
Sean mengusap wajahnya dengan kasar...ucapan Serena membuatnya seketika membeku di tempatnya...
''Serena,.....''
''Apakah perasaan kita sama jika ya...maka aku akan membiarkan kau menyuapiku dan memberiku perhatian....tapi jika kau tidak menyukaiku seperti aku menyukaimu...maka tinggalkan aku paman...dan aku akan mulai mengubur perasaanku...'' tantang Serena menekan egonya...
Deg!!!!
Sean membeku....
Aku tidak akan menyerah paman, Serena memilihku di antara kita berdua dan aku harap, berhentilah memberi perhatian kepadanya atau...semua orang akan berpikir aneh pada sikapmu...mereka akan berpikir sang paman angkat akan menyukai keponakan angkatnya...aku yakin paman tidak seperti itu bukan...?
Sean masih mengingat ucapan Dirly kepadanya dan semuanya benar....hubungan mereka tak akan pernah bisa bersatu, perasaan Serena labil tentu saja...dia masih sangat muda, jadi dia gampang menyukai...
Seanlah yang harus sadar jika ini semua hanyalah semu dan dia tak boleh jatuh dalam pesona Serena dan tetap memposisikan diri sebagai paman kepada keponakannya...
Yah...demi masa depan Serena sendiri, bahkan dia sudah berjanji pada almarhum istrinya...mana mungkin dia menyukai Serena meski hubungan mereka hanya paman dan keponakan angkat...??
Sean tersenyum dengan sangat dingin,...lalu menatap wajah Serena...
''Aku minta maaf karna semua perhatianku menumbuhkan cinta di dalam hatimu...tapi Serena, cinta tak bisa di paksakan....aku dan Rika akan menikah..dia wanita dewasa yang cocok untukku sementara kau masih sangat muda..Dirly sangat tepat bagimu Serena.....jadi...''
''Jadi kau tak menyukaiku yah....'' Serena menganggukan kepala...
Meski airmatanya menetes Serena masih mencoba mengobati luka di hatinya...ia tersenyum.....
''Serena bukan begitu maksudku...'' suara Sean terputus...
''Lihatlah betapa kurang ajarnya aku, bukannya aku berterimakasih dengan berbakti aku malah menjadi serakah....paman maafkan aku...tapi aku boleh meminta sesuatu kepadamu...''
''Katakan....apapun akan aku lakukan, kau butuh uang atau........''
Serena menggeleng.....
''Jika paman telah menikah maka saat itu juga aku akan pergi dari rumah....'' ucap Serena dengan suara tegas....
Sean menganggukan kepala....
''Baiklah....itu akan lebih baik Serena...'' ucap Sean dengan sangat dingin..
''Baiklah....''
Sean menegakan tubuhnya dan menatap Serena dengan tajam..
''Jaga dirimu Serena paman harus pergi....''
Serena mengangguk.....ia berusaha tersenyum......memalingkan wajahnya ketika menatap Sean semakin membuatnya terluka...
Sean lalu melangkah pergi berusaha menahan perasaannya yang tidak baik-baik saja...ingin sekali ia memeluk Serena, menciumnya dan menenangkannya seperti seorang kekasih, namun Sean pikir itu semua tidak mungkin....
Tidak mungkin, mereka tidak akan bisa bersama selamanya....
Sean mengeraskan wajahnya, memakai kacamata hitam miliknya untuk melindungi mata sembabnya..ia telah melepaskan cintanya kepada Serena..
Sedangkan Serena hanya menundukan kepalanya dengan rasa sakit di dadanya untuk ke sekian kalinya Serena terjatuh dengan perasaannya sendiri...
''Aku akan melupakanmu paman Sean, aku pasti melupakanmu...'' ucap Serena dengan mata yang terpejam dengan begitu kuat...
************
Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, Serena akhirnya pulang dari rumah sakit dan Dirly selalu ada disampingnya pria itu mengantarnya pulang....
Caleb membantu Serena masuk bersama Dirly...rumah tampak sepi...
''Dimana paman..'' tanya Serena penasaran...
__ADS_1
Caleb berdehem...
''Tuan Sean sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya,...dan hanya menitip salam kepadamu dan memintaku mengatakan apa yang kau butuhkan Serena...dan memenuhinya...'' ucap Caleb dengan suara yang hati-hati...takut kalau Serena akan sedih...
Dari wajahnya dia tau kalau Serena mulai terpengaruh....Caleb bisa merasakan perasaan yang di rasakan Serena untuk Sean..
Pria matang itu hanya tak mengerti jika mereka saling mencintai mengapa harus menyakiti...?
''Aku ingin istirahat paman...''
"Baiklah Serena...." ucap Caleb...
''Aku akan membantumu sayang...'' bisik Dirly yang berada di samping Serena dan masih memeluknya...
Mereka pun naik ke lantai atas dan ke kamar Serena...Dirly menuntun Serena menuju ranjang dan membaringkan Serena disana...
''Apa kau masih merasakan sakit....'' bisik Dirly lembut..
