kevin...''
Seina melangkah namun ia sedikit terkejut ketika Arden menarik tubuhnya mendekat hingga keduanya bertatapan..
''Kau.....sedang meneymbunyikan sesuatu dariku Seina...''
''Tidak...''
''Bohong...jawab aku..''
''Tidak..kami sedang bermain, apa yang terjadi kepadamu..mengapa kau malah menuduhku melakukan hal yang di luar logika..aku bahkan tidak mengerti...aku tidak melakukan apapun..' ucap Seina kembali menantang..
Arden kemudian menganggukan kepala dan tersenyum ia mendekatkan wajahnya dan menikmati kegugupan Seina..
''Santai saja lagi pula aku hanya bertanya saja,mengapa kau sangat gugup..''
__ADS_1
Wajah mereka begitu dekat saat ini nyaris berciuman...
''Aa...aku..tidak gugup, aku hanya mengantuk...''balas Seina sekenanya..
Beruntung Kevin segera menarik tangannya...
''Ayah....jangan nakal pada bibi kesayanganku..''tatap Kevin dengan tajam...
Kevin menarik Seina menjauh dan hal itu membuat Arden terpaku di tempatnya, mengapa Kevin begitu melindungi Seina..
Pria itu berdecak...ia punya saingan yang berat...Arden lalu membalikan tubuhnya dan hendak melangkah namun pandangan matanya tertarik pada beberapa tumpukan sesuatu di belakang sebuah pot bunga..
Arden menatap salah satu anak buahnya...
''Apa yang tersembunyi disana...''
''Baik tuan...''
************
Tengah malam yang panas...Seina membuka matanya karna rasa haus yang begitu menyiksa, ia melirik ke ranjang milik Kevin dan tersenyum, pria kecil itu kelelahan ketika mereka berjalan-jalan tadi...dan tertidur dengan lelap dan sekarang Seina merasa haus...Seina beranjak dari ranjang dan mengikat rambutnya keatas, lalu keluar dari kamar, sebenarnya dia juga sangat lelah karna jalan-jalan tadi tapi rasa haus membuat Seina terpaksa harus terbangun dari tidurnya..
Menuruni tangga...Seina beranjak menuju dapur dan melakukan aktifitas minum..lalu mengarahkan langkahnya kembali ke arah tangga dan melangkah satu-satu..ia ingin cepat sampai di kamar dan melanjutkan tidurnya,...namun begitu sampai di ujung tangga, Seina begitu terkejut ketika melihat sosok Arden berdiri dan menatapnya dengan tajam..
Deg!!!
Seina menegakan tubuhnya dan menatap Arden dengan tajam...
__ADS_1
''Arden....''
''Mengapa kau seperti melihat hantu saja...''
''Tidak...aku hanya terkejut karna kau muncul tiba-tiba dan ini reaksi alamiku..''
Arden tersenyum lalu melangkah turun dan mendekati Seina..
''Aku juga baru saja terkejut baru-baru ini..''
''Apa yang membuatmu terkejut...''
''Rahasia...apakah tidurmu nyenyak Seina...''
''Tentu saja...tidurku nyenyak...''
Seina bergerak mundur dari tangga dengan wajah gugup..dan Arden bergerak maju dan memenjara matanya hingga kaki Seina tergelincir dan membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan, dan disaat yang sama...
Arden menangkap tubuh Seina yang hampir jatuh dan membuat tubuh Seina membentur dada bidang Arden..
Deg!!!
Mata mereka bertemu dan Arden membeku menatap mata Seina yang cantik...dan terpana karnanya..
''Jangan lakukan kesalahan lagi Seina karna aku tak akan mengampuninya...''
''Apa maksudmu Arden....'' lirik Seina gugup ketika Arden mendekatkan wajahnya...
__ADS_1
Deg!!!!!