
Hening...
Serena menatap Dirly penuh dengan rasa bersalah, bagaimanapun ia telah menghianati Dirly dan akhirnya melihat pria yang paling berjasa dalam hidupnya terpuruk dalam penyesalan...
''Aku minta maaf Dirly..semua ini adalah kesalahanku aku.......''
Dirly tertawa dengan sangat dingin....
''Aku adalah pria yang bodoh..aku pikir Sean tak akan menyerah..aku pikir kau adalah milikku namun aku sama sekali tak menyangka jika Sean ternyata masih mengejarmu dia....masih mengejarmu dan mendapatkanmu dengan cara yang licik..''
Serena mencoba bersabar menghadapi sikap Dirly dan mencoba untuk berpikir kalau Dirly sedang sakit..wanita itu mendekat dan meraih kursi untuk duduk di hadapan Dirly..
''Semua sudah terjadi Dirly..kita tak bisa menyalahkan waktu....''
''Mudah bagimu Serena tapi pernahkan kau memikirkan aku...'' mata Dirly basah...
''Dirly....tolong mengertilah..aku datang kesini bukan untuk pertengkaran...aku kesini bahkan hanya ingin melihat keadaanmu aku hanya ingin melihat kau baik-baik saja..''
''Aku tidak akan mati Serena,..Dirly menoleh...karna itukah kau menyiapkan Seina untuk mengiburku..katakan padanya aku tidak butuh dia lagi..katakan padanya...''
''Dia sudah pergi...''
Deg!!!
Dirly menoleh..gadis cerewet itu sudah pergi...?
''Apakah kau,...memintanya untuk tidak datang menemuiku lagi...Serena aku tak menyangka..''
__ADS_1
''Seina sudah pergi dari kota ini...dia telah bekerja disana..dan kau tak perlu merasa terganggu dengan kehadiran Seina ataupun aku lagi Dirly....sembuhlah dan raih masa depanmu sendiri..aku sungguh minta maaf karna telah membuatmu terluka....kita tidak berjodoh dan aku hanya ingin perdamaian denganmu Dirly....aku sedang hamil sekarang..''
Dirly menatap Serena sekali lagi...
''Bisakah aku....mengejar adikmu Seina...''
Deg!!!
''Apa maksudmu Dirly....''
''Jika kau tak bisa kudapatkan maka restuilah aku dengan saudara kembarmu yaitu Seina,....''
Serena membeku dan menghela nafas,..lalu tak lama kemudian ia pun mengangguk pasrah...menatap mata Dirly....lalu tersenyum...
''Jangan menjadikan adikku pelampiasanmu Dirly..bisakah aku tau mengapa kau ingin mengejarnya...apakah karna kami sangat mirip..aku bahkan.....''
''Kalian sangat mirip dari segi wajah namun, karakter kalian berbeda..kau sangat lembut ketika bicara namun Seina sangat kasar dan berkata jujur walau itu terasa sakit...''
Serena menoleh tertarik....
''Dia kasar...apakah dia, membentakmu..''
''Yah...tapi aku suka sikapnya Serena...ketika dokter memintanya mencarikan obat untukku dia tidak berpikir dua kali...jadi aku pikir aku...merindukan sikap kasarnya,...''ucap Dirly tersenyum...
Sementara Serena lalu mengulum senyum..
''Baiklah...aku akan menyerahkan pilihan pada Seina...jangan sakiti dia Dirly....atau kau benar-benar akan berhadapan denganku...'' ucap Serena bersedekap...
__ADS_1
Keduanya saling melemparkan senyum...
''Baiklah...aku lega sekarang karna kau merestuiku Serena..''
''Aku percaya kau akan melindunginya Dirly..jangan memaksanya, biarkan Seina memilih dengan hatinya...''
Dirly tersenyum....
''Serena...aku melepasmu...dan maafkan perkataan kasarku tadi...''
''Yah....tentu saja...''
Serena mengulurkan tangannya dan membuat Dirly membeku...
''Kita berdamai demi masa depan Dirly...''
Pria itu menatap jemari lentik Serena yang terulur...
''Baiklah...kita berdamai kakak ipar...''balas Dirly dengan senyuman lega...
Dimanapun Seina ia akan mengejar gadis itu, jadi hal yang pertama di lakukan Dirly adalah cepat sembuh,..dan mencari Seina..
*************
Arden sungguh tak menyangka melihat sang putra bisa memeluk gadis asing yang baru pernah di temuinya...
Ada rasa bahagia di dalam hati Arden melihat pemandangan ittu....ia menatap tajam pada Serena...
__ADS_1
Hatinya bahagia.....