
Bibir Jarvis hampir mendarat mulus di bibir Serena namun sebuah gerakan di pintu membuat ia terkejut dan mengurungkan niatnya,....
Serena di lepaskan dan dia merasa tenang....keduanya saling bertatapan tajam sesaat sebelum Dirly masuk ke dalam kamar dan melihat mereka berdiri berjauhan dan menjaga jarak..hati Dirly merasa tenang sekarang...
''Bagaimana dengan kamar ini...''
Serena dan Jarvis saling menatap...
''Bagus...kamar yang bagus sayang..'' balas Serena mendekat dan memeluk lengan Dirly hingga Jarvis merasa gerah...pria itu mengusap wajahnya dengan kasar..
''Bagaimana kalau pernikahan seminggu lagi...bukankah lebih cepat lebih baik.''ucap Jarvis memberi saran..
Tentu saja kali ini Serena dan Dirly saling menatap tajam.....
''Kalau soal itu,.........'' kata-kata Dirly menguap setelah mendapat tatapan tajam dari Serena..
''Kami akan memikirkannya kakak, karn aku mendapatkan tawaran pekerjaan menjadi manager Hotel di luar kota...''ucap Serena dengan suara yang dingin
Dan ia bisa melihat wajah syok yang di tunjukan oleh Jarvis..dan Serena hanya tersenyum menang...
__ADS_1
*************
Sean akhirnya sampai di sbuah kota kecil yang menjadi tempat lokasi Hotel megahnya berdiri...Hotel SS itu adalah inisial nama Serena, dan Sean yang di abadikan bersama..Sean ingin agar Serena bisa kembali kepadanya dan menjadi milikknya lagi dan kali ini Sean tak akan menyia-nyiakan waktu...
Pria itu lantas memasuki mobil yang akan mengantarkannya ke Hotel yang sudah jadi itu karna besok adalah peresmiannya..Sean sudah tidak sabar lagi menemui manager Hotel yang telah di tunjuk agar ia bisa sedikit mengetes kemampuannya..katanya dia wanita...usianya masih muda, namun Sean melupakan siapa namanya dan kenyataan itu membuat ia semakin penasaran, mereka akan berhubungan baik mulai dari sekarang...menyadandarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil..Sean memejamkan matanya dia butuh tidur sebentar sebelum pekerjaan yang akan menyita waktu dan tenaganya..Sean sungguh merasa lelah...
********
Sampailah di Hotel SS ketika menempuh 1 jam perjalanan dari arah bandara, disana sudah ada wakilnya yang selama ini mengawasi lokasi proyek...
Mobil memasuki parkiran Hotel dan langsung di sambut oleh berjejer barisan para pegawa...
''Selamat datang tuan Sean,.........
''Dimana Manager...''
''Ehm...dia sedang di jalan...''
Sean sungguh marah...berarinya seoang manager tiba lebih dahulu dari pemilik Hotel..?apa jadinya jika dia terus menerus memberi alasan...?
__ADS_1
Sean menatap tajam....
''Pecat saja dia...''
''Tuan Sean...mengenai pemecatan adalah wewenang tuan Sean jadi kami tidak bisa melakukannya..''
''Baik...siapkan surat pemberhentian dan aku ingin surat itu ada di atas meja kerjaku sekarang...'' ucap Sean dengan dingin...
Sean lalu melangkah masuk ke dalam Hotel ia ingin langsung menuju kamar untuk beristirahat sebentar,....
Sementara beberapa pegawai tampak begitu ketakutan...
************
Suara ketukan di pintu kamarnya membuat Sean merasa kesal bukan main,...ia baru saja tidur bagaimana bisa ia di ganggu...pastilah dia manager uang ia pecat itu...sungguh Sean hilang kesabaran...
Pria itu lalu keluar dari kamarnya menuju ruang kerjanya yang hanya terhubung satu pintu yang akan memudahkannya bekerja...
Sean lalu menekan tombol di meja..dan pintu terbuka, seorang wanita masuk ke dalam dengan tatapan syok..
__ADS_1
Hal yang sama di alami Sean...pria itu melebarkan matanya seakan tak percaya...
''Tidak mungkin kau...............''