Gairah Sang Duda

Gairah Sang Duda
Seina Yang Lolos


__ADS_3

Seina sungguh di landa ketakutan pada kedua pria dewasa yang masih memegang masing-masing jemarinya...bagaimana cara melepaskan diri dari mereka..bagaimana...??


sungguh Seina merasa bingung sementara dua pria ini tak ingin menyerah..


''Aku ingin ke toilet....'' jerit Seina dengan keras..


Hingga pegangan merekapun terlepas...gadis itu mengeluh ketika kedua pergelangan tangannya serasa mau patah...


''Sakit sekali...'' keluh Seina dengan rintihan..


Arden menatapnya dengan pandangan tajam..biar bagaimanapun ia sedikit iba pada Serena di hadapannya...


Seina menatap mereka dengan tatapan kesal..


''Jangan bilang kalian akan mengikutiku ke toilet..'' suara Seina meninggi penuh peringatan..


Arden dan Jarvis saling menatap tajam..


''Siapa kau...mengapa kau datang dan ingin mengacaukan segalanya..kau tau benar kalau Seina adalah milikku..''ucap Jarvis dengan bangga..


Arden tertawa..ia melangkah mendekat..dan tanpa aba-aba..pria itu melayangkan sebuah pukulan keras..pada tubuh Jarvis...


Bughhh!!!!


Tubuh Jarvis yang tidak siap menerima pukulan langsung jatuh dan terkapar di tanah..sementara...Arden mendekat...lalu menatap mata Jarvis dengan tajam..sembari mengeluarkan pistol dan mengarahkannya kepada pria yang lebih dewasa darinya itu..

__ADS_1


''Jika aku mendapatimu mengganggu Serena maka aku pastikan kau akan merasakan peluru ini mengenaimu..bagaimana...''


Jarvis mengerang....ini kali kedua dirinya di ancam..oleh Sean dan pria ini..


''Kau pikir hanya kau yang berkuasa,...aku tak takut sedikitpun..Serena terikat perjanjian dengan adikku..dan dia harus menikah denganku...kau dengar itu,.....''


Mendengar ucapan Jarvis semakin membuat Arden kesal...


''Persetan dengan perjanjian itu karna Serena adalah milikku..''


Bug!!!!!


Arden kembali memukul kepala Jarvis dengan gagang pistol hingga pria itu jatuh pingsan...


Seina lalu membalikan tubuhnya dan berlari sekuat tenaga dan bersembunyi di antara kerumunan banyak pejalan kaki...


''Serena.........'' jerit Arden suara yang lantang...namun sosok yang ia cari terlanjur menghilang....


Arden menggertakan giginya..


''Serena...awas kau jika kita bertemu sekali lagi maka kau akan berada di ranjang denganku..''desis Arden penuh ancaman..dengan rasa kesal yang menumpuk pria itu pergi dari sana...


**********


Serena mencoba menatap tulisan di hadapannya namun tidak fokus...kepalanya terasa berputar, lidahnya terasa pahit seperti orang sakit..

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian pintu terbuka lebar dan Sean melangkah masuk dan sedikit terkejut ketika melihat Serena sedang duduk dan memegang pelipisnya..


''Sayang...ada apa...''


Serena mengangkat wajahnya....


''Aku merasa pusing dan mual..''


''Mual...'' ulang Sean dengan mata berbinar..ia melangkah mendekat dan langsung menempatkan tubuhnya berdiri di belakang Serena dan memijat sedikit bahunya dan membuat kekasihnya menjadi lebih rilex..Serena memejamkan matanya dengan pasrah pijatan Sean begitu membuatnya nyaman dan Serena mengakui kalau dia bahagia....


Sementara hati Sean menjadi berbunga-bunga...membayangkan kalau mungkin saja Serena sedang hamil...?? apalagi Seina membantunya dengan menghitung jadwal masa subur Serena...Sean sungguh menantikan kabar baik..


Mata Sean berbinar penuh rasa bahagia dan harapan yang besar..


''Apa kau sedang menginginkan sesuatu..''


Mata Serena terbuka dengan curiga namun ketika ia mengingat sedang meminum pil anti hamil membuatnya tenang kembali...


Serena tidak berpikir kalau mungkin dia hamil,...itu sangat tidak mungkin bukan..??


''Aku ingin makan sesuatu yang pedas Sean...kau mau mengantarku...'' tatap Serena dengan mata berbinar....


Sean memutar kursinya dan mendekatkan wajahnya...ia segera melum** bibir Serena dengan gemas...


''Apapun untukmu sayangku,....'' Sean tak berhenti tersenyum hingga Serena mengerutkan kening dengan heran..

__ADS_1


__ADS_2