
Serena duduk dengn tidak tenang, ia menatap kepada Sean yang serius dengan sarapannya..
''Aku harus menemui Dirly sayang, please..''
Sean mengangguk...
''Aku mengerti sayang tapi sebelumnya aku ingin mengingatkanmu kalau kau sedang hamil anakku jadi aku tak mau kau lelah....''ucap Sean membei peringatan..
Serena mengangguk dan tersenyum...ia mengenang jika semalam Sean akhirnya jujur kepadanya kalau dirinya sedang hamil, tentu saja Serena sedih dan marah namun Sean akhirnya meminta maaf dan membujuknya sepanjang malam dengan perjanjian kalau ia akan menemui Dirly sepuasnya..
''Bagaimana Seina..apakah dia sudah memberi kabar...''
''Yah...dia mengirim pesan sedang berada di rumah sahabatnya sembari mencari kerja..''
''Apakah dia tak suka lagi bekerja di Hotel...''tanya Sean dengan wajah serius..
Serena tersenyum...
''Tidak..jangan salah paham,..Seina terbiasa hidup bebas..aku memintanya tetap serius kuliah namun ia malah meminta waktu...dia ingin menjadi dirinya sendiri dan saat ini nyaman...aku memutuskan tak akan pernah mengekangnya..''
Sean pun setuju...
__ADS_1
''Yah...biarkan dia menikmati masa mudanya..'' ucap Sean..
Mereka pun selesai sarapan..pagi itu juga Sean mengantar Serena menuju rumah sakit dan menurunkannya disana,..Sean sedang ada pertemuan dengan rekan bisnisnya jadi..dia tak bisa menemani Serena lagi pula dia sudah berjanji akan memberi Serena waktu bersam Dirly dan membiarkan Serena meminta maaf karna akhirnya menikah dengan dirinya..
''Hati-hati sayang,....''
''Baiklah...aku mengerti sayang..'' balas Serena dengan senyuman manisnya..
Usai menerima ciuman wanita itu melangkah menuju gedung rumah sakit dengan hati yang berdebar-debar...bagaimanapun ini pertama kalinya ia akan bertemu dengan Dirly...dan Serena manjadi sedikit sedih..
*********
''Makanlah tuan Dirly...meski sendirian kau harus makan...''ucap salah satu perawat yang menjaganya selama ini..nama perawat itu adalah Denia..
Denia menghela nafas...
''Apakah kau mau menjadi benalu seumur hidup Dirly...walau kau patah hati namun bukan berati dunia akan berakhir...kau harus kuat dan jangabn menyerah...bagaimana bisa kau menjadi lembek seperti ini...''
Dirly melirik tajam...
''Kau bukan siapa-siapaku kau bahkan tidak punya hak untuk mengatur hidupku...''
__ADS_1
''Baiklah....kau tidak mau latihan berjalan, kau tidak mau melakukan apapun...kau hanya mau memelihara patah hatimu kau sungguh lemah...''
''Keluar kau dari sini...''
Denia lalu melangkah meninggalkan ruangan dan disaat yang sama Serena muncul dan mengejutkan Denia dan juga Dirly..
Hening....
Dirly membeku melihat sosok Serena yang berdiri dan menatapnya dengan mata yang basah..hatinya seperti tertusuk duri melihat Serena yang telah berubah...terlihat jelas jika perutnya sedikit membesar tanda kehamilannya...dan saat itulah Dirly benar-benar terluka...dia sangat sakit ketika melihat gadis yang ia cintai, mereka bahkan sudah tunangan dan hampir menikah...undangan bahkan sudah di sebar dan hal itu membuat Dirly kehilangan pegangan...bagaimana bisa hubungan mereka akan hancur seperti ini terpisah oleh keadaan yang tak bisa di cegah oleh Dirly...
''Dirly......''
Halusnya suara Serena menggetarkan hatinya, bahkan setelah ia mengetahui segalanya..ia masih saja mengharapkan Serena..ia masih membayangkan bahwa mungkin saja ada keajaiban dalam hubungan mereka..
''Serena...'' balas Dirly dengan mata berkaca-kaca..
Serena masuk dan mendekati Dirly.....ia terlihat sedih sekali...
''Dirly....bagaimana kabarmu...'' sapa Serena dengan suara serak..
Dirly membeku sesaat...
__ADS_1
''Aku hancur Serena..bahkan aku menyesal karna telah bangun dari koma..''
Deg!!!!!