
Serena membeku ketika Sean mendekatinya, mereka saling menatapnya tajam,...pria itu menarik tangan Serena mendekat dan mencengkram keduanya dengan posesif..
''Kau mulai berani pergi tanpa ijin dariku Serena...''
''Pa..paman...maafkan aku, tadi aku ingin memberitau paman namun...paman masih tertidur..''
''Pintu kamarku tidak pernah di kunci, ini peringatan terakhir untukmu Serena,..kau harus meminta ijin dariku sebelum kau melangkah keluar dari rumah ini...aku tidak menerima kesalahan..''
Serena mengangguk dengan cepat..mengapa pamannya selalu marah-marah walau itu hnya kesalahan sepele, lagi pula dia melakukan hal yang masih dalam batas wajar..mengapa paman Sean selalu tidak puas dan mencari kesalahannya hanya untuk menghukumnya...
''Aku mengerti paman....'' gadis itu mengigit bibirnya dengan ekspresi yang gemas di mata Sean...
Pria itu hanya mampu menghela nafas...ia tak akan biarkan lagi para pria menikmati pemandangan indah dari tubuh Serena, dia tidak mengijinkannya..
''Darimana kau....''tatap Sean dengan tatapan beku...
Serena berdehem menetralisir kegugupannya dan memberanikan diri menatap mata Sean yang begitu tajam...paman yang masih terlalu tampan di mata Serena meski ketika marah...
''Paman..aku...aku olahraga...''
Sean tersenyum kesal...tampak ia sangat gerah sekarang, melihat lekuk tubuh Serena yang begitu jelas dan menggoda membuatnya terbakar namun sekuat tenaga Sean menahan diri,....ia tidak mencintai Serena namun ia sedang menegakan aturan ketat di rumah ini..yah setidaknya itulah yang harus di lakukannya demi menjaga nama baik dirinya yang sudah terkenal, ia tak ingin Serena mencorenga nama baiknya...
''Olahraga atau kau malah pergi untuk pacaran, kau berolah raga atau memamerkan bentuk tubuhmu Serena,...'bagaimana kalau seseorang melecehkanmu, bagaimana kalau itu terjadi.....Serena kau harus ingat baik-baik kalau kau harus menjaga kehormatan nama baikku.''
Serena mengangkat bahu ucapan paman terdengar aneh, ia hanya olahraga mengapa sampai mengatakan hal yang begitu membuat kesal...seolah dia sedang membuat malu keluarga Smith..
''Mengapa aku merasa paman sedang membatasi ruang gerakku dan mengaturku..''
Sean mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka nyaris saja bersentuhan...
''Semua orang yang tinggal dirumahku harus mengikuti peraturan dariku Serena...termasuk kau..'' ucap Sean denghan nada angkuh, jelas dia pemilik rumah ini.
Serena mulai kehilangan kesabaran, apa yang di ucapkan paman Sean tidak masuk akal sama sekali, bagaimana mungkin dia juga melarang Serena olahraga...apakah pria dewasa ini sebenarnya......
''Apakah paman sedang cemburu...''lantang Serena tampak takut...
Sean tertawa hingga tawa itu lebih seperti ejekan untuk Serena,...
''Kau terlalu percaya diri Serena, kau pikir dengan aku menciummu di ruangan ini maka di otakkmu adalah ketika aku melarang sesuatu pastilah aku cemburu...aku mengerti kau masih dalam masa pubermu, kau selalu berpikir orang akan jatuh cinta kepadamu dengan gampang...tapi biar aku tegaskan kepadamu Serena..yang kita lakukan kemarin tak lebih dari sebuah kesalahan besar, aku mengira kau salah satu kekasihku dan aku lepas kendali...dan aku pikir kau juga harus melupakan hal itu agar kau bisa bersikap normal Serena,...''
__ADS_1
''Bersikap normal....apakah aku yang memulai sikap tidak normal kepadamu paman...bukankah kau yang lebih dahulu........''
''Karna itu aku menyebutnya kesalahan besar Serena...'' tatap Sean dengan kejam..
Deg!!!
Jemari Serena terkepal, ia meneteskan airmata..dan mengangguk dengan rasa sakit di hatinya..
