
Dan akhirnya semuanya terjadi dengan cepat, Seina tinggal di kediaman Arden dan setuju untuk menjadi pengasuh Kevin putra Arden...setelah Seina juga meminta ijin pada sang kakak Serena dan Sean untuk memulai pekerjaan barunya..
Rumah besar itu mempunyai 2 lantai saja dan masing-masing kamar Kevin, Seina dan juga Arden berada di lantai yang sama yaitu lantai 2, tapi pekerjaan Arden sebagai Mafia dan juga bisnis lain yang mengharuskannya lebih banyak di luar dan ketika ia pulang hanya untuk tidur..pria itu benar-benar seorang pekerja keras dan Seina mengakuinya..Arden mempertahankan Kevin di sisihnya...meski ia jarang menghabiskan waktu dengan putranya
Seperti hari ini sudah hari ke 4 Arden belum kembali kerumah, dan Seina sedikit bosan..Arden bilang mereka boleh melakukan apapun namun tak boleh menginjak gerbang..walau ada banyak anak buah yang berjaga...Arden takut jika ibu Kevin datang dan membawanya bahkan ia tak menginjinkan putranya melihat sang ibu..
Seina yang masih seorang gadis muda merasa kesal tidak terima, dia seorang gadis yang bebas..mengapa malah harus terkurung di dalam rumah megah ini...
''Jangan bermimpi untuk pergi Kak Seina..Ayah tak akan mengijinkan kita...
''Ini sudah hari ke empat....ayahmu bebas berkeliaran disana sedangkan kita di kurung..setidaknya ktia bisa menikmati eskrim bukan...''
''Eskrim....ada banyak di dalam...''ucap Kevin santai sambil membindik beberapa angsa yang bermain di kolam dengan pistol kecilnya...
''Eskrim itu paling enak di beli di luar sana sambil berjalan-jalan Kevin...''
''Ayah akan marah kalau kita pergi
__ADS_1
''Jika dia tidak tau aku rasa semua akan baik-baik saja...''
Kevin menoleh tertarik..selama ini hidup selalu di kekang..bahkan ayah tak mengijinkan dia keluar dari kamar..
Kevin juga sebenarnya ingin seperti anak-anak lain, mereka bermain di taman dan menikmati jalan-jalan bersama orangtua mereka namun Kevin tak pernah merasakan itu semua...hidupnya sangat suram....
''Apakah kakak yakin kita bisa keluar...''
Seina mengangguk...
''Pertama-tama singkirkan pistol itu,....anak seusiamu hanya memegang pistol mainan...dan bukan pistol sungguhan...dengarkan aku Kevin..kita akan jalan-jalan mulai dari sekarang asal kau berjanji pada bibi tidak memegang pistol itu..''
Seina tersenyum...
Hari itu juga dengan melewati jalan tikus di belakang rumah itu, Seina dan Kevin berhasil keluar dari rumah besar..dengan menumpang taxi untuk ke tengah kota....Seina mengajak Kevin bermain wahana permainan dan akhirnya mereka sampai puas..
Wajah Kevin berseri ketika ia mendapatkan seorang teman perempuan yang akhirnya mereka berjanji akan bertemu lagi besok...
__ADS_1
Hri sudah malam dan Seina pikir ini waktunya pulang...ia takut Arden akan pulang sewaktu-waktu dan menemukan mereka..dia akan sangat marah...
Mereka akhirnya bisa kembali ke rumah melalui jalan tikus..tepat disaat bersamaan, Seina menyadari gerbang terbuka dan beberapa mobil memasuki gerbang...betapa paniknya Seina dan Kevin..di lepaskannya jaket miliknya juga Kevin dan di sebunyikannya di belakang sebuah pot bunga besar, berikut sepatu Kevin dan miliknya..wajah Seina memucat namun ia berusaha tenang sementara ia dan Kevin mengendap-endap menuju taman belakang dan pura-pura duduk dan bermain...
Seina dan Kevin saling melempar senyum ketika melihat Arden keluar dari mobil dan mendekati mereka...
''Ayah...'' jerit Kevin dengan suara yang ceria..
Tidak biasanya..dan hal itu membuat Arden sedikit terkejut, ia memeluk tubuh sang putra dan menatap Seina yang menundukkan kepalanya penuh hormat...
''Mengapa kau berdandan meski dirumah Seina...''tatap Arden curiga..
Habislah kau Seina....batin gadis itu menghela nafas....di tanya tiba-tiba membuat otaknya mendadak beku...Arden mendekatinya, Seina tampak cantik ketika berdandan....
''Seina...''
''Aku hanya ingin berdandan untukmu Arden...'' ucap Seina tak punya pilihan...
__ADS_1
Deg!!!
Arden mengerutkan kening, jantungnya berdebar pelan....