
Sean tak mampu lagi menahan emosi, sampai di siang hari tak ada satupun kabar dari Serena..anak buahnya sudah di sebar untuk mencari keberadaan gadis itu namun hasilnya nol...mereka tak bisa menemukannya....tidak bisa..
Karna kehilangan Serena mampu merubah mood seorang Sean Smith, ia selalu marah dan marah lagi sehingga membuat seluruh anak buah dan pelayan menjadi ketakutan, hanya Caleb yang berdiri menatap Sean dengan heran..
Kemarin ketika Serena ada dirumah ini dia selalu bersikap cuek, tapi lihatlah sekarang..seorang Serena bahkan mampu membuat hidup Sean kacau,. pria paruh baya itu tersenyum... dan menggelengkan kepalanya...
sementara Sean menyadari kalau Caleb sedang tertawa...
''Mengapa kau bisa menertawaiku Caleb...'' tatap Sean tidak terima...
Hanya seorang Caleb yang bisa menertawakan Sean...dia adalah seseorang yang mendapat hal istimewa itu....
Caleb mengangkat bahu...
''Kau tau jika aku merasa kau terlambat menyadari perasaannmu tuan Sean,..kau tau benar bahwa itu adalah cinta namun,...kau telah menyia-nyiakan cinta itu..''
Sean menggeleng...
''Ini hanyalah perasaan khawatir biasa Caleb..aku yakin aku merasakan ini karna aku tidak tega memikirkan nasibnya di luar sana..Elena memberiku tanggung jawab besar...''
''Kalau begitu kau bisa melanjutkan hidupmu saja..tak usah lagi memilirkan Serena..dia cantik dan pintar aku yakin dia tak akan kesusahan..
Sean mengggeleng tegas,...
''Aku tak bisa melepasnya Caleb.....''
''Mengapa...''tatap Caleb tajam..
Sean membeku di tempatnya...
''Karna..dia...dia...masih kecil...''
''Usianya hampir 18 tahun, dia sudah dewasa.. biarkan dia...''
''Tidak...aku tak akan melepasnya kalau itu maksudmu...aku akan mencarinya sampai ketemu dan aku akan membawanya pulang...''
Caleb tersenyum...
''Lalu bagaimana dengan rencana pernikahanmu, jangan bilang kau.......''
Sean menoleh tajam.....
''Aku tak akan menikah sebelum aku menemukan Serena..dan membawanya kembali ke rumah ini Caleb...akan aku pastikan dia kembali kepadaku.'' ucap Sean dengan tajam....
Caleb tersenyum puas....
''Baguslah aku ikut senang mendengarnya tuan Sean...''
__ADS_1
Sean bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju kamarnya dan meninggalkan Caleb yang hanya menggelengkan kepalanya...
Kau sudah terjebak dalam cinta Sean, tanpa tau cara terlepas...
******
Sean duduk di balkon sembari menatap surat yang di tinggalkan Serena untuk dirinya...pria itu lalu membuka surat itu dan mulai membaca...
Dear Paman Sean.
Maafkan atas kekurang ajaranku, aku pergi tanpa pamit kepadamu...aku ingin kau tau bahwa aku akan baik-baik saja jadi jangan khawatir lagi...
Aku tak akan merepotkanmu lagi...
Paman...aku mengembalikan semua pemberian paman, aku tidak menyukai kuliah..aku tak perlu semua uang paman, jadi semua yang paman berikan kepadaku aku telah menyimpannya di laci,
Maafkan aku tak bisa lagi menjadi kebanggaan paman dan bibi Elena..kuliah sangat membosankan untukku dan sesungguhnya aku hanya ingin hidup bebas dan menemukan jati diriku...maafkan aku..
Menikahlah dan berbahagialah, lupakanlah aku paman, maaf juga aku tak bisa hadir pesta pernikahan paman dan bibi..namun doaku selalu bersama dengan paman...
Aku akan selalu merindukanmu paman, jangan mencariku karna aku sudah pergi jauh....
Paman....aku mencintaimu dan merindukanmu..
Serena...
Sean meremas surat itu dan merobeknya sampai hancur...
''Aku tak akan pernah membiarkanmu pergi Serena..kau harus kembali....'' Sean mengepalkan tangannya....
Pada saat yang sama.....
Pintu di ketuk dengan hati-hati dari luar kamar dan membuat Sean menoleh...tak lama kemudian pelayan membuka pintu dan melangkah masuk mendekati Sean..
''Apa kau membawa kabar baik...''