''Yah...aku terlalu bodoh dengan menilai perasaanku sendiri, lalu apa yang kau inginkan paman....'' Serena ke sekaian kalinya harus menelan rasa sakit di hatinya..
''Kau harus menuruti semua perkataanku Serena, kau tidak boleh keluar untuk olahraga lagi...''
''Bagaimana mungkin...aku butuh olahraga...paman...''
Sean menjauhkan tubuhnya dengan tatapan yang menajam..
''Aku akan memberikan kau olahraga yang lebih baik tanpa keluar dari rumah ini Serena...''
Tubuh Serena melemah....ia pasti sesuatu yang di siapkan Sean pasti sangat mengerikan...
''Paman...aku mohon.......''
Jantung Serena berdebar pelan, mengapa ia merasakan ini, mengapa ia merasa gemetar ketika jemari mereka bersentuhan..
Sean menuruni tangga dengan Serena di dalam kuasanya, pria itu menarik jemari Serena dan membawanya keluar menuju kolam renang di samping rumah..
Deg!!!
Kolam ini adalah kolam pribadi milik paman Sean, karna dari balkon kamar paman Sean dia bisa melihat pemandangan sekitar kolam dengan jelas..
Sean melepaskan genggamannya dan menatap gadis itu...
''Kau bisa berenang disini jika kau ingin olahraga yang ringan dan segar, tapi jika kau memang mau melakukan olahraga yang berat maka..kau bisa membantu para pelayan untuk mengerjakan pekerjaan mereka, itu lebih baik dari pada kau keluar dan olahraga di luar sana...apa kau mengerti....''
Serena hanya mampu menghela nafasnya..jadi paman bahkan tak segan menyiksanya hanya untuk menegakan aturannya. ia kemudian menatap Sean
''Tapi....apakah aku boleh menggunakan pakaian renang disini...atau mungkin aku memakai celana panjang yang tertutup..'' sindir Serena..
Sean mendekat,
__ADS_1
''Ini rumahmu sendiri Serena justru di dalam lingkungan rumah ini kau akan aman....''
''Bagaimana dengan para pelayan yang mungkin akan melihatku...''
Sean menaikan sudut bibirnya...
''Aku akan mengosongkan rumah ini untukmu kalau kau mau, bahkan termasuk Caleb....''
''Dan juga paman...'' sambung Serena menekan,....''
Sean mengerang seperti menahan sesuatu,
''Yah...termasuk aku......'' balas Sean tersenyum dingin...
Kali ini akhirnya Serena menganggukan kepalanya setuju, meski itu artinya dia tak akn bertemu Dirly di lapangan temat mereka olahraga bersama, apa boleh buat...dia tinggal dirumah paman dan harus mengikuti semua aturan ketat yang di berikan oleh pamannya...
''Baiklah paman aku akan mengingat semuanya..tenang saja,aku akan melakukan olahraga di rumah dan memanfaatkan semua yang ada disini..''ucap Serena dengan wajah yang sendu..
Sean pun hanya bisa menatap dengan puas, akhirnya ia bisa menemukan cara yang ampuh sekaligus menahan Serena untuk tetap berada di rumah,...
Pria itu tersenyum puas......ketika Serena menyanggupi semua peraturannya dan tidak membangkang...
Serena lalu pamit kepadanya untuk membersihkan diri...dan istirahat..dan Sean pun kembali kepada pekerjaannya..ia bisa bekerja dengan tenang ketika Serena juga berada di tempat yang aman menurutnya..
❤❤❤
Malam hari Serena terbangun dari tidur dan merasa lapar, dia melewatkan makan malam lagi hari ini...gadis itu menuju pintu kamar dan membukanya...
Ceklek....
Baru saja ingin menuruni tangga ia melihat pintu kamar sang paman juga terbuka,.....lalu tampak seorang wanita keluar dari kamar bersama dengan Sean, keduanya saling berbicara dengan senyuman mesra..
Namun...
Entah mengapa hal yang dirasakan Serena adalah...hatinya begitu terpukul melihat kemesraan sang paman, sampai ketika ia ingin masuk kembali ke kamar...
''Serena...''
Serena sudah memegang gagang pintu, ketika suara Sean menegurnya,..jemari Serena bergetar, di iringin mata yang berkaca-kaca...
__ADS_1
Oh...apa yang terjadi kepadanya...?