Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Kejutan Arden


__ADS_3

Mobil milik Arden melaju kembali ke arah kota, dan Seina merasa lega karna ia sempat berpikir kalau Arden akan membawanya pergi dari kota ini...


Seina menoleh dan menemukan tatapan dingin seorang Arden....


''Ehm...Arden..kau akan mengantarku pulang bukan,..aku...''


''Siapa bilang aku harus mengantarmu pulang,...bukankah kau harus bermalam denganku.''


Deg!!!!


Wajah Seina merah padam...


''Apa maksdumu...Arden....''


''Bukankah kau harus menjadi milikku...aku pikir ini pantas Seina...kakakmu sudah menipuku mengapa aku harus mengalah...?


Mata Seina menjadi panas...


''Apa maksudmu....dengar, aku masih sangat muda hum...jalanku masih panjang bagaimana bisa kau........''


''Aku bisa dan kita akan melakukannya Seina,....kita akan melakukannya...''lirik Arden dengan tegas,....


Hening.........


''Aku tak tau apa maksudmu tapi jangan pernah berpikir aku.......''


''Apa kau takut....'' desis Arden menaikan sudut bibirnya...


Seina menghela nafas,...ia tak akan sudi melakukan itu sebelum pernikahan...


''Yah...aku takut Arden, aku takut aku tak akan bisa memaaflkan diriku sendiri....aku...''

__ADS_1


''Sssst,....jangan mencoba mengancamku karna,...aku tidak perduli...''


Seina sangat kesal dan menjadi tidak terkendali...dan akhirnya memilih diam...


***************


Mobil meluncur masuk ke dalam sebuah gerbang tinggi, dan ketika gerbang terbuka Seina di hadapkan dengan sebuah rumah mirip istana di hadapannya...gadis itu membeku di tempatnya...


''Rumahmu....''


''Akan menjadi rumahmu juga...''balas Arden dengan singkat..


Pria itu lalu turun dari mobilnya dan menarik Seina bersamanya...


keduanya melangkah ke arah rumah utama yang begitu megah..seorang pelayan menghampiri mereka dan menunduk..


''Tuan Arden...maaf tapi...terjadi sesuatu dirumah...''


''Ada apa....''


''Tuan harus ikut aku sekarang....''ucap pelayan menunduk penuh hormat..


Sementara itu Seina menjadi penasaran...namun ketika ia hendak bicara, Arden menoleh kepadanya...


''Tunggu aku Seina..aku harus mengurus sesuatu...terserah kau mau duduk dimana..ada kebun binatang pribadi di samping, dan ruang tamu..pilih sesuatu yang kau suka...''


''Kebun binatang....'' ulang Seina hampir tak percaya..


Itu artinya disana ada ular dan teman-temannya begitu...??


Seina menjadi gugup sendiri...

__ADS_1


Sementara senyum terbit di wajah Arden...ia mendekat dan sesaat menarik Seina untuk mendekat...


''Jika kau macam-macam, aku akan mengunci......''


''Jangan bicara sembarangan Arden astaga....'' Seina mengulum senyum manisnya...


Arden merasa lucu dengan tingkah Seina, namun ia harus segera pergi dan menyelesaikan masalah penting....


''Aku akan kembali sayang...''


Seina mengangguk dan membiarkan Aden pergi dengan pelayannya, sementara itu Seina sangat penasaran dengan kebun binatang pribadi milik Arden...


Seina berlari kecil menuju teras samping dan melihat sebuah kebun binatang berpagar besi yang begitu besar dan luas..ada banyak binatang disini, singa, harimau, ular dan berbagai macam binatang yang buas...


Seina menggeleng tak mengerti..mengapa orang harus memelihara mereka...bukankah di kembalikan ke alam lebih baik..bagaimana kalau Arden memelihara, Ayam, sapi atau kambing setidaknya mereka bisa di gunakan...tapi bagaimana dengan hewan-hewan ini...??untuk apa mengurung mereka disana...


Manusia aneh...dia saja tak ingin di kurung malah mengurung mereka semua..


Seina menggeleng....lalu membalikan tubuhnya..


Deg!!!!!


Seina hampir jatuh pingsan melihat seorang anak laki-laki berusia 5 tahun menatap tajam kepadanya...tatapan anak ini tak kalah tajam dari hewan peliharannya yang tampak buas...


''Siapa kau........siapa...'' teriak sang anak melotot..


Seina mengepalkan tangannya, anak ini memegang pisau seperti sudah biasa menggenggamnya...Seina mengeraskan tatapannya...ia mendekat...


''Mengapa kau sangat tampan...''


Anak laki-laki itu mengerutkan dahinya...

__ADS_1


''Hah..''


__ADS_2