''Nona Serena belum di temukan kalau itu maksud tuan Sean, tapi ketika saya memeriksa cctv di ruang makan dan saya menemukan alasan mengapa nona meninggalkan rumah tuan Sean...''
''Apa maksudmu...'' Sean menoleh tajam...
Sang pelayan lalu mendekat dan memperlihatkan sebuah bukti cctv yang di putar di ipad...Sean mulai mendengar dengan jelas percakapan Rika dan Serena..
Sean melebarkan matanya tak ingin percaya, dalam rekaman terlihat dia pergi meninggalkan ruang makan sebentar untuk menerima telp, saat itu terlihat Rika langsung menyambar lengan Serena dan menggenggamnya..
Lalu ancaman mengerikan itu keluar dari mulut Rika seolah dialah nyonya rumah, pandangan mata Sean membara melihat beberapa kali Serena mengusap airmatanya sungguh membuatnya merasa nyeri..
Rika terus mencecar Serena dan memaksanya keluar dari rumah sebelum pernikahan mereka di lakukan....Serena terlihat mengganggukan kepala dengan cepat dan menghapus jejak airmata dan ketika dia kembali dan Rika bersikap baik dan manis begitu juga Serena,..
__ADS_1
Sial....Rika, jadi dialah pelakunya, Serena pergi entah kemana dan Sean sama sekali tak tau apa yang di alami Serena sekarang...semua itu justruk karna seorang Rika,....
Oh ya ampun,....rasanya dada Sean terasa sakit sekali menyadari Serena menyimpan semua penghinaan dan rasa sakit sendiri...
sementara Sean berdiri meraih jasnya dan mengeraskan wajahnya..
Rika...jadi semua ini karna dirimu..beraninya kau mengancam Serena dan membuatnya pergi..Sean melangkah keluar dengan aura yang kejam...mendekati mobil dan kemudian pergi dari sana...
******************
Rika sedang berada di salon langganannya, ia dan Sean akan melakukan sesi foto preweding dan minggu depan adalah hari bahagianya, tentu saja Rika bahagia....
Pagi ini dia mendapat kabar jika Serena sudah pergi meninggalkan kediaman Sean Smith...dan kenyataan itu membuat Rika begitu senang, ia tak mampu membayangkan betapa bahagianya dia sekarang...
Sean akan berada sepenuhnya di bawah kendalinya, dan tentu saja setelah dia menjadi nyonya Smith......mata Rika berbinar tak sabar, ia menatap rambutnya yang sedang diwarnai...
''Anda akan terlihat cantik nyonya Rika Smit...''
Mendengar nama belakang Sean membuat Rika tersipu...
''Aku akan memberimu tip karna kau menyenangkan aku dengan kata-katamu..''
''Terimakasih nyonya anda baik sekali...'' ucap pegawai salon itu memuji....
Rika hanya mengangguk dengan angkuh...sambil menatap kecantikannya di cermin..sungguh, Rika sudah tak sabar lagi menjadi istri Sean...
Namun ketika sedang asik bersantai di salon pintu tiba-tiba terbuka lebar, semua yang ada di ruangan itu begitu terkejut karna pintu di buka sangat kasar, dan sosok Sean berdiri dengan menahan geraman...
Rika terkejut melihat wajah Sean yang tidak seperti biasanya, para pegawai salon menjadi ketakutan sendiri.....ketika Sean mendekat mereka semua bergerak mundur dan menghindar,....
''Sayang.....aa...ada apa...'' suara Rika tercekat...
Sean menatapnya dengan tajam...
''Pernikahan kita batal...karna aku tak sudi menikah dengan wanita mengerikan sepertimu..aku tidak sudi...''
Wajah Rika memucat, ia sungguh malu karna perkataan Sean begitu lantang dan dengar oleh semua pegawai salon dan sebagian pengunjung yang menatapnya sambil berbisik..Rika mencoba mengalah...mungkin dia harus mendekati Sean dengan hati-hati..
Namun begitu ia ingin menyentuh Sean pria itu berbalik dan mencengkram lehernya....mendorong tubuh Rika membentur tembok di belakangnya....
Mata Sean terbakar....
''Beraninya kau mengancam Serenaku...beraninya kau mengusirnya pergi...kau bahkan tidak punya hak melakukannya..kau bukan siapa-siapaku.'' teriak Sean dengan murka...
Deg!!!!
Wajah Rika memucat......sementara ruangan menjadi hening yang mengerikan....
__ADS_1
''Sayang....''