Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Berbohong


__ADS_3

Sean ingin menarik tubuhnya namun dengan cepat Serena menarik ponsel dalam genggaman Sean dan mengecup bib*rnya....


Keduanya bertatapan....


''Siapa dia,.....''tanya Sean menaiakan alisnya tak suka..


Serena membeku mendengar pertanyaan Sena yang mendadak tak mungkin juga dia mengatakan dengan jujur kalau Arden adalah pria yang sedang mencarinya untuk membayar ganti ruginya..Sean sudah membantu biaya perawatan Dirly dan Serena tak ingin membebani Sean dengan persoalan diriny dan Arden, ia tak ingin Sean curiga padanya tentang Arden dan memilih untuk berbohong pada kekasihnya...


Serena berdehem mencoba tersenyum ketika pria itu semakin menajamkan tatapannya....Sean akan marah sebentar lagi...


''Dokter...yang menangani Dirly...mengapa kita tidak menyelesaikan saja apa yang sedang kita mulai sayang...'' bisik Serena dengan suara yang menggoda..


Tidak...dia tak ingin berhianat dengan menyembunyikan Arden, namun setelah ia menyelesaikan pembayarannya maka Arden sudah tak punya urusan lagi dengannya dan mungkin lebih baik Sean tidak perlu tau tentang Arden,...


Wajah Sean melembut ketika mendengar nama Dirly...ia kembali mendekatkan wajahnya meneruskan percintaan yang tadi sempat tertunda..


''Jangan membohongiku sayang....''


''Tidak...Sean, jangan mulai lagi...''Serena melebarkan matanya protes..


Sean mengangguk percaya...walau ia sedikit penasaran mengapa tidak ada awalan Dokter dan hanya nama Arden...?? tapi tidak mungkin Serena berbohong,...untuk apa Serena membohonginya..

__ADS_1


''Sean.....''


Sean menoleh dan tersenyum..sembari mendekatkan bibirnya lalu melum** lagi bibir Serena dengan penuh cinta.sementara Serena mengalungkan tangannya di leher Sean dan menikmati cumbuan kekasihnya yang begitu panas..


Tubuh Serena melengkung, menyentuh d*d* bidang Sean dan memeluknya dengan erat membuat Sean mengerang, Sean menyadari sudah beberapa hari mereka tidak bercint* karna kesibukan dirinya dan juga Serena yang sibuk dengan kecelakaan Dirly... mereka hampir tak memiliki waktu berdua dalam waktu lama....ia merindukan Serena dengan sangat besar..


''Serena sayangku.....''


''Kau sangat indah sayangku, aku mencintaimu Serena Wilson...'' desah Sean terus menggerakan tubuhnya di dalam diri Serena...


***********


Seina keluar dari kamar dan menatap kakaknya Serena yang sedang memandang ponselnya dengan bingung, Sean sudah pulang setelah percintaan mereka selesai karna ia harus menghadiri rapat...sedangkan Serena terdiam di balkon kamar mereka..


Serena tersenyum..


''Terimakasih sayang...kau sudah menyelesaikan belajarmu..''


''Hmmm...aku bisa mengejarnya kak, tenang saja...''


Serena menyerutut coklat panas dengan pelan..lalu menghela nafas..

__ADS_1


''Bagaimana kesanmu pada kak Sean...''


Seina menghela nafas....


''Dia pria yang dewasa dan bertanggung jawab, dia baik dan banyak menolong kakak dan aku tanpa ragu...dia juga setia..''ucap Seina jujur ..


Serena menoleh dan tersenyum...


''Kau pintar sekali sih....''


Seina pun senyum ia tentu bangga di puji oleh sang kakak, hubungan mereka semakin dekat dari hari ke hari...


Mereka asik bercanda lalu sesaat kemudian Serena mendapat telp dari Arden..wajahnya berubah memucat...jemarinya bahkan gemetar memegang ponsel itu...ia mulai di landa kepanikan dan hal itu membuat Seina menjadi curiga..apa yang terjadi pada sang kakak, mengapa moodnya berubah menjadi pucat setelah mendapat telp misterius itu...?


''Hoh...apa yang harus kulakukan...''


Seina menurunkan pandangan pada nama penelfon dan menatap sang kakak..


''Siapa Arden kakak.....''


Serena menoleh dengan wajah yang cemas..

__ADS_1



__ADS_2