Serena hanya diam saja dan mengangguk...
''Terimakasih Dirly...terimakasih untuk segalanya...''
''Jangan berterimakasih...aku adalah kekasihmu..''ucap Dirly mengingatkan...
Serena hanya mampu tersenyum......
''Yah....kau kekasihku yang tampan...''
Dirly hanya mengangguk bangga...
''Aku akan pulang dan membiarkanmu istirahat sayang...aku akan datang kembali nanti...''
''Baiklah...''
Mendung kembali terlihat di wajah Serena...matanya menjadi panas ketika membayangkan paman Sean pasti sedang bersenang-senang dengan Rika calon istrinya, yah...seharusnya dia senang karna paman Sean akan bahagia dan menikah dengan wanita yang mencintai dan di cintainya...
Serena memejamkan matanya berusaha melupakan bayangan paman Sean, mengusir jauh pria dewasa itu dari pikirannya...
********************
Malam hari,......
Serena masih berbaring di ranjangnya ketika pintu kamar terbuka dan sosok Sean masuk dan menyalakan lampu kamar...
Serena mengangkat kepalanya dan menatap sosok Sean yang juga menatapnya...Sean tampak kaku...
''Serena..bagaimana keadaanmu...''
Serena berusaha bangun dari ranjang dan menatap sang paman yang mendekat...
''Aku sudah lebih baik...'' ucap Serena singkat...
''Baiklah,....maukah kau turun dan makan malam bersama kami...'' ucap Sean membujuk..
''Kami...apakah bibi Rika disini...'' tanya Serena berusaha kuat menekan perasaanya...
Sean mengangguk...
''Kami baru saja pulang untuk fiting gaun pengantin jadi....kami...''
Deg!!!
''Aku akan turun paman...beri aku 15 menit...'' ucap Serena bergerak turun dari ranjang menujun lemarinya...
Dingin....dan hampa...
__ADS_1
Itulah yang di rasakan Sean saat ini, ia masih menatap tubuh Serena yang berdiri di depan lemari dan memilih pakaian...
''Paman pergi saja aku akan turun sebentar lagi...'' ucap Serena pelan....
Sean mengangguk lalu meninggalkan kamar...hingga Serena kembali memejamkan matanya ia menyandarkan kepalanya di lemari...
Mengapa terasa sesak hingga untuk bernafas saja sangat menyakitkan....? jemari Serena mengepal mengumpulkan kekuatan....
Gadis itu menatap ke arah pintu dengan tatapan nanar..
**************
Sean duduk dengan tatapan beku, di meja makan....sementara Rika duduk di sampingnya dengan aura kekuasaan yang semakin kuat, sebentar lagi dia akan menjadi nyonya rumah....dan ia akan mendapatkan segalanya tanpa harus lelah....
Sekarang tugasnya hanyalah mengusir gadis kecil ini....dengan tegas...
Tak berapa lama kemudian Serena muncul dengan wajah yang tertunduk...ia masih terlihat pucat....begitu melihat Serena, Rika langsung tersenyum.....
''Serena...bagaimana kabarmu sayang, maaf bibi tidak sempat mengunjungimu sayang...kau tau persiapan pernikahan ini sangat mendadak....''
Serena tersenyum....
''Aku baik-baik saja bibi jadi jangan khawatir...''
''Mari kita makan..........'' ucap Sean berdehem...
Rika tersenyum...
''Kau tidak akan makan makanan pedas dalam jumlah banyak bukan....''
Deg!!!!
Serena terkejut..ia menatap penuh permintaan maaf....
''Tidak akan pernah lagi...bibi...''
Rika melirik sini...
''Kau harus menjaga dirimu Serena sayang...paman tak mungkin mengurusimu seumur hidup bukankah kau harus tau diri...'' Rika tersenyum di wajah culasnya...
Serena mengangguk...
Saat itu Sean menerima telp jadi dia harus pergi sebentar...dan meninggalkan Serena dan Rika di ruang makan...
Rika merasa inilah kesempatan untuk mengancam Serena..wanita itu meletakan gelas sedikit keras hingga Serena menoleh kepadannya...
''Bibi....''
''Bisakah kau tau diri Serena...bisakah kau meninggalkan rumah ini sebelum pernikahan...? kau hanya merepotkan calon suamiku saja...kau bahkan hanyalah keponakan angkat....betapa tak tau dirinya kau Serena.....''
Serena sungguh terkejut...
''Bibi Rika.....''
''Jika kau masih punya malu maka pergilah jauh dari sini Serena.....ataukah seumur hidupmu kau mau menadahkan tanganmu pada Sean...cih,...kau bahkan sudah bisa kerja dan menghasilkan uang sendiri....'' sindir Rika tajam,....
Serena begitu terkejut hingga tubuhnya gemetar......tepat di saat yang sama Sean kembali dan wajah Rika kembali cerah...ia tersenyum.....
''Makan lagi Serena sayang...''
Mata Serena menjadi panas,....jemarinya terkepal....
__ADS_1