
Serena sudah selesai dengan kuliahnya dan tertarik dengan dunia seni, namun itu bukan pekerjaan hanya sebuah hobi, saat ini Serena sedang melamar di beberapa Hotel baru yang baru saja selesai di bangun serta beberapa perusahaan..
Sebenarnya ia bisa kerja di perusahaan milik Dirly..atau menggunakan koneksi milik Dirly yang luas dengan begitu Serena tinggal memilih jenis pekerjaan yang cocok dengannya namun...
Serena tak ingin mengandalkan Dirly, sudah cukup selama dua tahun ini ia tergantung kepada kekasihnya namun Serena ingin berdiri di kakinya sendiri meski Dirly terus membujuknya...
Bicara tentang Dirly adalah hutang budi..Dirly adalah penolongnya dan Serena tak bisa hidup tanpa Dirly dan berjanji di sepajang hidupnya hanya Dirly yang akan menjadi sandaran hidupnya..dan akan membahagiakan Dirly tentunya...
Masa lalu adalah kenangan pahit yang bahkan sudah di lupakan Serena...ia ingin melupakan segalanya dan bahagia..
Siang ini....
Dirly menjemputnya dari apartemennya di tengah kota, mereka akan menghadiri makan malam bersama keluarga Dirly yang akan menentukan tanggal pernikahan mereka...
Sekali lagi Serena sangat bahagia karna keluarga Dirly yang hanya tinggal kakak lelakinya, karna kedua orangtua Dirly sudah meninggal, kakak lelakinya seorang pria tampan bernama Jarvis berusia sekitar 35 tahun, seorang duda yang sangat menyetujui pernikahan mereka...bahkan ia mendukung agar mereka cepat menikah dan tinggal dirumah besar miliknya...
''Kau sangat cantik sayangku..'' bisik Dirly dengan ekspresi memuja ketika mereka sampai di restoran privat tempat kakaknya menunggu..
__ADS_1
Satu hal yang di sukai Serena dari Dirly adalah,...pria ini sangat baik kepadanya dan sopan, Dirly tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada Serena dan selalu menjaga Serena dan akan menyentuhnya tepat di pernikahan mereka nanti..bukankah dia pria yang sangat langka...?
Ceklek!!!!
Pintu ruangan terbuka dan langsung di hadapkan dengan sosok peria dewasa yang sedang menatap matanya dengan tajam..
Sebenarnya Serena sedikit risih karna tatapan kakaknya Dirly selalu saja menyimpan sejuta pertanyaan di dalam kepalanya...kak Jarvis menatapnya dengan tajam..
''Selamat datang adik-adikku sayang...''
Jarvis berdiri lalu mendekap Dirly kemudian melakukan hal yang sama kepada Serena dan membuat Seren harus menghindar dengan cepat..
''Apakah kakak sudah menunggu lama..'' tanya Dirly basa-basi..
Jarvis menggeleng...
''Baru saja sekita 15 menit yang lalu, bagaimana kalian berdua kapan kalian akan menikah..jangan terlalu lama...bagaimana kalau bulan depan..''
__ADS_1
Serena mengangkat wajahnya, sebenarnya yang mau menikah mereka tau kakaknya yah..mengapa dia terlihat sangat antusias dan bahkan tidak sabar...
Dirly tersenyum...
''Aku akan memilih mengikuti Serena saja....jika dia menginginkan pernikahan sekarang maka aku akan melakukannya namun jika dia memilih menunda sampai tahun depan maka aku akan ikut saja..'' ucap Dirly sambil menggenggam jemari Serena dengan erat,...
Serena tersenyum bahagia...namun tak lama ketika Jarvis kembali menyela..
''Kenapa harus menunda...kakak bahkan telah menyiapkan kamar kalian berdua dirumah...jadi setelah menikah kalian akan pindah dan kita tinggal bersama..'' Jarvis tersenyum sambil melirik Serena..
Serena menghela nafas....apa yang di pikirkan Jarvis...mana bisa mereka tinggal bersama jika dia seorang duda..? Serena bukannya terlalu percaya diri tapi sangat aneh dan tidak masuk akal jika mereka harus tinggal bersama dengan kenyataan dia akan menjadi satu-satunya wanita dirumah besar milik Jarvis...
Namun jawaban Dirly mematahkan hati Serena..
''Tentu saja setelah menikah kami akan tinggal dirumah kakak...bukan begitu sayang,...'' bisik Dirly melirik Serena yang hanya bisa mengepalkan tangannya..
Serena bisa melihat senyuman Jarvis yang aneh...
__ADS_1
Visual Jarvis di group yah....
❤❤❤❤