
Serena menurunkan pandangan kepada sosok Axel yang masih mengangkat tubuhnya ke udara sambil memeluk, adegan mereka seperti di drama korea sanggup membuat Serena mendapat tatapan peringatan dari Sean,....
''Axel...turunkan aku...kau benar-benar...''
''Aku hanya ingin mengekspresikan diriku sayang, aku bahagia karna kau adalah kekasihku sekarang...''
''Cuma Seminggu Axel jangan gila...'' jerit Serena kesal..
''Karna cuma seminggu kau harus merelakan dirimu...'' Axel mengedipkan matanya....
Axel malah semakin mempererat pelukannya dan berlari berputar ke sekeliling lapangan...hingga Sean tidak tahan lagi meninggalkan bibinya ia mendekati lapangan dan menatap keduanya...
''Apa yang kalian lakukan....'' teriak Sean dengan murka..
Axel dan Serena terkejut dan sontak Serena meronta meminta turun dari pelukan Axel...ia begitu terkejut menatap Sean yang terlihat marah, pria itu lantas melangkah mendekat dengan kepalan tangan yang terlihat..
''Apakah kalian pikir ini Hotel...yang bisa kalian pakai untuk bermesraan...''
Hening.....
Axel mendekat....
''Ada apa dengan paman, yah...aku tak mengerti mengapa ini di besarkan aku hanya mengekspresikan diriku karna aku menang dalam pertandingan....apa hanya karna aku menggendong Serena lantas paman marah...'' desis Axel tak mau kalah..
Sean bersikap sinis...
''Axel..jika kau tidak bisa menghentikan kebiasaan liarmu dan mengendalikan dirimu maka tempatmu bukan disini....ini rumahku kau tau benar aku punya aturan ketat..tak ada kemesraan di rumahku kau dengar itu,....Serena datang kerumah ini untuk kuliah...bukan untuk di peluk olehmu,....jangan membuatku marah Axel Smith...'' lantang Sean keras..
Saat sedang bicara..tatapan membunuh itu juga mengarah lurus kepada Serena hingga gadis itu hanya mampu terdiam...ia sungguh takut sekali dengan kemarahan Sean..
Axel menganggukan kepala.....
''Paman...apa kau tidak pernah muda...aku dan Serena ini masa muda kami...jadi biarkan kami memiliki ruang untuk bernafas..mengapa kau kaku sekali...astaga...cepatlah menikah...aku lihat calon istri paman sudah datang.....'' Axel menatap ke arah mobil dengan senyuman kemenangan...
Axel menatap acuh lalu hendak melangkah....
''Axel.....''
''Yah...ya...yah....aku minta maaf paman, aku minta maaf....lagi pula masih ada banyak tempat bagiku dan Serena untuk bermesraan,....''
''Axel jangan coba-coba.....''
''Serena bukan milik siapapun paman, jadi dia gadis yang bebas dan aku ingin berterus terang kepada paman jika aku akan mengejar Serena...paman tidak keberatan bukan...? Serena sudah seperti keponakanku jadi aku yakin paman akan setuju..''
__ADS_1
Axel melangkah mendekati Serena dan menatapnya...
''Kau adalah kekasihku sekarang bukan, ikut aku....''
Serena melebarkan matanya ia menggeleng...
''Jangan membuatku dalam posisi sulit Axel, mudah bagimu untuk melawan namun,.....bagaimana denganku.....aku hanyalah keponakan angkat...bagaimana bisa aku melawan paman....itu sama saja aku bunuh diri....'' ucap Serena tegas..
Serena lalu melangkah melewati Axel dan mendekati Sean lalu berhenti ketika mereka sudah berdiri saling berhadapan dalam jarak yang dekat..
Serena membungkukan badan...
''Kumohon maafkan aku paman...'' ucap Serena dengan suara lirih...
Sean membeku menatap sikap Serena yang mampu meluluhkan hatinya...ia kemudian menganggukan kepalanya, namun masih menatapnya penuh peringatan...
''Jangan pernah melakukannya lagi Serena, kau harus ingat baik-baik ada hukuman berat setiap kau melakukan kesalahan..aku tidak akan pernah bermain-main kepadamu...kau dengar itu...'' suara Sean meninggi dan mampu di dengar Axel..
