
Rika sungguh tak mampu menutupi rasa malunya di hadapan beberapa pengunjung salon yang menatap mereka dengan tatapan penuh cemooh terutama kepadanya...
Ketika ia masuk ke dalam ruangan ini ia sangat percaya diri, dengan dagu yang terangkat dengan tinggi namun, sikap Sean sekarang justru meletakan harga dirinya sampai ke dasar...wajah Rika merah padam...
''Bisakah kita bicara di luar saja Sean aku mohon...''ucap Rika memelas...
Namun Sean sudah terlanjur di penuhi emosi ia sama sekali tidak mau mendengarkan permintaan Rika untuk keluar dan berhenti mempermalukannya...
''Rika...aku sangat menyesal memilihmu yang akhirnya menjadi racun dalam kehidupanku,....aku Sean Smith hari ini menegaskan kepadamu Rika bahwa semua benar-benar sudah selesai...dan aku tak akan memberimu kesempatan lagi...kita putus..'' ucap Sean dingin..
Pria yang terlalu marah itu kemudian melepas cengkramannya lalu melangkah meninggalkan Rika namun, wanita itu mengejarnya dan menghalangi langkah Sean dengan tatapan putus asa, airmatanya menetes..
Bagaimana mungkin karna seorang gadis kecil lalu Sean mencampakan dirinya, mencampakannya...? memang dia bersalah dengan mengusir Serena namun, bukankah mereka bukan saudara...mengapa Sean harus semarah ini...?? sesuatu di dada Rika terasa sakit ketika menatap sorot mata Sean yang berbeda..
Sean terlihat patah hati,....ya ampun apakah dia sudah gila...?
''Sean berhenti....tidak masuk akal jika kau membatalkan pernikahan kita..kau memutuskan aku hanya karna gadis kecil itu Sean...aku......''
Sean mendekati Rika dengan pandangan merendahkan...
''Bagiku dia lebih berharga dari siapapun...''
''Apa....'' Rika sungguh syok mendengar ucapan Sean di depan matanya....
Sial..semua ini gara-gara gadis itu, bagaimana mungkin dia mampu membuat hubungannya dan Sean berada di ujung tanduk..? Rika semakin membenci Serena...
''Kau telah melanggar batasanmu Rika dan seperti apa yang aku katakan...tidak ada harapan lagi bagi hubungan kita..menjauhlah...''
Namun Rika yang sudah putus asa bertindak di luar kendali, ia tak perduli banyak orang yang menatapnya dengan tajam..ia mengepalkannya..
''Yah...apa kau sebenarnya mencintainya Sean...? kau mencintai keponakanmu sendiri..yah...kau sangat menjijikan......''
Sean hanya tertawa melihat Rika mempermalukan diri sendiri, ia sungguh tak menyangka ia hampir menikahi orang gila..sementara mereka menjadi tontonan para wanita disini..bahkan ada yang sampai memvideokan mereka terutama Rika dengan kemarahannya..
Sean mendekat hingga hanya mereka berdua yang saling menatap tajam...
''Serena adalah milikku, tak akan ku ijinkan dia pergi lama dariku..yah...kau bertanya apa aku mencintainya...? jawabannya adalah dia seperti sebelah jiwaku...aku sangat mencintainya....jadi, menyingkirlah sejauh mungkin karna aku tak akan memaafkanmu sampai kau muncul di hadapanku lagi..aku akan menghancurkanmu sampai ke dasar jika kau...masih berani mendekatiku...'' Sean tersenyum dingin...
Lalu menepuk bahu Rika sebelum meninggalkan Rika yang begitu hancur, ia jatuh tersungkur di lantai dan menangis kencang...dan membuat heboh di salon itu bahkan pegawai yang tadi membantunya hanya melirik sinis...
Ternyata dia hanyalah wanita murahan yang sudah tidak berguna......
__ADS_1
***********
Sean berada di dalam mobil di sepanjang kota yang ramai, di penuhi berbagai macam pasangan yang sedang lalu lalang, beberapa dari mereka bahkan saling menggandeng tangan degan senyuman cerah...
Tiba-tiba dari antara kerumunan Sean melihat seorang gadis berjalan membelakanginya sambil menggandeng tangan seorang pria, dan kenyataan membuat dada Sean terasa sesak,....
''Serena,........'' desahnya dengan gertakan gigi...
Sean turun dari dalam mobil dan melangkah, bukan melangkah dia berlari mengejar sang gadis yang menyerupai Serena, dan menarik lengannya dengan kuat..
