
Sean menatap tajam sosok Axel yang berdiri dengan cuek dengan banyaknya koper di sekitarnya...sontak Sean merasa kenyangdan kehilangan selera makannya, sementara hal yang sama di rasakan Serena, melihat Axel saat ini membuat nafsu makannya hilang dalam sekejap..ingatannya masih segar ketika pria ini mempermalukannya di Resto dan berakhir dengan Serena harus melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, beruntung ia bertemu kembali dengan Sean sang paman tercintainya..mengapa pria pengganggu ini kemari...apalagi ingin tinggal disini..?
Sean mengerti benar Axel serius ingin tinggal, pertanyaan adalah mengapa ingin tingggal, padahal selama ini Sean disini namun Axel bahkan enggan untuk singgah...
Dan Sean menoleh kepada Serena yang menatap Axel dengan tajam, aura permusuhan begtu nyata di wajah kekasih kecilnya hingga Sean mengerti sekarang kalau Axel sedang mencurigai hidup Sean, atau kemungkinan kedua...dia menyukai Serena...
Jemari Sean mengepal...tidak,....mana mungkin dia bersaing dengan keponakannya sendiri...?? Sean berdehem....
''Axell.....ini sama sekali tidak lucu, apa maksudmu, kau benar-benar ingin tinggal...'' suara Sean mengembang di udara...
Axel meminta pelayan menyimpan kopernya di kamar...lalu melangkah ke ruang makan tempat Sean dan Serena sedang duduk makan......
''Boleh aku gabung....aku sangat lapar...'' ucap Axel mencoba akrab dan mencuri perhatian Serena...
Axel mengambil tempat di depan Serena hingga gadis itu menatap ke arah lain...sikap Axel membuatnya muak...
''Paman aku sangat serius ingin tinggal...kau tidak keberatan bukan, aku sudah bilang pada ayah jika aku akan menjaga paman disini dan coba tebak apa kata papa...dia sangat bahagia...'' Axel tertawa lepas, meski begitu matanya tidak bisa lepas dari sosok Serena.
Sean kehilangan kata...ia sungguh tak bisa melakukan apapun sekarang karna tidak mungkin ia mengusir keponaklan kandungnya sedangkan keponakan angkatnya di biarkan tinggal disini...
''Baiklah...kau akan tinggal disini Axel tapi perlu kau tau jika semua yang tinggal dirumah ini mempunyai aturan yang harus kau ikuti...apa kau mengerti...''
Axel mengangguk tanpa menunggu lalu menatap ke arah Serena yang kebetulan menatapnya...
''Aturan apapun akan aku jalani pamanku sayang....aku seperti mendapatkan semangat baru dalam hidupku...''
Serena menggeleng ia sungguh kesal kepada Axel....
Sementara Sean menyadari tatapan aneh Sean kepada Axel, itu artinya tebakan Sean benar...kalau alasan kepindahan Axel ke rumah ini karna Serena..dada Sean terasa panas...
Sambil mengelap mulutnya Sean bangkit dari tempat duduk...
''Axel....terserah kepadamu, tinggalah disini selama kau mau....setelah pulang kantor kita bicara lagi tentang kuliahmu....''
''Kuliah,.....'' ulang Axel menggantung...
''Paman bisakah kita pergi sekarang aku terlambat....'' ucap Serena mendesak..
Sean menganggukan kepala...
''Axel...bersantailah dirumah...lakukan apapun yang membuatmu nyaman, tunggu paman pulang...''
__ADS_1
Axel mengangguk patuh.....
''Serena biar aku saja yang mengantarmu kuliah..bagaimana...biarkan paman pergi ke kantornya..kau akan merepotkannya..'' ucap Axel penuh harap..
Deg!!!
Sean dan Serena saling menatap...Serena menaikan sudut bibirnya...
''Meski kau adalah keponakan paman, tapi maaf...aku tak ingin berada dekat denganmu Axel...ckckck...aku bahkan tidak bisa melupakan kejadian di restoran...'' Serena menyegarkan ingatan Axel hingga pria itu kehilangan kata..
''Well.....aku minta maaf.....''
''Andai saja semua orang yang melakukan kesalahan bisa di maafkan dengan gampang, maka penjara akan kosong...'' desis Serena mendendam..
