Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Tak Akan Aku Lepaskan


__ADS_3

Sean pikir dia sedang bermimpi ketika melihat sosok Serena berdiri seperti patung di hadapannya, Serena bahkan juga berpikir ini adalah mimpi karna tak mungkin di hadapannya adalah pria yang pernah begitu ia cintai dan menyakitinya dengan dalam.


Serena masih terpaku bahkan ketika Sean melangkah dengan cepat ke arahnya, tubuhnya bahkan masih terpaku, ia tak bisa melarikan diri atau sekedar bereaksi, Serena hanya berdiri dan menatap Sean seperti gadis bodoh.


Sean butuh di ingatkan sekali lagi bahwa ini bukanlah mimpi...pria itu bergerak dengan sangat cepat mendekati Serena..


''Tampar aku...''ucap Sean memberi perintah..


''Hah...'' Serena mengerutkan kening....sementara jantungnya berdebar dengan sangat kencang..


''Tampar aku agar aku tau ini bukanlah mimpi..'' ucap Sean dengan tajam...


Serena merasa tidak enak namun bukankah ini kesempatan..?


Serena mengayunkan tangannya...


Pacckk!!!!!


Hening....


Wajah Sean terasa panas akibat tamparan Serena walau begitu ia sama sekali tidak marah atau protes, ini terasa menyakitkan sekaligus indah..karna ini ternyata bukanlah mimpi..ini benar-benar kenyataan kalau Serena ada di hadapannya..


''Serena...kau...''


Sean memegang kedua pundak Serena sedikit lebih kuat...

__ADS_1


sedangkan Serena baru tersadar bahwa, ia tak boleh bertemu dengan Sean..bukankah selama ini dia menghindari pria ini..ia pergi sejauh ini dan tak menyangka bisa bertemu kembali...tidak...ia tidak bisa bertemu lagi dengan Sean..


Serena mendorong tubuh Sean menjauh..ketika matanya berkaca-kaca..mengapa susah payah ia berusaha melupakan Sean selama dua tahun ini, seakan sia-sia ketika ia masih merasa berdebar...antara benci dan juga cinta Serena tak akan perna mau lagi berurusan dengan Sean..


Sean masih berdiri menatapnya..


''Aku rasa aku salah tempat,...''


Serena membalikan tubuhnya meraih gagang pintu, dan membukanya sedikit namun di luar dugaannya..


Sean malah mendorong pintu itu agar tertutu kembali..


Deg!!!!


Keduanya bertatapan tajam...


''Kau mau pergi lagi dariku....kau pikir aku akan membiarkannya...'' suara Sean meninggi di tengah ruangan hingga Serena mengeraskan wajahnya...


''Sean...''


Sean terlihat begitu marah...di raihnya tubuh Serena mendekat....


''Dua tahun kau membuatku seperti orang gila dengan mencarimu..dua tahun Serena...dua tahun dan aku...seperti pria yang telah kehilangan sebelah jiwanya..kini kita bertemu dan kau pikir aku akan melepaskanmu...''


Serene tertawa dengan kesal...melepaskan pegangan Sean kepadanya dan mendorong tubuh Sean menjauh darinya..

__ADS_1


Airmata Serena menetes meski ia tidak mau....


''Bukankah kau tidak tau malu jika masih mengharapkan gadis yang telah kau buang...''


Sean membeku, menyadari betul ini adalah kesalahannya...


''Aku tidak menyangkal jika ini adalah kesalahanku Serena...''


''Kau egois...kau sangat egois Sean...kau menyakitiku berkali-kali lalu minta maaf...lalu kembali menyakitiku....Serena menggeleng eggan...aku tidak bisa menerimanya...hatiku sudah sangat terluka..''


Sean mengangguk dengan mata yang basah...


''Aku tidak akan berjanji tapi Serena...maaf, aku tak bisa melepaskanmu lagi...aku tidak bisa....aku akan membuktikan kali ini aku tak akan pernah menyakitimu..''ucap Sean dengan wajah yang penuh ketegasan..


Ketika Sean mendekat ingin meraihnya di dalam pelukannya...


Serena bergerak mundur dan menunjukan sebuah cincin pertunangan di hadapan Sean dengan cepat...


''Aku sudah bertunangan sekarang dengan Dirly kau masih ingat dia bukan...dia akan membahagiakan aku,...dia........'' suara Serena tertelan ketika....


Hening..


Serena membeku ketika Sean membenturkan tubuhnya di pintu dan melum*** bibirnya yang dingin...


Tanpa sadar Serena memejamkan matanya..........

__ADS_1


__ADS_2