Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Sean Yang Licik


__ADS_3

Tirai terbuka dan sosok Serena keluar dengan senyumannya yang begitu manis dan meluluhkan hati Sean..


Pria itu sampai berdiri dan bertahan disana...seolah tersihir oleh kecantikan Serena yang memikat...hingga Serena mengerutkan keningnya...


''Mengapa kau malah diam...apakah aku jelek, model gaun ini tidak cocok...aku menggantinya saja....'' ucap Serena hendak masuk kembali namun


Sean menahan langkahnya dengan memegang kedua bahunya....keduanya saling menatap..


''Kau sangat cantik Serena...sangat cantik...''


Serena mengulum senyumman malu...


''Memang aku cantik...lalu kita akan kemana sekarang...'' tanya Serena mengerutkan kening...


Sean tersenyum misterius...


*********


Mereka berada di sebuah studio dan mulai melakukan foto ala prewed yang indah berbagai gaya di lakukan keduanya hingga mendapatkan hasil yang memuaskan..sebenarnya Serena juga tak mengerti mengapa mereka harus melakukan foto ini namun karna ia tidak berani melawan Sean maka ia melakukannya saja...


Sean sangat bahagia melihat hasil foto mereka yang begitu serasi walau yah ia memang jauh lebih dewasa, dan Sean mencetaknya dalam ukuran yang besar untuk di letakan di apartemen dan ruang kerjanya...


Sementara Serena juga melakukan hal yang sama...mencetaknya dengan ukuran besar..


Acara pemotretan selesai dan keduanya kembali ke dalam mobil..


''Aku sangat lelah...''ucap Serena merenggangkan ototnya...


Sean tersenyum...


''Aku ingin mengatakan satu hal padamu bagaimana kalau kita tinggal bersama...''


Serena menoleh...


''Tidak mau......''

__ADS_1


''Mengapa..bukankah kau bilang jaman sekarang adalah bebas...lagipula aku bukanlah orang asing sayang, kita bisa saling menjaga dengan tinggal bersama..jangan lupa juga kau bekerja di Hotel dan aku tau mau kau sampai telat datang dengan alasan apapun..''tegas Sean memenjara mata Serena..


Serena terdiam sesaat..


''Sean...kau belum lupa kalau aku punya Dirly...aku ingin menengoknya setiap hari kalau bisa...''


Sean mengangguk..


''Jika kita tinggal bersama maka aku berjanji akan memberikanmu kebebasan..''


''Kebebasan....'' ulang Serena...


Saat itulah ia baru menyadari kalau kebebasannya hilang sejak bertemu dengan Sean kembali...


''Kau sangat licik...''ucap Serena dengan lemah...


Sementara Sean mulai menghidupkan mesin mobil...


''Aku punya beberapa syarat Sean,....''


''Katakan sayangku..''


''Jangan memberatkan...aku sayang...''


''Aku akan menulis dan jika kau setuju mari tinggal bersama...''


Serena menyandarkan tubuhnya di kursi mobil dan memejamkan matanya


dan beberapa saat kemudian ponselnya berdering dan membuat Serena terkejut dan buru-buru mengambil ponselnya..


Telp dari Jarvis...??


''Siapa.....''


''Jarvis...''

__ADS_1


''Duda itu.......'' ulang Sean tak suka...


''Ayolah paman bukankah kau juga seorang duda....''


''Berhenti memanggilku paman, karna kita sudah tidur bersama...tak ada paman normal yang melakukan itu...''


Serena terkekeh melihat wajah gusar Sean...


Gadis itu lalu menerima panggilan telp..


''Yah...kakak......apa...Dirly..baiklah aku akan langsung ke rumah sakit....''


Tangis Serena pecah saat itu juga ketika mendengar berita mendadak itu...hingga Sean harus menepikan mobilnya...dan menenangkan tangisan Serena...


''Ada apa..Serena...''


''Dirly.....kondisinya kritis, ya Tuhan.....aku mohon kita ke rumah sakit sekarang,....aku mohon....'' jerit Serena kehilangan kendali di dalam dirinya...


Sean menganguk dan mempercepat laju mobilnya...


+++++++


Serena langsung berlari turun dari mobil dan masuk ke dalam IGD..namun lengannya di cekal oleh seseorang yaitu Jarvis..


Dengan setengah memeluk ia menenangkan Serena...


''Serena....Serena tenanglah....''


Airmata Serena turun....


''Apa yang terjadi mengapa kondisinya kritis....''


Jarvis baru saja ingin memeluk Serena namun ia sedikit terkejut ketika sebuah lengan tak kalah kuat menariknya menjauh hingga pelukan itu terlepas....


''Siapa kau hingga berani memeluknya...'' desis Sean bersedekap tidak terima.....

__ADS_1


Jarvis menoleh dan mengepalkan tangannya melihat sosok Sean yang dingin...



__ADS_2