Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Seina Wilson


__ADS_3

Semua dokumen milik Sari sudah di urus oleh Sean dengan cepat,...pria itu lalu sampai di apartement dan menemukan kedua saudara kembar itu sedang bicara...


Melihat kedatangan Sean, membuat senyum terbit di wajah Serena..Sari juga tersenyum menghormati sosok calon kakak iparnya...


Sean meletakan berkas di hadapan mereka berdua...


''Namamu sekarang bukan lagi Sari karna nama Sari adalah nama yang banyak tersandung kasus hukum...kau tidak tau jika namamu telah di laporkan oleh banyak korban yang mengaku di rugikan olehmu...''


Sari menghela nafas lalu menatap sang kakak yang hanya memeluknya...


''Tidak masalah Sari yang penting kau harus lebih hati-hati dan jangan pernah melakukan kesalahan yang sama..'' ucap Serena mengingatkan..


Sari menggeleng tegas,...


''Aku berjanji kakak...aku berjanji...''


Sean dan Serena tersenyum....


''Namamu sekarang adalah Seina Wilson, seperti nama belakang kakakmu...''


''Seina...'' ulang Sari berdehem..


''Ya...namamu Seina, jadi jika ada yang memanggilmu Sari abaikan saja...''


''Baik tuan Sean......''

__ADS_1


Sean hanya terkekeh...


''Panggil aku kakak ipar..'' ucap Sean melirik Serena...


''Kakak ipar....itu artinya kalian harus segera menikah...aku mungkin akan mendapat keponakan yang cantik atau tampan..'' Seina melirik keduanya...


Mata Serena melebar...


''Waktumu belajar Seina...kau juga akan bekerja di Hotel....jadi bawa buku-buku itu ke kamar dan belajar,....''titah Serena..


Seina hanya mengangkat bahunya..


''Baiklah aku akan pergi...kakak... dan kakak ipar..'' ucap Seina memberi dukungan pada Sean yang mengangguk penuh ucapan terimakasih...


**********


Serena menoleh...


''Apa maumu...mengapa kau ikut masuk kekamarku...'' suara Serena meninggi kesal...


Ia tau benar kalau Sean pasti ingin cepat menghamilinya,...untung saja Serena sudah meminum pil anti kehamilan...


jadi dia akan bebas dari kehamilan yang ia hindari...


Sean sudah mengunci pintu dan mendekati Serena dengan langkah pelan dan memeluknya dari belakang...menciumi pundak Serena seringan bulu...

__ADS_1


Serena membalikan tubuhnya...mereka bertatapan...


''Serena,....bagaimana kalau kita menikah saja,....''ucap Sean memohon dari matanya..


Serena menghela nafas....


''Sean...kau tau......''


''Jika kita menunggu Dirly maka semua akan menjadi tidak pasti Serena...usiaku bahkan sudah terlalu tua untuk punya anak....Serena....''


''Yah...baiklah....berikan aku waktu lagi Sean..bagaimana...aku akan memikirkannya..''ucap Serena menimbang...


Sean mengangguk...lalu tersenyum lega...mendekatkan wajahnya dan mulai melum** bibir Serena yang merah muda dan menggilasnya tidak menahan diri...


Beruntung apartement ini cukup besar dan kamar Seina terletak paling jauh dari sini...jadi Seina tak akan mendengar apapun karna dia sibuk belajar...Serena benar-benar keras padanya...


Tubuh Serena di hempaskan ke atas ranjang dan Sean segera menaikinya....melepas satu-satu penutup tubuh Serena dan mulai mencumbunya sementara dai sudah polos...kej*ntanan itu mengeras dan membuat Serena berdehem gufup..


Serena membeku ketika bibir panas Sean kembali melum** put*ng pa yu da ra nya denngan lembut, meremas kedua bukit kembar itu dan menjilat*nya bergantian hingga membuat Serena merintih nikmat...


Disaat yang sama kej*ntanannya di arahkan lurus pada milik Serena yang sudah mengeras dia siap memasukinya...


Namun di saat yang sama...bunyi ponsel Serena berdering di meja sebelah ranjang...dan Sean meraih ponselnya..


''Arden...siapa itu...'' tanya Sean mengerutkan kening..

__ADS_1


Wajah Serena menjadi pucat.....


''Sean.......dia...''


__ADS_2