Serena melangkah lebih dahulu...meninggalkan ruang makan dan Sean hanya menggeleng lalu melangkah sedangkan Axel..menyandarkan tubuhnya...
Sial...dia gadis pendendam yang manis....baiklah.....aku akan mengejarmu Serena........batin Axel dengan mata berbina..
*******
Memasuki mobil berkaca gelap, Serena dan Sean duduk di belakang mobil, sementara mereka di batasi dengan supir agar pembicaraan mereka tidak terdengar dan juga, supir tak bisa melihat mereka...
Serena menatap Sean yang sedang menggenggam jemarinya....
Sean mengangguk dan menggenggam jemari Serena mengecupnya berkali-kali agar tenang..
''Aku tak bisa mengusirnya pergi Serena,...dia akan curiga dan menyangka...ada hubungan di antara kita...untuk sementara ini kita hanya bisa bertahan sayang.. kemarilah..''
Serena mengangguk patuh lalu berpindah duduk di atas pangkuan Sean dan membiarkan Sean memeluknya...
''Aku sangat mencintaimu Serena....''
''Aku juga paman...tapi kita tak akan bisa bermesraan lagi Axel seperti seekor kucing penguntit..'' ucap Serena memeluk leher Sean dengan gemas...
Sean tertawa,...
''Kita lihat saja nanti Serena...kau harus bisa menjaga dirimu dari Axel...bagaimana pun kami memiliki banyak kesamaan jadi....Axel pasti akan mengejarmu..''
''Seperti dirimu..'' bisik Serena mendekatkan wajahnya..
''Yah seperti aku...'' bisik Sean tergoda..
__ADS_1
Bibir mereka mendekat dan dalam sekejap saling melum** mesra..
Kaca Mobil itu di desain agar tidak tembus pandang dan membuat orang tak bisa melihat ke dalam mobil namun dari dalam mobil mereka bisa melihat jelas pemandangan dari luar..
Mungkin Mobil adalah salah satu pelampiasan mereka sekarang..karna dirumah akan selalu ada Axel yang mengawasi,.....
Ciuman itu semakin panas ketika Sean hampir membuka kemeja Serena namun dia ingat jika Serena akan terlihat aneh di kampus...
''Aaarrghhh..Serena kau membuatku gila..''
Nafas keduanya terengah-engah..bibir Serena terlihat bengkak dari sebelumnya hingga keduanya tertawa..ketika Sean mengusap permukaan bibir Serena...
''Aku akan memakai lipglos jangan khawatir sayang...'' bisik Serena tersenyum..
''Bagus, gadis yang pintar..besok pakai lipstik di mobil saja...'' ucap Sean mengedipkan matanya..
Serena hanya tersenyum malu....
Mobil meluncur menuju kampus milik Serena, setelah mengantarkan gadis itu, Sean bergerak menuju kantornya dan mencoba berkonsentrasi dengan pekerjaannya dan berhenti memikirkan Serena walau sekejap..
**********
Sore hari....
Serena sudah selesai kuliah dan menunggu jemputan Sean dengan hati yang berdebar tentu saja..dia sudah jatuh cinta setengah mati dengan pamannya..dan tak sabar menantikan pertemuan indah mereka dan mengulang kejadian tadi pagi...
Namun sebuah mobil asing memasuki kampus...dan yang mengejutkan Serena adalah sosok Axel keluar dari sana dan tersenyum kepadanya...Serena sungguh kehilangan kata...ia sungguh sangat kesal sekali..
Pria itu mendekat dengan senyuman yang berbeda..
''Serena....''
''Untuk apa kau datang..'' Serena bersedekap..
''Menjemputmu..sayang..''
''Sial...lebih baik, aku pulang menggunakan taxi saja...''
Serena melangkah melewati Axel namun lengannya di tarik hingga pria itu sedikit membenturkan tubuh Serena ke badan mobil, kedua tangan kokoh Axel menjebak di sisi tubuh masing-masing...
''Serena...aku bukanlah pria yang baik, dan penyabar...jika aku bilang masuk ke mobilku maka itu artinya kau harus masuk.....'' desis Axel dengan nada ancaman...
__ADS_1
Deg!!!
Serena sungguh terkejut,......