Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Axel vs Sean


__ADS_3

Serena yang manja jadi ketika di rumah sakit ia tak ingin Sean kemanapun dan selalu harus menjaganya..bahkan Serena tidak perduli kalau Sean harus bekerja, ia sungguh menggunakan kesempatan ini untuk bisa dekat dengan Sean...


''Jadi...apakah Clara sudah di penjara..'' tanya Serena ketika Sean sedang menyuapinya dan pria itu mengangguk...


''Dia sudah mendapat ganjaran yang tepat sayang....kau tau kan aku tidak akan memaafkannya jadi jangan coba membujukku..''


Serena mengulum senyum lalu mendekatkan tubuhnya..


''Aku ingin sekali cepat kuliah dan kau menikahiku segera..'' bisik Serena penuh harap..


Sean mendekatkan wajahnya, melum** bibir Serena sesaat dan membuatnya gadis itu terkekeh..


''Dua tahun lagi sayang..''


''Lama sekali.....''rengek Serena membuat Sean hanya menggeleng..


Sean kembali menyuapi Serena dengan buah-buah segar...dan kembali tersenyum lega ketika menyadari Serena makan dengan lahap..


''Anak pintar...''


''Tentu saja..aku calon istrimu..''


''Yah sayang...aku juga tidak sabar lagi untuk menikahimu...puas,...aku sudah tak sanggup menahan diriku..'' bisik Sean dengan panas..


''Tuan Sean...kendalikan dirimu...astaga, kau membuat aku merasa ngilu..''


Keduanya tertawa dengan renyah di dalam ruangan itu dan sekali lagi tidak menyadari kalau Axel mendengar semua yang mereka tertawakan, mereka bicarakan dan sungguh ia sangat kesal sekarang...

__ADS_1


Axel sungguh tak bisa lagi menahan dirinya...ia harus melakukan sesuatu agar sang paman dan Serena menjauh...


Axel lalu tersenyum ketika ia mendapat sebuah ide di kepala...paman pernah punya mantan kekasih yang sangat mencintainya..dulu sebelum paman Sean menikah dengan bibi Elena, mereka hampir menikah...namanya adalah Sonia..yah..ini saatnya menciptkan perang di antara mereka berdua..


************


Sean tersenyum sambil mencium bibir Serena ketika dia hendak pergi meninggalkan tempat itu sementara..ia sudah memastikan salah seorang pelayan menjaga Serena dengan baik...


Namun begitu ia sampai keluar, Sean terkejut ketika ia bertemu dengan Axel di depan pintu..keduanya saling menatap tajam...


''Axel....''


''Paman Sean bisakah kita bicara...''


Sean mengepalkan tangannya...


***********


''Bukankah cinta Paman kepadanya tidaklah masuk akal...bagaimana mungkin paman mengincar gadis muda....'' tatap Axel menuduh..


Sean tersenyum.....


''Baiklah...mari jujur Axel, apa yang kau pikirkan benar adanya aku dan Serena saling mencintai..''


Deg!!!


Axel terbakar....

__ADS_1


''Cinta...apakah paman sadar jika cinta itu akan menyulitkan Serena di masa depan...cinta yang paman banggakan hanya akan mengantar Serena pada penderitaan...''


''Apa maksudmu Axel...kau pikir aku tidak tau kau mengincar Serenaku..''


''Yah...aku mencintainya jadi ketika bersamaku nanti dia tak akan pernah terluka...aku tak punya wanita lain atau para wanita dari masa laluku yang akan menyakitinya...''


''Aku pun akan melindunginya Axel....''


''Benarkah...aku sangat penasaran bagaimana caramu melindunginya pamanku sayang...''


''Kami akan menikah dua tahun lagi setelah dia lulus..'' ucap Sean tegas..


Axel mendekat....


''Apa paman lupa semua hal buruk yang terjadi pada Serena selama ini penyebabnya adalah karna dirimu..''


''Axel....''


''Dulu Serena pergi karna bibi Rika dan mendenderita di jalanan, dan saat ini dia tertembak karna ulah Clara lalu besok apa lagi paman...apakah kau menunggunya mati lebih dahulu baru mengerti...'' teriak Axel geram..


Sean menarik ujung kemeja sang keponakan dan menatapnya tajam......


''Jangan pernah mengancamku..'' geram Sean menekan..


Axel hanya menatap dingin..


''Lepaskan dia dan kau akan melihat, hidupnya akan jauh lebih tenang....paman Sean, lagi pula dari segi usia dia seharusnya bersamaku...apakah paman tidak malu...menikahi seorang gadis kecil..''

__ADS_1


Sean membeku......


__ADS_2