
Sean membeku ketika memasuki rumahnya yang kosong sudah dua hari dia mencari Serena namun hasilnya nihil, Serena seperti hilang di telan bumi...bahkan tempat-tempat yang dulu ia datangi tak ada jejak kekasihnya sedikitpun hingga rasanya Sean hampir gila..
Serena.......
Kini Sean kembali duduk di sofa ruang tamu dengan hati yang hancur, tak pernah...tidak pernah di bayangkannya kalau semua akan terjadi seperti ini...padahal mereka saling mencintai...
Tak lama kemudian mobil milik Axel kembali namun ia juga tidak mendapatkan hasilnya..pria itu mengusap wajahnya dengan sedikit kesal....ia pun melangkah masuk dan membeku melihat sang paman tampak sangat terpukul...yah...ada rasa bersalah di hatinya..
''Paman......''
Sean memejamkan matanya sebentar, mengapa ia harus mendengarkan Axel dulu...?
''Bagaimana jika dia tertangkap para mafia...bagaimana kalau dia dijual, bagaimana kalau......''
''Aku telah mengirim orangku ke luar negri paman, ada informasi bashwa dua hari yang lalu dia terlihat di bandara....''
Kali ini Sean mengangkat wajahnya...ia mendekati Axel wajahnya sungguh pucat...dan itu menyakitkan bagi Axel melihat kenyataan itu...keadaan paman seperti ini persis sama ketika Bibi Elena meninggal dulu dan hari ini Axel melihat benar kesakitan sang paman karna kesalahan Serena,....
__ADS_1
''Bandara...diam mau kemana, siapa yang membawanya...'' jemari Sean mengepal begitu sakit...sementara....Axel juga terluka...
''Dia ke luar negri...karna mereka memakai penyamaran yang pasti dia bersama seorang pria....''ucap Axel menjelaskan...
''Yah Tuhan......'' tubuh Sean tersungkur di hadapan Axel sembari menundukan kepalanya...
Sementara Axel teramat sedih, karna secara tidak langsung dialah yang menghancurkan sang paman....bukankah itu sangat jahat...??
Axel menundukan tubuhnya dan menatap sang paman...
''Aku telah kehilangannya dan kali ini dia tak akan kembali...aku telah kehilangan cintaku...''
''Maafkan aku paman, aku sungguh minta maaf...tapi dengarkan aku....kita akan mencarinya bersama dan ketika bertemu nanti aku berjanji kalau aku akan menyerahkan Serena kepadamu paman..aku berjanji...aku akan menyerah...''
Sean mengangkat wajahnya...ia menatap lurus ke arah sang keponakannya yang tampak serius...
''Axel...meski ini terlambat untuk mengatakannya namun paman benar-benar berterimakasih kepadamu...''
__ADS_1
''Kau juga adalah orangtuaku, dan aku...minta maaf paman...kita pasti akan menemukan Serena...aku berjanji...'' Axel menunudkan kepalanya dalam-dalam...
Sean hanya menganggukan kepalanya ia sungguh tidak yakin akan menemukan Serena....namun ia tetap akan mencari Serena bahkan sampai ke ujung dunia....
******
Dan akhirnya pencarian sudah di lakukan selama 1 bulan lebih namun sosok Serena benar-benar menghilang...
bahkan anak buahnya tidak bisa menemukan jejak Serena sedikitpun..
Rumah semakin terlihat sunyi, Axel sudah kembali ke tempatnya dan Sean...menjalani kehidupannya yang semakin suram dan tersiksa, Sonya datang menghibur namun itu tidak berhasil...
Sean memilih menutup diri dari semua wanita..karna pikirannya tertuju kepada Serena...seperti hari ini, dia malas ke kantor dan lebioh memilih berada di taman tempat favorit Serena ketika duduk..
Sean merasa ia sudah menjadi gila sendiri karna..seluruh pikirannya sekarang trtuju kepad Serena dan hanya Serena saja yang ia mau...pria itu mengeluarkan surat yang di tulis Serena, ia belum sempat membacanya kemaren karna terlalu syok jadi saat inilah Sean mulai membaca isi hati Serena...
Dear Sean Smith.......
__ADS_1