Serena mengulum senyum, merasa lega karna Sean tidak marah lagi kepadanya...ia mengangguk penuh semangat...
''Aku akan mengingat semuanya paman...''
''Cepat mandilah lalu kita semua akan berkumpul di ruang keluarga...'' ucap Sean tidak terbantah...
''Serena....maafkan aku..ternyata aku memang menyulitkan dirimu..paman marah dan akan menghukummu karna tidakanku..'' ucap Axel mengusap wajahnya dengan kasar...
Serena menoleh,.......
''Karna itu aku bilang hati-hati...kau tau benar bahwa pamanmu adalah pria yang kaku di abad ini....tak masalah aku mendapat hukuman kali ini Axel tapi aku mohon..jangan pernah menyulitkan aku lagi di masa depan..'' ucap Serena lembut...
Axel mengambil jemari Serena dan menggenggamnya....keduanya bertatapan...
''Aku sungguh jatuh cinta kepadamu Serena..aku minta maaf karna dahulu pernah menyakitimu dengan begitu dalam....''
Serena mengangguk..
''Baiklah..itu hanya masa lalu Axel,...jangan khawatir aku telah melupakannya....'' ucap Serena pelan..
''Baiklah...ayo kita masuk..aku juga akan mandi..''ucap Axel lalu melangkah ke sebuah kamar miliknya di lantai 2 sedangkan kamar Serena dan Sean berada di lantai 3..
Langkah mereka pelan memasuki rumah dan berhadapan dengan sepasang ibu dan anak yang sedang berbicara dengan Sean di ruang tamu...
''Serena dan Axel...cepatlah mandi akan ku kenalkan dengan bibi Emi dan Clara..'' ucap Sean ..
__ADS_1
Serena menatap gadis bernama Clara yang sungguh cantik, ia tampak berusia sekitar 20an,....dari tadi dia terus menatap ke arah Sean...
Serena lalu memutuskan membiarkannya, toh..mereka sudah saling percaya...
''Baik paman...'' ucap Serena dan Axel melangkah ke arah lift...
Ting!!!!
Lift tertutup...
''Jangan bilang paman akan menampung gadis itu..lihatlah cara dia menatap paman...'' ucap Axel tertawa...
Serena mengerang sedikit kesal...
Ting!!!!
Pintu lift terbuka dan Axel keluar dari sana..ia masih membalikan tubuhnya dan menatap Serena...
''Sampai jumpa sayang...''ucap Axel melambaikan tangannya...
''Sampai jumpa...'' balas Serena berusaha tersenyum dan membalas lambaian tangan Axel..
Lift kembali tertutup menuju lantai 3..
Ting!!!
Serena keluar dari sana dengan wajah cemberut lalu masuk ke kamarnya...
Siapa gadis itu...astaga mengapa paman selalu di keililingi gadis cantik...??
Sambil melepaskan pakaiannya Serena masih mengumpat...
Sial.......
Serena lalu melangkah ke kamar mandi luas miliknya dan menghidupkan shower dan mulai memainkah busa sabun,...yang menutupi tubuhnya...sementara ia terus berpikir...paman Sean datang bersama gadis itu dan juga ibunya untuk apa..? apakah gadis itu akan tinggal disini dan membuatnya terbakar cemburu lagi..??
Serena memutuskan berlama-lama di kamar mandi dan memainkan busa sabun, yah...untuk apa ia cepat toh...hanya akan membuatnya panas saja..
Serena sedang asik menikmati mandinya, terdengar suara pintu yang terbuka di hadapannya..namun Serena sama sekali tak menyadari siapa yang datang lagi pula dia sudah mengunci pintu jadi yakin jika tidak ada yang bisa masuk...
Namun kenyataannya adalah pintu kamar mandinya terbuka dan disaat yang sama....seseorang itu memeluk tubuh Serena dari belakang dan membenturkannya ke dinding kamar mandi...
Serena begitu terkejut ketika menatap pria di depannya...dia terlihat terbakar..dan langsung menciumi bib*rnya dengan panas......
__ADS_1
Serena mendesah......