''Serena...........''
Deg!!!!!
Sean membeku sedikit merasa bersalah ketika menyadari gadis itu bukanlah Serena namun memang sedikit mirip dari rambut, tinggi badan dan juga warna kulit, gadis ini sepertinya sedang berjalan dengan pria yang jauh lebih tua...
Sean sungguh terpukul...
''Maafkan aku nona....'' ucap Sean menunduk terutama kepada pria tua di sampingnya..
''Tidak masalah tuan...'' sang gadis malah mengedipkan matanya...
Sean hanya menggelengkan kepalanya...ia kemudian berbalik dan bersiap melangkah namun ia membeku ketika melihat sosok Serena...benar-benar Serena berdiri di hadapannya dengan tatapan hancur...
''Serena.....''
Serena bergerak mundur mulai menjauhi Sean,....
''Paman...pergilah...''
Betapa bahagianya Sean melihat Serena berdiri di hadapannya...matanya sampai basah karna terlalu bahagia melihat sosok gadis yang ia cintai...
''Serena.....''
''Jangan mendekat.....pergi...'' jerit Serena dengan airmata yang menetes.....
Serena bergerak mundur dan berlari menembus kerumunan dan membuat Sean berteriak dengan panik lalu berlari mencari Serena dengan langkah yang panjang dan tatapan putus asa...
''Serena.........'' teriak Sean dengan panik...
Sean berlari dan terus berlari dengan sangat puutus asa namun...jejak Serena menghilang begitu saja..hingga pria itu membeku di tempatnya...
__ADS_1
''Serena,...ya ampun,....Serena...mengapa kau malah pergi...'' Sean sungguh tak mampu lagi berdiri, ia jatuh tersungkur dengan rasa sakit...
Serena berdiri di hadapannya dengan wajah yang pucat dan pakaiannya-pakaiannya begitu sederhana...bagaimana dia hidup, Serena makan dari mana...
Ya ampun....Sean menoleh sekelilingnya dan menjadi sangat hancur ketika jejak Serena benar-benar menghilang di tengah kerumunan, tak putus asa, Sean lalu menghubungi anak buahnya....Serena ada di sekitar sini jadi ia akan mencarinya...
''Cepat sebar foto Serena di lokasi ini aku ingin kau berhasil menemukannya...secepatnya....''
Sean menutup ponselnya dan mengeraskan wajahnya...
Serena...kemanapun kau pergi aku pasti akan menemukanmu dan disaat bertemu kau tidak akan kulepaskan....
Sean lalu melangkah sembari matanya berkeliling mencari sosok Serena yang begitu di rindukannya...
Sementara Serena yang bersembunyi di samping bangunan sebuah gedung tinggi, hanya bisa meneteskan airmatanya ketika ia melihat Sean melangkah melewati jalan di depannya dengan pandangan yang tertunduk...
''Maafkan aku paman...begini lebih baik, aku tak ingin menjadi beban bagimu...berbahagialah....kau pantas mendapatkannya....kau sangat pantas....''
Serena kemudian melangkah berlawanan arah dengan hati yang sungguh terluka.....sepanjang jalan ia hanya menangis..lalu memasuki sebuah flat kecil miliknya...
Serena masuk ke dalam kamar kecil miliknya dan terduduk disana..ternyata hidup sendirian itu sangat sulit, ia bahkan tak punya siapa-siapa...
Serena tidak menlajutkan kuliah dan memutuskan bekerja di sebuah Restoran dan mendapat bagian mencuci piring yang sangat banyak...tubuh kecilnya di paksa bekerja karna memang ia hanya berijasa SMA dan tak punya pengalaman apapun....namun ia bisa bertahan, ia bisa mencari uang dengan keringatnya sendiri...
Serena kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja...dan mulai bersiap..
**********
''Ada tamu VIP di ruangan 102 Serena, bisakah kau membawa pesanan makanan ini...'' pinta seorang temannya..
Serena yang anak baru tak mampu membantah...
''Baiklah....berikan padaku kak.....''
Serena lalu menghentikan kegiatan mencuci piring dan melangkah ke ruangan 102 yang terletak paling ujung...
dengan banyaknya menu yang di pesan oleh tamu...beruntung dia di bantu oleh salah satu petugas untuk membuka pintu...
Ceklek!!
Serena masuk dan membeku ketika melihat seorang pria menatapnya tajam...
__ADS_1
Jantung Serena berdegup kencang...