
Malam ini Seina kembali ke apartemennya karna kak Serena dan kak Sean menempati rumah yang telah di persiapkan kak Sean untuk kak Serena, ia tak ingin mengganggu sang kakak dan kakak ipar..
Seina membuka pintu dan melangkah masuk..ia lalu menghampiri kulkas, mengambil segelas minuman kaleng dingin dan meneguknya..gadis itu memejamkan matanya...dan menyandarkan tubuhnya di pintu kulkas..
Mengapa dadanya masih terasa sesak..? mengapa ini sangat sakit...mengapa..? bahkan ia masih merasa kalau patah hati ini tak juga mau pergi..
Bicara tentang patah hati, tak seharusnya Seina merasakan itu, hubungannya dengan Arden hanya sebatas kenal..ia bahkan menggantikan peran kakaknya..
''Ayolah Seina bangun dari mimpi dan jangan bodoh...kau adalah hanyalah penganti..tidak mungkin Arden menyukaimu walau wajah kalian sama....''
Seina hanya menggeleng dengan senyuman sedihnya...gadis itu segera membersihkan dirinya dan duduk makan sendirian sambil menonton tv, Seina masih berusah melupakan Arden dan berusaha mengeluarkannya dari kepalanya..
Ketika selesai makan...Seina mendengar bunyi pesan masuk di ponselnya..
Seina..tolong ke rumah sakit sekarang...Dirly sadar...
Serena......
__ADS_1
Seina bangkit dari tempat duduknya dan melangkah dengan cepat, menghampiri pintu, tak lupa membawa jaket dan tas pinggangnya..kata kak Serena, nama yang di panggil Dirly adalah nama Serena sedangkan ini adalah malam pertamanya bersama kak Sean,,tidak mungkin kak Serena bisa pergi..kak Sean tak akan mengijinkannya...
Seina segera melangkah ke arah mobil dan segera masuk ke dalam..ioa harus segera sampai dalam hitungan menit...
++++++++
Seina akhirnya sampai di depan ruangan Dirly..ia berhenti sebentar di depan pintu dan memutuskan berhenti sebentar disana sambil menahan debaran jantungnya..untuk kesekian kalinya dia menyamar menjadi sosok sang kakak..matanya menjadi panas akankah kejadiannya akan sama seperti Arden...??
Seina menguatkan hatinya lalu membuka pintu kamar...ada banyak petugas medis disana yang sedang memeriksa kondisi Dirly dan di antara mereka..ada sosok paman Dirly...pria itu menoleh kepadanya dengan tajam..
''Nona Serena..silahkan..dari tadi tuan Dirly memanggil namamu..''
Seina membeku di tempatnya..ia lalu melangkah dengan gugup ke arah Dirly yang sudah membuka mata...keduanya bertatapan dengan tajam..Seina membeku ketika menatap mata Dirly yang terlihat begitu tajam..kepadanya, pria ini sangat tampan...
''Bagaimana kondisinya dokter..''
Seina menatap dokter dengan tatapan ingin tau..dokter lalu tersenyum..
__ADS_1
''Tak ada yang perlu di khawatirkan nona, kondisi pasien stabil dan baik-baik saja...kami akan meninggalkan kalian berdua...dan tuan Jarvis..bisa ikut aku sebentar....''
Jarvis mengangguk namun matanya menajam kepada Seina..seperti ingin tetap berada disana namun tak bisa..Seina sama sekali tidak menatap ke arahnya...hal itu membuat Jarvis terbakar amarah..namun ia harus pergi dari sana..
Mereka pun keluar dari ruangan dan meninggalkan Seina dan Dirly sendirian..Seina mendekat dan memeluk tubuh Dirly...dengan cepat dan kaku, tentu saja ini pertama kalinya mereka bertemu....dan ia tak tau harus bagaimana...Seina juga tak tau kebiasan sang kakak jika bersama kekasihnya..
''Bagaimana keadaanmu Dirly,...apakah kau baik-baik saja..aku senang kau bisa membuka matamu lagi...aku pikir kau pria yang kuat dan...''
Dirly menghela nafas....
''Siapa kau....dimana...Serenaku....''desah Dirly dengan pandangan tajam..
Deg!!!
Seina begitu terkejut..tentu saja dia tak menyangka jika Dirly akan mengenalinya dengan mudah...
Seina menghela nafas...
__ADS_1
''Aku.........''